
Di negara lain terlihat seorang gadis cantik ya tengah menonton televisi, begitulah kegiatan nya akhir-akhir ini.
Dia yang jarang sekali keluar rumah jika bukan bersekolah, dan dia yang selalu membuat bunda nya bingung karena khawatir.
"Sayang ke mall yu" ajak sang bunda.
"Haih bunda ngapain si ke mall aku lagi males kemana-mana" jawab nya.
"Kamu ini anak wanita bunda kenapa sulit sekali hanya untuk sekedar hangout dengan bunda hmmmmm, apa kamu tidak sayang lagi kepada bundamu ini" ucap Sisil memelas, ya gadis itu adalah dena yang tidak pernah keluar rumah.
Jika diceramahi oleh Rio dan Sisil ia hanya akan ngangguk dan menjawab dengan berkata, aku tidak akan keluar rumah jika aku belum yakin kepada diriku sendiri. dan aku akan keluar rumah nanti ketika aku merasa yakin bahwa aku bisa mengejutkan dunia, itulah jawaban yang selalu Dena berikan bahkan selama ini ia tidak selalu menyembunyikan jati dirinya.
Dena sering memposting foto nya namun ia tidak memakai nama lengkap nya, hanya nama Dena Anggia saja dan awal nya hal itu membuat Rio kesal karena menganggap Dena tidak menerima nama yang di berikan oleh ayah nya.
"Bunda pergilah aku tidak ingin berdebat dengan bunda, aku tidak ingin berdosa karena melawan kepada bunda" ucap nya membuat Sisil kesal.
"Sue kamu de punya anak bontot gadis begini amat, perasaan nih ya anak temen-temen bunda kalo di ajak hangout sama mama nya seneng gitu karena ada yang bayarin. lah ini anak satu mau dikasi gratisan aja gak mau" cerocos Sisil membuat Dena mendengus.
"Bunda aku bukan mereka yang pura-pura berbakti padahal ngincer hal-hal gratisan, aku masi bisa beli apa yang aku Mau sendiri" ucap Dena membuat Sisil memutar bola matanya malas.
"Bunda bilangin sama dad kamu untuk gak kirim uang lagi sama kamu" ucap Sisil membuat Dena terkejut hingga membuka mulutnya.
Ya selama ini Justin tidak melepaskan Dena begitu saja, karena ia selalu mengirimkan uang kepada Dena meskipun Justin tau jika Rio pun selalu memberikan uang kepada Dena. namun bagi Justin itu berbeda ia tahu jika Dena selalu membuat Sisil kesal dan jaga-jaga jika Sisil mengambil kartu milik Dena yang di berikan oleh Rio meskipun itu tidak akan pernah terjadi.
"Bunda jangan gitu dong masa mainan nya ngancem si gak lucu tau, bunda kan cantik bunda aku satu-satunya gak ada lagi karena ayah gak berani nikah lagi. padahal kalo ayah mau kan ayah bisa kasi Dena banyak bunda" ucap Dena membuat Sisil terbelalak.
Sebelum bunda nya itu mengeluarkan jurus berteriak Dena mencium pipi Sisil lebih dulu, dan menyetujui ajakan bunda nya untuk pergi ke mall.
"Yaudah Dena siap-siap dulu jangan ngambek nanti Dena minta bunda baru sama ayah" kekeh nya langsung berlari.
"Dennnaaaaaa anggiiiiiiiaaaaaaa" teriak Sisil, sementara yang di teriaki tertawa terbahak-bahak karena berhasil membuat Sisil kesal.
"Anak itu kenapa semakin jadi bobrok nya, ngidam apa aku waktu hamil" gumam Sisil.
...
Kini Dena dan Sisil sudah berada di mall sebenarnya Dena merasa malas apalagi ia takut jika temannya melihat Dena bersama sang bunda, bukan apa-apa Dena hanya tidak ingin identitas nya di ketahui sebelum waktunya.
"Bun kita mau kemana si" gerutu Dena yang membuat Sisil semakin kesal, pertama kesal karena penampilan Dena yang seperti seorang mata-mata.
"Apa de" sahut Sisil.
"Ah bunda nya marah gak asik deh" keluh nya.
"Dena bunda heran sama kamu sekali nya mau jalan sama bunda lihat penampilan kamu, yaampun wajah cantik kamu aja di tutup begitu" ucap Sisil.
"Emang kaya gini kok, Dena posting foto di sosial media aja gak pernah nunjukin muka full Dena. kalo gak pake masker ya pake kacamata" ujar nya membuat Sisil menggelengkan kepala.
"Iya dan mereka yang like foto kamu itu kelilipan" ucap Sisil membuat Dena tertawa, Dena senang jika mengerjai sang bunda namun ia selalu kesal jika Sisil sudah mulai mengocehi nya panjang lebar.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
A**: anggap aja ini Dena setelah dewasa oke, aku kemarin masupin yang imut-imut katanya gak cocok yaudah aku peke yang udah gede aja 😂
N: ini Dena bener-bener beda ya Thor somplak beneran ini 😆
A: lah iya kan emang dia mau jadi yang berbeda 🤣
N: cocok dah 😆
A: 🤣🤣🤣*