Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 139


waktu begitu cepat berlalu dan Dea dan Dio pun sudah lulus sekolah menengah pertama dan beranjak masuk ke SMA. Dea dan Dio masuk ke sekolah ternama dan terkenal karena orang-orang yang masuk ke sekolah itu hanya orang-orang kaya dan terpandang.


saat ini Dea dan Dio duduk di kelas 1 SMA, Dio yang tampan dan juga smart seperti ayah nya begitu banyak digilai oleh kaum wanita. begitupun dengan Dea yang cantik memiliki tubuh yang indah bak gitar spanyol begitu di gilai oleh kaum pria.


namun itu tidak membuat Dea risih pandangan seperti itu sudah sangat biasa untuk nya. Dea dan Dio tidak satu kelas karena memang itu permintaan keduanya. jika satu kelas akan ribet urusannya nanti, Dio yang garang dan dingin sementara Dea yang ceria namun terkesan centil.


Dio dan Dea berangkat sekolah menggunakan mobilnya masing-masing. karena tidak ingin membuah kehebohan jika Dio berjalan bersama Dea kebanyakan orang mengira bahwa mereka adalah sepasang kekasih.


"gue duluan" ucap Dea meninggalkan sang adik.


...


si tempat lain Sisil sedang mengantar Sabil ke bandara karena akan pindah ke negara B untuk menemani Zian.


"bil Adel tinggal sini aja ya sama aku" pinta Sisil


"hahaha gak bisa dong kak, kalo Adel disini tar aku kesepian" ucap Sabil


"masa pada pindah gini, Nita gak jadi pindah sini karena gio Masi sibuk. terus si Mela malah pindah juga gara-gara si Rey di tempatin di negara J terus akoh gimana ini" ucapnya.


"kan ada kanita kak. dia Masi disini Masi nemenin kakak" ujar Sabil


"ya iya tapi kan si Eza juga pergi-pergi Mulu tar lama-lama kanita ngikut pindah akunya sendiri" ucap Sisil


"kakak nggak sendirian aku nggak akan pindah kalo gak mendesak" ucap kanita yang tiba-tiba muncul.


"yaampun hampir jantungan gue" ujar Sisil mengelus dada nya.


"kamu kesini" tanya Sabil senang


"iya lagian jahat banget pindah nggak bilang-bilang" jawab kanita


"bukan gitu ini dadakan sayang" ucap Sabil memeluk kanita


"eh Arshal momy sama Dady pasti kangen Arshal" ucap Sabil menciumi pipi anak kanita.


"titip jagoan gue za" ujar Zian kepada Eza


"anak gue ya pasti gue jaga Bambang" balas Eza


"Adel gak mau peluk bunda"tanya Sisil kepada anak Sabil


"ndah" ucapnya melompat ke gendongan Sisil


"ndah nanti kangen sama Adel" ujar Sisil


cup.


Adelia mengecup pipi sisil.


setelah itu Sabil dan Zian pun pergi, Sisil menatap gadis kecil yang melangkah kecil kaki nya. rasanya berat sekali ia melepas kepergian Adelia gadis mungil yang selalu memanggil nya bunda itu. tidak hanya Adel bahkan Arshal pun anak kanita memanggil nya bunda.


...


Sisil kembali ke rumah untuk istirahat karena hari ini ia sendirian di rumah karena Rio sedang ke luar kota, bahkan akhir-akhir ini suaminya itu sangat lah sibuk ia hanya di temani oleh kedua anak nya yaitu Dea dan Dio.


waktu menunjukkan pukul dua siang waktunya Dea dan Dio pulang sekolah, Dea selalu pulang tepat waktu namun tidak dengan Dio anak itu selalu saja pulang terlambat.


"assalamualaikum" ucap Dea masuk ke dalam rumah.


