Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 332


Di negara lain terlihat seorang gadis masih terlelap dalam tidur nya, bahkan ia seperti enggan hanya untuk membuka matanya.


Dena Anggia Putri Artadinata, putri bontot dari Rio Artadinata dan Prisylla Anindya Pratama itu tumbuh menjadi gadis yang cantik.


Sudah satu tahun Dena meninggalkan tanah air nya, ia hidup di Nagara lain bersama dengan ayah dan bunda nya.


Sering kali Sisil mengajak putri bontot nya itu untuk kembali ke tanah air, Sisil merindukan cucuk pertama nya. karena semenjak Aiden lahir saat itu pula Dena memohon agar pindah sekolah.


Bukan hanya itu, bahkan Dena sempat meminta sang ayah untuk menjodohkan nya. namun Rio tidak menuruti permintaan Dena, karena ia mengingat kembali perkataan Dea yang mengatakan jika Rio menikahkan Dena di usia nya yang masih terbilang remaja, maka Dea tidak akan mau menemui ayah nya itu. bukan apa-apa Dea hanya ingin Dena menikmati masa remaja nya dengan normal. Bukan hanya itu usia Dena pun saat ini masih terbilang cukup muda, meskipun ia memiliki tubuh yang bongsor.


"Yaampun ini anak gadis bunda Masi dalam selimut, bangun sayang" ucap Sisil Yang melihat Dena masih terlelap.


"Lima menit lagi bunda" rengek nya.


"Nggak ada nawar-nawar, ini bukan pasar. ayo bangun" ucap Sisil, ia menggelitik tubuh Dena.


"Aaaaaaaa, bunda hahaha iya Dena bangun sekarang. yaampun bunda nya Dena ini menyebalkan sekali" gerutu nya.


"Nah gitu dong, kan cantik kalo bangun pagi" ucap Sisil.


"Ada apa bunda nyuruh Dena bangun pagi-pagi, pasti ada sesuatu kan" ujar nya.


"Dena kamu gak mau apa kembali ke tanah air, emang kamu gak kangen sama baby ai" ujar Sisil, Dena melihat wajah sedih sang bunda pun hanya terdiam.


"Bunda sayang kita akan kembali nanti, tapi kalo bunda mau kembali nggak apa-apa dena bisa kok tinggal sendiri" ujar nya, membuat air mata Sisil menetes.


"Bunda nggak mau tinggalin Dena, dari kecil tuh bunda udah fokus sama kakak-kakak nya Dena. dan sekarang bunda gak mau kehilangan waktu bunda sama Dena" lirih nya.


"Terus mau nya bunda gimana?" tanya Dena lembut.


"Kita kembali ke tanah air sekarang, tidak akan lama kok. lagi pula kan sekolah Dena udah libur" ucap Sisil.


"Hmmmmm, hari ini? emang bunda udah packing?" tanya Dena.


"Udah sayang, bunda udah packing" jawab Sisil.


"Gimana kalo ganti hari aja bunda" bujuk nya.


"Ayolah sayang gak akan lama juga kita disana, apa kamu tidak merindukan Aiden" ujar Sisil, bohong jika Dena mengatakan tidak.


"Ya aku sangat merindukan baby ai, ah sudah lah aku mau mandi dulu" ucap Dena, Sisil pun tersenyum melihat putri bontot nya itu.


Selama Dena mandi Sisil merapikan kamar Dena dan menyiapkan pakaian yang akan di gunakan oleh anak nya itu, Sisil ingin memanjakan Dena meskipun Dena selalu protes.


...


Di perjalanan menuju bandara Sisil melihat Dena yang sibuk dengan ponselnya nya, ia melihat sekilas Dena memandangi foto Carl.


Namun ada hal yang lebih mengejutkan, yaitu Dena memandangi foto laki-laki lain selain Carl. Sisil tersenyum senang mungkin itu teman sekolah nya, atau mungkin putrinya itu sudah mulai membuka hati nya lagi.


Setibanya di bandara Sisil dan Dena langsung masuk ke dalam pesawat, mereka hanya kembali berdua karena Rio sangat sibuk jadi tidak bisa ikut.


Setelah perjalanan dan penerbangan yang cukup melelahkan mereka tiba di bandara, Dena tersenyum manis karena dirinya melihat lagi negara kelahirannya.


Sisil menggandeng tangan putrinya itu, dan berjalan menuju supir Dea yang menjemput mereka.


Haaaah, Dena tidak akan peduli akan hal itu. ia selalu mengingat perkataan ayah dan bundanya, jika lelaki mencintai mu maka ia tidak akan mengacuhkan mu.


Dan jika dia tidak memiliki hati kepada mu, maka kau harus sadar diri bahwa bukan kamulah yang menempati ruang di hatinya. dan kau harus merelakan siapapun yang menjadi pilihan nya.


"Bun kita kembali kesini tanpa ayah" lirih nya.


"Iya ayah mu itu sangat sibuk, jadi biarkan kita berdua saja agar bisa menghabiskan waktu bersama dengan Aiden" ucap Sisil, yang di angguki oleh Dena.


"Bun kita pulang nya ke rumah kak Dea apa kerumah yang Abang tempati" tanya Dena lagi.


"Seperti nya ke rumah Abang, biarkan saja nanti supir berhenti di depan rumah kita. setelah menurunkan barang baru kita ke rumah kak Dea" jawab Sisil, Dena pun mengangguk.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan, mereka tiba di kediaman Artadinata. Sisil memandang rumah mewahnya yang menjadi saksi dalam pernikahan nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***A**: yang minta Dena, nanyain Dena nih gue kasi. Dena nya udah gede udah gak gumush lagi tapi cantek 😊


N: iya Thor cocok lah buat Dena mah visual nya 😂


A: Lo mah yang penting cantik ganteng juga cocok Uun 😪


N: emang iya 😂😂


A: sueee 😪


N: 😂😂😂*