Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 351


Seminggu kemudian Carl pun kembali pada masa liburan nya, dan keadaan Dea pun sudah jauh lebih baik dari sebelumnya.


Carl yang mendengar sang mommy sedang mengandung lagi begitu senang dan bahagia, karena ia akan memiliki adik yang lucu dan menggemaskan lagi tentu nya.


Carl tiba di bandara tanah air bersama kedua temannya, ia pun di jemput oleh orang suruhan Justin karena justin dan Dea tidak bisa menjemput nya.


Dalam perjalanan Kevin dan syerli begitu kagum dengan keindahan negara asal sahabat nya itu, setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan mereka pun tiba di depan rumah mewah bak istana.


Syerli dan Kevin menatap sekeliling mereka di komplek itu khusus untuk rumah mewah, namun hanya dua yang mencuri perhatian keduanya.


Yaitu rumah besar yang berhadapan yang satu adalah yang di hadapan mereka dan yang satunya, ada di sebrang mereka yaitu rumah Rio dan rumah Justin.


Dua rumah dengan gerbang yang menjulang tinggi itu membuat Kevin dan syerli berdecak kagum, apalagi saat gerbang tinggi itu terbuka nampak lah rumah besar nan megah.


Dari gerbang menuju rumah lumayan jauh jika berjalan kaki, untung saja mereka menggunakan mobil maka tidak terasa jauh.


Saat tiba tepat di depan rumah Carl sudah ada tiga wanita yang menyambut kedatangan mereka, yang dua masih terlihat muda dan yang satu sudah lanjut usia namun tetap cantik.


Mereka berfikir jika itu adalah kakak dan mama Carl, hingga mereka di kejutkan oleh Carl yang memanggil wanita muda dengan sebutan mom. ya ketiga wanita itu adalah Dea, Mae dan mami alin yang sudah merindukan putra sulung Abrisham itu.


"Mom" panggil Carl langsung memeluk Dea.


"Sayang, apa kabar nak" ucap Dea, ia menerima pelukan putranya yang manja itu.


"Aku baik, bagaimana dengan mom" tanya nya.


"Mom baik" jawab Dea tersenyum.


"Mom kamu aja ni yang di sapa, onty sama Oma enggak" dengus Mae, membuat Carl tersenyum dan memeluk Mae juga mami alin.


"Aku rindu kalian, terutama Oma aku merindukan Omelan mu Oma. disana tidak ada yang mengomel padaku" ujar nya, membuat mami alin tersenyum. sementara teman-teman Carl menganga melihat Carl yang manja jika di rumah.


"Bocah nakal, kau hanya merindukan Omelan ku hmmmmm" kesal mami alin.


"Tidak aku rindu kasi sayang mu" ujar nya mencium pipi mami alin, begitulah Carl ia benar-benar seperti darah daging keluarga itu sendiri.


"Eh bang teman nya di ajak masuk, masa di cuekin gitu. ayo masuk" ajak Dea, ia menggandeng tangan syerli. sementara kevin mengekor dari belakang, karena Carl sibuk dengan Oma dan aunty nya.


"Duduk lah dulu sambil menunggu makan siang" ucap mami alin, ia meminta para pelayan untuk menyiapkan minuman dan camilan untuk kedua sahabat cucuk nya itu.


"Bun Aiden mana" tanya Carl.


"Adik kamu itu lagi bermain dia bersama dengan ana" jawab Dea, mengingat Aiden yang tidak ingin membuat Dea kelelahan hingga bocah itu selalu bersama dengan ana.


"Oohhh" jawab nya, kedua teman carl itu terbengong karena sejak tadi Carl belum memperkenalkan mereka.


"Kheemmmm, Tante maaf ni ya bukannya kita lancang cuma kita dari tadi bingung karena Carl belum memperkenalkan kita" ucap kevin membuat Dea, mami alin dan Mae tertawa.


"Ah iya, kamu ini bang" ucap Dea.


"Siapa nama kalian" tanya Mae dengan ramah.


"Nama saya Kevin dan ini syerli kita temen kuliah nya Carl" jawab Kevin.


"Ah iya Kevin perkenalkan aku Mae aunty nya Carl, dan ini mami alin oma nya Carl kalo ini Dea dia mommy nya Carl" jelas Mae, membuat Kevin dan syerli saling pandang. karena mereka mengira jika Dea dan Mae adalah kakak Carl.


"Waaahhh Carl nyokap Lo Masi muda coy" bisik Kevin membuat carl mendengus.


Tak lama kemudian Justin dan Julian tiba, keduanya sengaja memutuskan untuk makan siang di rumah karena ingin menyambut teman-teman Carl.


Justin tidak ingin membuat Carl malu karena teman-teman nya tidak di sambut dengan baik, maka dari itu Dea, Mae dan mami alin menyiapkan untuk kepulangan Carl.


"Walaikumsalam" jawab semua yang berada di ruang tamu.


"Bang sudah sampai ternyata, telat kita Jul" ucap Justin kepada Julian.


"Macet bang, harus nya kita make jalan layang" canda nya, Justin menyapa teman-teman putranya itu.


"Oiya Kevin syerli kenalin ini Daddy nya Carl, dan ini uncle nya Carl" ucap Dea menjelaskan.


"Wah kenalin om saya Kevin dan ini syerli, kita teman Carl di kampus" ujar Kevin sopan, membuat justin tersenyum.


Sedingin apapun Justin ia tetap menunjukkan senyum nya jika di hadapan keluarga dan orang terdekat anak nya itu, Justin duduk di dekat Dea dan berbincang dengan penuh canda tawa.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Daddy



Mommy



Uncle Jul



Aunty Mae



***Happy reading 😊🤗


A**: woyy lah ini Carl balik oy 😂


N: ketemu ana kaga nih 😂


A: ketemu lah nanti 😂


N: Dena kapan Thor 😁


A: sabar oyy 😁


N: oke 😂*