
pagi hari nya Dea terbangun karena mendengar suara ribut-ribut, Dea pun bergegas keluar kamar. ya Dea tidak di beritahu jika iya akan tunangan.
Dea menuruni tangga dan membuat semua mata menatap ke arah nya, karena Dea menggunakan hotpants dan kain lengan pendek yang ngetat itu membuat lekuk tubuhnya terlihat jelas.
Dea terkejut saat melihat Sabil dan Adelia Putri nya, Dea berlari dan memeluk sang Tante sambil melompat kegirangan.
"aaaaaaaa, Tante mimpi apa aku semalam? hari ini Tante ku berkumpul" ucap Dea antusias.
"hey apa kau ingin membunuh tantemu ini Hem?" tanya Sabil membuat Dea melepaskan pelukannya.
"tidak. tidak seperti itu" jawab Dea. namun ia bingung melihat kanita, Sabil, Eza, dan Zian berkumpul dirumah nya.
"ada apa? kenapa ramai begini seperti acara mau nikahan" tanya Dea beruntun.
"Oma akan mengadakan acara sayang" ucap mama nya Rio yang tak lain adalah Oma Dea.
"Oma? lalu kapan Tante Sabil tiba kok aku nggak tau" tanya Dea lagi.
"aku tiba semalam sayang, dan aku lihat kamu sudah tertidur" jawab Sabil.
Sabil kagum dengan pertumbuhan Dea yang begitu indah, bahkan Sabil saja tidak bisa membayangkan bagaimana Dea saat kuliah nanti karena masih SMA saja sudah seperti ini.
"kak liat tuh anak gadis nya cantik bener padahal belum mandi" ucap Sabil kepada Rio.
"anak siapa dulu" ucap Rio dan menoleh menatap Dea putrinya.
"anak itu masih saja memakai pakaian kecil" gumam Rio dan terdengar oleh Sabil.
"apasi kak, itu bukan kecil. emang badan Dea nya aja yang bagus makanya tiap pake baju selalu pas di tubuh nya" bela Sabil.
"sama saja" dengus Rio.
"jangan gila deh. apa Kaka mau kalo Dea pake daster hah" ujar Sabil gemas.
"ya tidak daster juga ketemi" balas Rio membuat Sabil mendengus dan pergi.
....
sore hari Dea sudah di dandani ia menggunakan gaun berwarna hitam pilihan sang Oma, Sisil tidak banyak bicara ia merasa takut jika Dea akan marah putrinya itu kalau sudah marah gunung es saja kalah dingin nya.
Dea yang sudah cantik segera di bawa ke hotel tempat acara.
di tempat lain terlihat seorang pria yang sangat tampan dengan tampilannya, siapapun yang melihat pasti akan terkesima siapa lagi jika bukan Justin.
kedua orang itu tidak tahu jika dia akan tunangan, Justin berfikir hanya menjadi tamu undangan saja.
waktu sudah menunjukkan pukul 06:00 membuat Justin dan keluarga nya segera pergi ke hotel milik Dea, karena acara akan dimulai pukul 08:00.
Justin dan keluarga nya tiba di hotel, mereka menjadi pusat perhatian dan ya disana Tidak ada wartawan karena acara ini masih tertutup. hanya di hadiri oleh kolega penting dan petinggi perusahaan saja.
Justin terpaku melihat Dea yang begitu cantik bak Cinderella, namun wajah nya tidak menunjukkan ekspresi apapun masih tetap terlihat datar dan dingin.
hingga acara dimulai oleh MC yang menyebutkan berbagai acara malam ini, ya acara utamanya adalah peresmian hotel untuk menutupi kecurigaan Dea dan Justin.
hingga akhirnya acara pokok pun dimulai oleh mama Danti yaitu Oma dari Dea, Oma Danti.
"selamat malam semuanya, saya mengucapkan banyak-banyak terimakasih kepada para tamu undangan yang hadir. dan saya akan menjelaskan selain acara peresmian dea'ls hotel juga saya akan memberikan tahukan sesuatu."
"Dea kemari nak" panggil mama Rio. dan Dea pun menghampiri nya.
"iya Oma" jawab dea
mama Rio pun turun dan menarik Justin agar ikut bersamanya bke atas panggung, Dea yang melihat itupun merasa bingung ada apa sebenarnya. bukan hanya Justin keluarga Rio dan orang tua Justin berkumpul di atas panggung.
mama Rio berdiri di tengah-tengah Dea dan Justin, ia tersenyum penuh kasih sayang kepada Dea cucuk nya.
"ya saya ingin memberitahukan jika malam ini bukan hanya acara peresmian hotel saja namun juga acara pertunangan cucu tercinta saya Dea Anggita Putri Artadinata dan Justin Abrisham" ucap mama Rio membuat semua tamu bertepuk tangan. namun Dea dan Justin Terlihat kaget.
