Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 131


pagi hari Rio dan Sisil memutuskan untuk pulang ke rumah mereka begitu pun si pengantin baru, Eza memutuskan untuk mengajak kanita tinggal di rumah nya bersama papi dan mami nya.


(yang ini part Eza sama kanita dulu ya udah nanggung soalnya😊)


kanita sedang merapikan barang-barang nya dan Eza sedang membersihkan diri. tidak lama Eza pun keluar dari kamar mandi dan melihat kanita yang sekarang sudah menjadi istri nya sudah cantik.


Eza memakai baju yang sudah di siapkan oleh kanita di atas tempat tidur, sambil memakai baju Eza terus memandangi kanita yang sibuk dengan barang-barang mereka.


"selesai" ucap kanita tersenyum


"manisnya" balas Eza membuat kanita terkejut karena ia tidak menyadari Eza yang sudah selesai mandi.


"makasih" ucap nya tersenyum genit


"genit Nya" goda Eza lalu memeluk kanita dari belakang


"iya biarin kalo aku genit kenapa emang?" tanya kanita


"gak apa-apa aku seneng" balas Eza


"sayang aku mau tanya" ucap Eza menyandarkan kepalanya di pundak kanita


"ya silahkan" jawab kanita


"kenapa Rio sama Sisil gak marah sama aku. terus mereka juga gak negur aku padahal perlakuan aku sama kamu udah kasar" tanya Eza membuat kanita menghela nafas panjang


"aku gak bilang sama mereka kalo calon suami aku namp*r aku, aku cuma cerita soal denia yang suka sama kamu kak" jawab kanita


"kenapa kamu gak bilang" tanya Eza lagi


"aku gak mau jadi tukang ngadu aku maunya masalah aku sama kamu itu di hadapi sendiri, dan aku juga gak mau bikin mereka kesel yang malah menghambat tujuan kamu buat nikahin aku" jawab kanita lagi membuat Eza tertegun.


mungkin jika wanita lain akan mengadu bahkan mungkin akan melebih-lebihkan tapi kanita dia menutupi semuanya, kanita memang sama dengan Sisil yang membedakan hanya sikap keras dan susah di rayu...


"kak kamu kenal denia udah lama?" tanya kanita


"iya tapi aku sama dia gak ada hubungan apa-apa kita cuma teman aja, ya tadinya aku merasa kagum sama dia tapi pas dia ngilang rasa kagum itu pun perlahan menghilang" jawab Eza


"tapi denia suka sama kamu kak" ucap kanita


"kan akunya gak suka, kalo aku suka kita gak akan bisa jadi suami istri" balas Eza


"terus yang kamu ketemu sama dia sampai peluk dia terus cium dia itu apa?" tanya nya lagi


"yang awal meluk itu dia sayang dan karena tinggi dia di bawah aku. dan tepat bibir aku pas dengan kening dia ya jadi keliatan kaya aku cium dia padahal cuma nempel aja" jawab Eza


"yeeey itu mah sama aja nyium Mansyur" ucap kanita membuat Eza tertawa


"haha dikit doang ay" balas Eza


"aku gak mau kamu kaya gitu lagi" ucap kanita


"siap ibu negara" jawab Eza membuat kanita tertawa dan memeluk Eza kembali.


...


Eza dan kanita sudah tiba di Mension mewah milik orang tua Eza, karena belum memiliki anak maka Eza memutuskan untuk tinggal bersama kami dan papi nya yang sudah tidak muda lagi.


"sayang akhirnya kamu datang nak, ayo kita makan dulu" ucap mami Eza menyambut kedatangan kanita dan Eza


"iya mih" balas kanita tersenyum


saat tiba di ruang makan mereka memutuskan untuk segera makan siang, sesekali mami Eza mengajak kanita mengobrol.


"sayang mami seneng akhirnya kamu tinggal disini, mami jadi tidak sendiri lagi karena papi dan Eza yang sering pergi-pergi" ucap mami Eza


"iya mih tapi kanita juga seneng bisa nemenin mami" balas kanita


"sayang kenapa makan kamu sedikit sekali" ucap Eza


"memang ini porsi makanku" jawab kanita


"aku kira porsi makan mu banyak" ujar Eza


"kamu kira aku gentong yang bisa nampung banyak makanan" cetus kanita membuat mami dan papi Eza tersenyum.


setelah selesai makan kanita dan Eza beranjak ke kamar nya, kanita langsung membersihkan diri dan berbaring di tempat tidur begitupun dengan Eza mereka berdua terlelap...


