Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 174


Hari ini Justin akan kembali ke tanah air, setelah sekian lama pergi untuk urusan nya akhirnya ia bisa pulang juga.


Justin kembali tidak bersama dengan Julian adiknya, karena Julian masih memiliki banyak tugas di sana.


Justin di jemput oleh Dea ke bandara, ya karena Justin tidak mengabarkan kepada orang tua nya jika ia akan kembali.


****Pesan Chat*


Dea**: Abang dimana bang?


Dea: udah nyampe belum?


Justin: udah lagi jalan keluar*.


Betelah mendapatkan balasan dari Justin Dea bergegas menghampiri nya, dia pun melihat laki-laki yang sudah pergi meninggalkan nya berbulan-bulan dan saat ini telah kembali.


Justin menghampiri Dea dengan wajah datar nya, Dea yang melihat itu merasa kesal bukan main.


"Muka datar amat kaya dinding" Cetus Dea. Namun Justin hanya melirik nya saja.


Mereka berjalan menuju parkiran, sesekali Justin memperhatikan penampilan Dea yang terlihat simple. Dengan cenala Jeans hitam juga kaos berwarna putih di padu padan kan dengan rompi berwarna hitam.


Justin kembali ke tanah air karena ia mendapat kabar jika Joni selalu mengikuti Dea, bahkan hari ini pun Joni mengikuti Dea menjemput nya. untung saja Justin mengenakan pakaian santai seperti celana jeans dan juga mengenaian Hoodie hingga menutupi kepala.


"Abang kaya ter*r*s ih buni begitu" Ucap Dea.


"Pake ini" Ujar Justin meminta Dea memakai topi.


"Buat apa bang? Kita gak lagi nyamar kan?" Tanya Dea.


"Kamu bisa diam tidak? Ikuti saja perintah saya" Tegas Justin membuat Dea mengerucutkan bibirnya.


"Santai bos santai" Ucap Dea.


...


Justin yang menyadari bahwa mereka benar-benar di ikuti, ingin rasanya Justin memberikan pelajaran kepada Joni yang ingin mengusik miliknya.


Namun saat ini bukan waktunya, ia ingin menyampaikan dulu niatnya untuk mempercepat pernikahan nya.


Persetan Dea setuju atau tidak yang jelas Justin tidak mau jika Dea bersama yang lain, ia sendiri pun bingung dengan perasaannya.


"Dea apa kamu tidak sadar jika selama ini kamu selalu di ikuti orang?" Tanya Justin membuat Dea bingung.


"Nggak bang, kenapa emang?" Balas Dea.


"Lihat ke belakang" Ucap Justin, dan Dea pun menurut.


"Abang salah kali, mana ada ngikutin jalan ini kan Masi rame bang" Balas Dea.


Justin pun membiarkan saja pemikiran Dea, toh ia tidak ingin jika Dea khawatir atau ketakutan.


...


Justin tiba di rumah nya dan itu membuat alin terkejut melihat putranya, seperti biasa alin akan menyerang anak sulung nya itu.


"Sue kamu bang balik gak bilang mami" Ucap alin Kepada Justin.


"Apa si mama tiap balik juga gak bilang" Elak Justin.


"Gak bilang palamu gundul bang, bilang saja karena sekarang kamu di jemput Dea" Goda alin.


"Mami gak jelas ih" Balas Justin berlalu meninggalkan alin dan Dea, yang berada di ruang tamu.


"Sayang tumben si Abang pulang cepet" Ucap alin kepada Dea.


"Nggak tau mi, Abang cuma bilang ada yang mau dia omongin sama ayah" Jawab Dea.


...


Malam hari pun tiba dan di sinilah Justin saat ini, berada di kediaman Rio bersama dengan mami dan papi nya.


"Apa yang mau kamu omongin sama om Justin?" Tanya Rio penasaran.


"Begini om, saya ingin mempercepat pernikahan saya dengan Dea" Jawab Justin sontak membuat semuanya terkejut.


"Kenapa seperti itu? Bukan kah kamu telah setuju jika Dea lulus sekolah bahkan kuliah?" tanya Rio lagi.


"Ya, meskipun Dea menikah cepat dengan saya om tenang saja. Saya tidak akan lepas tanggung jawab mengenai pendidikan Dea" Jawab Justin.


"Apa yang bikin Lo pengen cepet nikah sama kak Dea bang?" Kali ini Dio yang bersuara.


"Saya hanya tidak ingin Dea jatuh kepada orang lain" Alasan Justin.


"Tidak bisa begitu, Dea harus menyelesaikan sekolahnya dulu yang tinggal beberapa bulan lagi" Jelas Rio.


Justin menghela nafasnya, ia takut jika Dea akan kenapa-napa. Meskipun Rio selalu menjaga putri nya namun Rio masih sering lengah, buktinya ia tidak tahu jika selama ini putrinya telah di incar oleh seseorang.


...


Setelah mendapatkan keputusan mengenai pernikahan yang harus menunggu Dea selesai sekolah, kini Justin telah kembali ke rumah nya. ia menatap langit-langit kamar, Justin merasa bingung kenapa dirinya jadi sangat mengkhawatirkan Dea.


Bukan hanya Joni yang menyukai perilaku dan tubuh dea, namun juga ia khawatir jika Joni akan mengetahui kebenaran jati diri Dea. Dan yang Justin takutkan hanyalah ia akan menjadikan Dea alat untuk membuat Rio lengah, karena ia tahu jika Joni orang yang sangat licik.


...


Pagi hari Dea pergi ke sekolah nya dan mobil yang kemarin masih saja mengikutinya, namun tidak di hiraukan. Karena ini sudah beberapa bulan dari kejadian Dea yang menabrak Joni pada saat itu.


Namun saat ini bukan hanya satu mobil saja melainkan dua mobil yang mengikuti nya, Dea pun tidak ambil pusing biarkan saja fikirnya.


Saat tiba di sekolah Dea masuk ke dalam kelas seperti biasanya, ia belajar dengan fokus karena Minggu depan ia akan mulai ujian.


Di sisi lain Joni terus memantau Dea melalui anak buahnya, ia merasa heran sudah lama dan bahkan sudah hampir tujuh bulan ia mengejar Dea namun tidak mendapatkan informasi.


Hanya saja ia penasaran mengenai laki-laki yang di jemput Dea di bandara, karena anak buah Joni tidak berhasil memotret wajah pria itu.


"Siapa laki-laki ini? Apa mungkin ia kekasihnya? Tapi menurut anak buahku dia masih sekolah" gumam Joni, ia benar-benar tidak mengenali postur tubuh Justin.


Ya karena setelah kejadian itu Justin langsung pergi ke luar negeri, untuk menjalankan tujuan.


.


.


.


.


.


.


***jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


A**: gue lagi buntu ini gak bisa mikir😭


N: sabar ya Thor sabar😁


A: iyadah sabar-sabar mah pasti😊


N: bagus😂*