"Oma" lirih Dea dengan mata berkaca-kaca
"maafkan Oma sayang, Oma minta maaf sama Dea" bisik mama Rio.
"ayo nak pasangkan cincin nya" ucap mami alin kepada Justin.
"mi" panggil Justin.
"Dea sekarang giliran kamu nak" ucap mama Rio.
"bunda" panggil Dea kepada Sisil, Dea takut Sisil tidak menyetujui nya. dan Sisil mengangguk tersenyum.
setelah bertukar cincin kembali riuh oleh tepuk tangan yang meriah dan bahagia. namun tidak dengan Dea.
hati Dea hancur sudah hancur Dea merasa di bohongi oleh Oma tersayang nya, kenapa begini? bahkan Dea masih sekolah kenapa tidak menunggu Dea selesai sekolah dulu. Dea ingin belajar Dea ingin kuliah bersama teman-temannya tapi sekarang ia malah terikat.
selesai acara Dea berlari ke kamar hotel yang di tempati oleh bundanya, bunda yang saat ini Dea butuhkan untuk memeluk dan menenangkan nya. jika sudah di adakan pertunangan Dea yakin maka pernikahan tidak akan lama lagi meskipun tidak tau kapan pastinya.
brakkk.... putu terbuka dengan keras.
bruugghh, Dea menubruk tubuh Sisil yang sedang duduk di tepi ranjang. Dea memeluk nya erat sambil sesenggukan, sakit hati Sisil melihat putrinya seperti ini ia tahu benar jika Dea belum bermimpi memiliki pasangan. ia tahu jika Dea tidak dekat dengan siapapun selain orang di Dea anggap seperti saudara.
"bunda..hiks.hiks." suara Dea tercekat.
"kak" panggil Sisil mengusap punggung putrinya.
"aku takut, aku belum siap untuk semua ini...hiks..Oma tau jika aku tidak ingin hal seperti ini Oma tau jika aku tidak ingin menikah muda tapi kenapa Oma melakukan ini" ucap Dea memeluk Sisil sangat erat, dadanya sesak ia merasa kecewa lebih dari kecewa diputusin pacar ya.
"kak mungkin yang Oma lakuin yang terbaik" balas Sisil lembut.
"aku harus gimana? bahkan bang Justin tidak suka aku begitupun aku bunda, aku masih ingin kejar mimpi aku" ucap Dea membuat Sisil menangis.
anak nya yang selalu ia turuti dengan mimpi-mimpi nya, dan sekarang apa Dea bisa mengejar mimpinya dalam keadaan seperti ini? araaagghhh Sisil frustasi melihat anak nya yang terlihat sedih.
dan saat bersamaan Rio, Sabil, kanita dan mama Rio masuk ke kamar Sisil. mereka melihat Dea yang sedang menangis, meraung di pelukan bunda nya.
"dea" panggil mama Rio
"Oma kenapa Oma jahat sama Dea kenapa Oma?" teriak Dea saat mendengar suara Oma nya.
"Dea maafin Oma nak, maafin Oma tau ini semua salah Oma tau kamu kecewa tapi Oma yakin kamu akan menerima semua ini sayang" ucap mama Rio.
"iya Dea bisa menerima nya nanti Oma nanti kalo Dea udah lulus sekolah dan kuliah, Dea akan menerima semuanya saat Dea mendapatkan gelar sarjana Oma. hiks..hiks.. Oma bilang Oma sayang Dea tapi kenapa Oma kasi penghalang buat kejar mimpi Dea" ujar Dea tubuhnya ambruk dan terkulai di lantai.
Rio bergegas memeluk putrinya ia peluk dengan hangat dan penuh cinta, Rio tidak kuat melihat Dea seperti ini karena ia tau jika selama ini putrinya selalu menghindari yang namanya laki-laki. Dea ingin fokus kepada sekolah dan belajar, wajar saja jika ini membuat Dea shock karena semua kejadian ini bahkan belum terbayangkan oleh Dea.
Rio terus memeluk putrinya itu iya ciumi kepala dan wajah Dea, sakit melihat putri cerianya kini meraung memohon untuk membatalkan semuanya kepada Rio. ia ingin melakukan itu namun jika ia melakukan nya bukan hanya membuat malu keluarga Justin tapi juga akan mempermalukan keluarga nya sendiri.
.
.
.
.
.
.
.
***jangan lupa like komen dan vote nya ππ
A**: noh ya nanti akoh kasi part nya Dea bang Tintin okeπ
N: serius yaπ
A: iya jamilehπ
N: yang banyakπ
A: nawar mele π
N: biarin π
A: bodomamat π
N: πππ*