...


waktu menunjukkan pukul delapan malam kanita terbangun dari tidurnya dan bergegas membersihkan diri, setelah itu ia membangun kan Eza lalu selesai Eza mandi kanita dan Eza turun ke ruang makan. disana sudah ada papi dan mami Eza.


kanita mengambil kan Eza makanan setelah itu iya mengambil untuk dirinya sendiri, setelah makan Eza dan kanita Kembali ke kamar nya orang tua Eza yang melihat itu hanya tersenyum.


setiba nya di kamar Eza duduk di sofa sambil memangku laptop nya sedangkan kanita sedang asik dengan ponsel nya. waktu yang semakin larut membuat Eza menghentikan kegiatannya begitupun dengan kanita.


"kenapa kak" tanya kanita


"gak apa-apa" jawab eza sambil tersenyum nakal


"gak usah di nakal-nakalin senyum nya jelek" ucap kanita membuat Eza terkekeh


"kamu gemesin" balas Eza lalu mengecup kening kanita tidak hanya itu Eza juga melum*t bbir nya, dan turun ke leher hingga meninggalkan tanda kepemilikan. tangan Eza yang nakal ikut bekerja dengan bagian yang lain. disaat kegiatan nya yang semakin menuntut membuat Eza Eza segera melakukan nya.


ia memandangi tubuh indah istrinya dengan nafas yang memburu dan itu membuat nya bersemangat, tanpa menunggu lama Eza pun menyelesaikan pekerjaan nya dan kanita menikmati perlakuan suaminya meskipun ia merasakan sakit namun ia tahan hingga air matanya menetes tanpa kanita sadari.


Eza ingin memiliki anak yang lucu seperti Dea dan Dio si kembar itu selalu membuat nya terhibur dan tertawa, membuat Eza melupakan segala beban nya selama ini.


...


pagi hari kanita bangun lebih awal ia merasa sakit di sekujur tubuhnya rasanya semua tulang nya Patan akibat kelakuan Eza.


"araaagghhh kenapa sakit sekali" pekik kanita saat ia menurunkan kakinya.


dengan perlahan kanita melangkah kedalam kamar mandi, saat kanita sedang mandi Eza terbangun dari tidurnya saat Eza mendudukan tubuhnya ia di kejutkan dengan bercak darah di atas seprei namun seketika senyum nya mengembang.


kanita keluar dari kamar mandi dengan pelan,, ia melihat Eza yang sudah terbangun dan tersenyum ke arah nya membuat kanita mengernyitkan dahinya.


"kamu kenapa? kesambet?" tanya kanita bingung


"sembarangan. mana ada kesambet pagi-pagi gini" jawab Eza


"lagian aneh bukannya mandi ini malah senyum-senyum gak jelas" ucap kanita lagi


Eza bangun dari tempat tidur dan menghampiri kanita, ia memeluk kanita erat sambil berbisik.


"makasih karena aku menjadi orang pertama yang menyentuhmu, dan makasih sudah menjaganya hingga kamu menikah denganku aku sangat menyayangi kamu" bisik Eza membuat pipi kanita merona


"aku mandi dulu" ucap Eza yang di angguki oleh kanita.


kanita merasa kesal nya hilang ia ingin memulai rumah tangga dengan baik, kanita tidak ingin terlalu percaya orang lain tanpa kejelasan dari suaminya itulah yang di fikirkan oleh kanita saat ini.


.


.


.


.


.


.


***jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


(part ini jangan komen kurang seru atau kurang pan*s yak😁 soalnya akutu gak tau yang namanya malam pertama jadi kalo terkesan kaku Mon di maklum ya 😁 kalo gak bayangin sendiri aja gak apa-apa kok🙏😊)


N**: iya Thor iya😁 segitu juga Alhamdulillah udah malam pertama meskipun gak di jelasin secara detail 😂


A: bayangin sendiri aja Mun gue gak tau malam pertama itu kek gimana 😌


N: iya tau kok Thor Lo belum pengalaman sabar yak😂


A: sabar ngapa Mun?🙄


N: sabar Thor nanti juga Lo ngalamin yang namanya malam pertama kedua dan ketiga🤣


A: anj*r lengkap bener Mumun😬


N: biar puas Thor jadi nanti kalo ceritain malam pertama udah gak kaku lagi🤣


A: sueeee Lo bayangin sendiri aja ngapa gak usah minta gue jelasin Mansyur 😏


N: tar gue nonton dulu Thor baru baca part ini biar kemistri nya dapet🤣🤣🤣


A: dasar mes*m😬😬


N: biar kalo suru ngebayangin langsung tau gak kaku kaya Lo 🤣🤣


A: bodomamat serah Lo😏


N: dih ngambek 🤣


A: bodomamat 😏


N: iya dah iya gimana Lo sama si Mamat aja iya🤣*