
Pagi hari Dea terbangun dari tidurnya, ia mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk.
Dea menoleh dan melihat Justin yang masih terlelap, dengan posisi memeluk Dea. mengingat kejadian semalam Dea tersenyum namun ia terlihat meringis, Dea bangun perlahan karena tidak ingin membangun kan Justin.
Tak lama Dea masuk kedalam kamar mandi, Justin membuka matanya dan melihat Dea sudah tidak ada di samping nya. namun ia melihat sesuatu yang membuat senyumnya mengembang.
Justin melihat bercak darah di sprai yang semalam ia gunakan, Justin merasa bangga terhadap dirinya yang bisa memiliki Dea seutuhnya.
Terlihat pintu kamar mandi terbuka, dan nampak lah istri kecilnya yang membuat hari-hari nya berwarna.
"Masih sakit?" tanya Justin.
"Ya" jawab Dea mengangguk.
"Mau ke dokter?" tanya nya lagi.
"Tidak" jawab Dea malu-malu.
"Baiklah, aku mau mandi dulu" ucap Justin, dan Dea pun mengangguk.
Ia segera menyiapkan pakaian untuk suaminya itu, setelah menyiapkan pakaian Justin Dea merapikan tempat tidur dan mengganti sprai yang kotor karena ulah suaminya itu.
...
Di tempat lain Dio tengah duduk bersama Juna, kawan gesrek nya itu.
"Dio Lo yakin gak mau nyari cewek" ucap Juna.
"Nggak gue udah ada yang nunggu" ujar Dio.
"Really? bohong kan Lo." ucap Juna.
"Gue gak bohong" ujar Dio.
"Tunjukkin fotonya kalo Lo gak bohong" cetus Juna.
"Buat apa? nanti Lo pengen lagi" ledek Dio.
"Buat bukti. lagian selama ini dua sekawan kakak Lo pada ngejar Lo kan" ucap Juna.
"Siapa?" tanya Dio.
"Itu si Nina sama si Mae" jawab Juna.
"Haha ngarang" ujar Dio.
tanpa menunggu lama Dio pun menunjukkan foto Mei kepada Juna, dan Juna yang melihat nya pun berdecak kagum.
"Kenapa sekilas mirip Dea" ujar Juna.
"Iya emang, mangkanya gue Lope Lope" ucap Dio.
"Dih naj*s bocah gendeng apa ya" cetus Juna.
"Kenapa?" tanya Dio.
"Itu sepupu Lo astagfirullah Dio" jawab Juna.
"Beda orang tua, beda Oma opa jadi gak apa-apa kali ya" ucap Dio membuat Juna menggeleng.
"Selama ini Lo jauhin cewek-cewek demi dia?" tanya juna.
"Tepat!" balas Dio.
"Yaudah sukur-sukur Lo bisa halalin dia" ucap juga membuat Dio mengangguk.
...
Di tempat lain sisil tengah bercanda riang bersama meitha juga Dena, setelah kepergian Dea Sisil jadi selalu mencurahkan perhatian nya kepada Dena dan Mei dua gadis yang saat ini menemani nya.
"Bunda, kenapa kakak gak tinggal sama mami alin" tanya mei.
"Mungkin Justin mau kakak kamu mandiri" jawab Sisil.
"Bunda numi bunda" ucap Dena meminta minum.
"Dena minum nak bukan numi" balas Sisil membenarkan.
"Numi bunda" teriaknya.
"CK. anak ini paling susah kalo di kasih tau" Grutu Sisil.
Sisil pun bergegas mengambil kan minum untuk putrinya itu, saat ini Dena Terlihat sangat cantik persis seperti Dea. namun anak ini terlihat lebih centil dan nyentrik daripada sang kakak'.
"Dena Pake lipstik masa Bun" ucap Mei.
"CK. biar apa kamu dandan begitu nak?" tanya Sisil.
"Bial tantik bunda" jawab nya.
"Anteh kankan" jawab nya polos.
"Astagfirullah, kanita gak punya anak cewek malah anak gue yang di racunin" kesal Sisil.
Pasalnya selama kanita dan Sabil tinggal di rumahnya, kanita selalu dekat dengan Dena karena itulah Dena tidak mau dekat dengan yang lain.
Bahkan Sisil sempat geregetan karena kanita mendandani Dena ala-ala sosialita, dan itu membuat Rio sang suami terbahak melihat tingkah centil putrinya itu.
"Bun tapi cantik Dena nya" ucap Mei.
"Lucu ya, di apain aja diem diamah" ujar Sisil
"Iya gemes gemes" ucap Mei.
"Tapi hati-hati Mei nanti lipstik kamu abis, kemarin aja sebelum Dea pindah dia kesel lipstik nya di rusak Dena" ujar Sisil.
"Haha aku umpetin lah Bun" ucap Mei membuat Sisil tertawa.
Mei benar-benar merasa gemas kepada adiknya itu, ya anggaplah adik karena Dena berada di bawah nya.
...
Hari ini Justin mengajak Dea menjemput kedua orangtuanya ke bandara, Justin dan Dea mengenakan pakaian kasual nya.
Keduanya bukan terlihat seperti sepasang suami istri, melainkan seperti adik kakak dan itu membuat mami dan papi Justin tertawa melihat menantu dan putranya itu.
"Mami kenapa?" tanya Justin.
"Kalian lucu" jawab mami alin.
"Kenapa?" kali ini Dea yang bertanya.
"Kamu malah terlihat seperti adik nya Abang sayang" ucap mami alin membuat Justin mendengus.
"Aku kan emang adiknya, adik serba bisa" ucap Dea membuat Justin menatap nya.
"Serba bisa?" tanya papi Justin.
"Iya di apain aja sama Abang bisa" cetus Dea membuat semuanya tertawa.
"Emang aku apain kamu" tanah Justin.
"Abang kok gitu. Abang lupa ki_" ucap Dea terhenti, karena justin mengira Dea akan mengatakan malam pertama nya.
"Jangan bongkar-bongkar Dea" bisik Justin.
"Apasi Abang GeEr banget, aku mau bilang kalo kita suami istri. emang maksudnya Abang apa?" tanya Dea, Justin yang merasa malu pun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Sudah ayo kita pulang" ajak mami alin, yang tau mengenai menantu dan putranya itu.
"Pulang bang inget, udah punya rumah sekarang" ucap Dea membuat papi Justin tertawa.
Orang tua Justin bahagia karena Dea bisa merubah sikap dingin Justin, bahkan sesekali Justin menunjukkan sikap konyol nya.
Dea duduk di belakang bersama ibu mertua nya, sementara Justin mengemudi dengan papi yang duduk di samping nya.
Di belakang Dea terlihat sering tertawa dengan cerita dari alin mertua nya, Dea bahagia memiliki mertua yang baik juga selalu mengerti dirinya.
Dea berjanji akan memperbaiki dirinya dan menjadi menantu juga istri yang baik, untuk mertua juga suaminya.
.
.
.
.
.
.
.
***jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
A**: gue bingung ya mau cerita gimana lagi, jadi begini aja😁
N: bingung ngapa?
A: gue bingung kalo orang sakit abis anuan itu bisa jalan apa kaga? tapi di sini gue pake Dea bisa jalan.😂
N: serah Lo dah, yang penting mah up🤣
A: sue Lo Uun😒
N: 🤣🤣🤣*