"bunda bunda" teriak Dea


"mana sii kok gak nyaut" ucap Dea


Dea pun bergegas ke kamar sang bunda namun dilihatnya sang bunda sedang tidur, Dea menghampiri Sisil dan mengecup kening nya.


"bunda bangun Dea pulang" ucap Dea namun Dea dibuat heran melihat kaki Sisil ada cairan merah.


"bunda masa munum jus strawberry sampe ke kaki sii?" gumam Dea. Dea lupa jika sang bunda sedang mengandung, dan tidak ada fikiran jauh.


"itu jus kan bukan darah" ucapnya memegang kaki sang bunda dan dia terkejut bahwa yang di lihatnya itu darah bukan jus seperti yang ia kira.


"yaampun bodohnya gue bodoh bodoh kenapa gak bisa bedain warna jus sama darah" ucap nya panik.


"mbak...mbak mana sii mbak hellow ada orang dirumah" teriak Dea panik


"bunda bangun bunda hiks...hiks.." ucap Dea menangis


"mbak... gila ya pada kemana si orang-orang. mbak yaampun bapak gue miara pelayan sama penjaga bukan cuma buat masak sama bersih-bersih doang tapi buat jaga bunda gue juga" teriaknya lagi. Dea benar-benar kalang kabut karena rasa paniknya.


iapun berlari keluar kamar dan menuruni tangga. hingga ia terjatuh namun ia sama sekali tidak merasa sakit yang ada di fikirannya saat ini hanya sang bunda...


"non Dea non gak apa-apa" tanya seorang pelayang yang menghampiri Dea. melihat itu Dea benar-benar emosi.


"gak apa-apa pala mu botak, aku dari Tadi manggil-manggil teriak-teriak gak denger hah. dari banyak nya pelayan di rumah ini aku teriak kenceng gak denger. kuping kalian di pake buat apaan. bunda aku kenapa-napa aja kalian gak tau" teriak Dea penuh emosi. mendengar ucapan Dea membuat pelayan itu terkejut ada apa dengan nyonya nya begitu fikir pelayan itu.


"bantu aku angkat bunda aku mau bawa bunda ke rumah sakit cepetan" teriaknya lagi dan hal itu membuat pelayang segera masuk ke kamar Sisil betapa terkejutnya mereka melihat Sisil pendarahan.


"nona nyonya pendarahan" ucap salah satu pelayan dan membuat Dea terkejut.


"cepet bawa bunda aku gak mau tau cepetan" teriak Dea.


setelah memasukkan Sisil kedalam mobil bersama supir menuju rumah sakit Dea menelpon ayah nya dan juga Dio. Rio yang mendengar kabar dari putri bungsu nya merasa frustasi, begitupun dengan Dio saat mendengar kabar bundanya masuk rumah sakit Dio bergegas menyusul sang bunda.


...


saat ini Sisil tengah ditangani oleh dokter, Dea menunggu sang bunda di depan ruang ICU Dea menangis tak henti-hentinya.


"bunda kuat bunda. Dea gak mau bunda kenapa-napa" lirih nya


"kak bunda kak bunda mana" tanya Dio panik. melihat adiknya itu Dea kembali emosi.


"main aja terus Yo main! gak usah balik sekalian karena kebiasaan Lo yang pulang sekolah selalu telat gue jadi terlambat bawa bunda ke rumah sakit. bahkan gue teriak-teriak pun para pelayan gak langsung nyamperin gue" ucap Dea


"kak maafin aku kak plis bunda mana" tanya Dio


"bunda di dalam masih di tangani oleh dokter" jawab Dea. Dio pun memeluk Dea menenangkan kakak nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


***jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™πŸ˜‰


N**: Thor ngapa pada pindah Thor?


A: keramean disini tar nongol nya sesekali aja takπŸ˜‚


N: haha iya bener fokus Rio sama Sisil aja yaπŸ˜πŸ˜‚ kali-kali tar kanita ThorπŸ˜‚


A: iya bawellπŸ˜’


**N: πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚***