Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 49


pagi hari pun tiba seperti biasanya Sisil akan pergi bekerja dan kanita akan pergi ke sekolah...


Sisil menuruni tangga dan menuju ruang makan disana sudah ada tuan Gerry dan kanita yang menunggu, kedua orang itu memberikan senyum lebar kepada Sisil...


"selamat pagi sayang" ucap tuan gerry sambil tersenyum


"ya pagi pah pagi dek" balas Sisil lalu duduk


merekapun menikmati sarapannya, setelah selesai sarapan Sisil dan kanita pun pamit kepada sang papa... begitupun dengan tuan Gerry ia segera berangkat ke kantor nya....


di dalam perjalanan Sisil terlihat biasa saja tidak ada rona bahagia atau sedih kanita pun heran padahal kakak nya itu akan menikah tapi kenapa wajah nya begitu datar...


"kak" ucap kanita memecah keheningan


"hmmmmm" jawab Sisil


"apa kau bahagia" tanya kanita polos


"tentu saja apa yang membuat papah ku bahagia akupun akan ikut bahagia" jawab Sisil simple


"haissshhh" dengus kanita


"kenapa apa kau ingin mengganti kan ku" tanya Sisil


"tentu saja tidak" balas kanita ketus


merekapun sampai di sekolah kanita seperti biasa kanita turun di depan gerbang sekolah nya, dan Sisil segera melajukan mobil nya menuju kantor...


setelah tiba di kantor Sisil memutuskan bersikap profesional begitupun dengan Rio yang menyetujui permintaan calon istrinya itu...


setibanya di kantor Sisil turun dari mobil dan berjalan di susul oleh Rio, karna tidak lama Sisil sampai Rio pun sampai, tanpa Sisil sadari Rio sudah berjalan di samping nya...


"haissshhh, kau membuat ku kaget saja tuan" ucap Sisil setelah menengok ke arah Rio, dan Rio pun hanya tersenyum...


💞 💞 💞


Rio pun berjalan mendekati Sisil, Sisil hanya tersenyum melihat tingkah Rio yang terus memepet dirinya...


"segeralah keruangan ku" ucap Rio berjalan mendahului dan meninggalkan Sisil, Sisil pun mengangguk


setelah tiba di ruang kerja Rio duduk di kursi kebesaran nya, tak lama sisil pun datang menghampiri....


tok...tok...tok... ketuk Sisil


Rey pun membuka kan pintu ruang kerja Rio dan menyuruh Sisil masuk...


"silahkan masuk nona" ucap Rey sambil meninggalkan ruang kerja Rio


"baiklah terimakasih" balas Sisil tersenyum


Sisil pun berjalan ke arah Rio ia berdiri di depan meja Rio...


"ada apa kau memanggilku tuan" tanya Sisil


"bicaralah apa yang ingin kau bicarakan" balas Sisil


(sekalian aku juga ingin menanyakan soal wanita itu) batin Sisil


"apa kau marah padaku? aku minta maaf jika aku membuat mu kesal" ucap Rio memohon


"apa kau merasa melakukan kesalahan?" tanya Sisil, entah kenapa hari ini sikap bodoh dan polosnya menghilangkan begitu saja...


Rio pun menggelengkan kepalanya...


"ya kau tidak akan menyadari kesalahanmu karna hanya aku yang mengetahui nya" balas Sisil


"apa, memang apa yang kau ketahui" tanya Rio


"tuan aku melihat mu berjalan dengan wanita di mall, dan jika kau memiliki kekasih kenapa kau menerima pernikahan yang akan kita jalani nanti" jawab Sisil


"kekasih? aku tidak memiliki kekasih sil" jawab Rio jujur


"sudah lah tidak usah dibahas, kita bicarakan ini nanti" ucap Sisil


"dan apa yang mau kau bicarakan" tambahnya lagi


"baiklah, siang ini kita akan ke butik untuk feeting baju pernikahan kita" ucap Rio


"baiklah" ucap Sisil mengangguk


"nanti aku akan menemui mu" ucap rio


"tidak sebaiknya kita bawa mobil masing-masing saja tuan, lagian di kantor ini tidak ada yang tau soal pernikahan kita kecuali Nita dan Mela" balas Sisil


"apa kau yakin" tanya Rio


"ya aku yakin" jawab Sisil tersenyum


"baiklah aku akan menunggu mu di butik" tambah Rio dan di angguki oleh Sisil...


.


.


.


.


.


***Bersambung.....


jangan lupa like sama vote nya🙏😊***