Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 82


setelah menyelesaikan beberapa tugas Rey pun masuk ke ruangan kerja Rio...


"permisi tuan" ucap Rey


"hmmmm" jawab Rio tanpa mengalihkan pandangannya


"sebentar lagi masuk jam makan siang, tuan mau makan di luar atau di kantor" tanya Rey


"saya makan di kantor saja Rey agar tidak banyak membuang waktu" jawab Rio


"baiklah tuan" Rey pun keluar menghampiri sekretaris Rio yang baru untuk membelikan makan siang, karna Sisil belum boleh bekerja lagi jadi Rio mencari sekretaris ke ruangan Rio dan terlihat Rio sedang duduk di sofa...


"Rey" panggil Rio


"iya ada apa tuan" jawab Rey


"Sabil sudah kembali ke negara ini apa kisah nya yang tertunda dengan Eza akan kembali di kejar nya" ucap Rio


"entahlah lah tuan tapi saya lihat tuan Eza sudah mulai simpati kepada nona kanita" balas Rey


"itu yang aku bingung kan kanita dan Sabil sama-sama adik ku dan aku tidak bisa memilih salah satu dari mereka, bahkan aku ingin Sabil dan kanita dekat sebagai adik dan kakak" ucap Rio lagi


Rey yang mendengar ucapan bos nya merasa terharu bagaimana bisa seorang Rio bisa begitu peduli dengan dua orang gadis yang sama sekali tidak ada hubungan darah dengan nya...


πŸ’ž πŸ’ž πŸ’ž


Sabil dan Eza memang pernah dekat dulu saat Sabil belum mengejar mimpi nya menjadi seorang model mereka benar-benar terlihat seperti sepasang kekasih, namun saat Sabil harus pergi ke negara X dan Eza harus mengurus perusahaan orang tua nya di negara Z disitulah mereka mulai jauh dan lost kontak...


hingga akhirnya sekarang wanita yang di kagumi nya telah kembali ke tanah air namun saat kembali Eza malah sudah mulai membuka hati nya untuk kanita...


di restoran tempat Sisil dan dua gadis itu berada pelayan pun datang mengantar makanan yang di pesan oleh mereka dan menata nya di atas meja...


Sabil, kanita dan Sisil pun segera menikmati makanan nya, namun saat sedang menikmati seorang wanita menghampiri mereka...


"Sabil kamu Sabil kan" ucap si wanita itu


"iya kamu" ucap Sabil menatap wanita yang tidak di sukai nya itu


"ya aku naina" balas nya, ya wanita yang menghampiri mereka adalah naina


Sabil sangat tidak menyukai naina karna tingkah nya yang terlalu sombong dan selalu mencari-cari perhatian dari kakak nya yaitu Rio


"hmmmm ya ada apa kamu kesini" ucap Sabil ketus


"hey ada apa dengan mu, kapan kau sampai" tanya naina sok akrab


"kenapa Rio tidak memberi tahu ku jika kau sudah sampai" tambah naina


Sisil yang mendengar nama suami nya di sebut sontak menatap naina, ia pun sama kurang menyukain teman wanita dari suami nya itu...


"lah untuk apa kak Rio ngasi Tahu kamu? emang kamu emak nya" ucap Sabil mengejek


"apa maksudmu" tanya naina


"tidak ada maksud" ucap Sabil


"baiklah kamu kesini bersama siapa?" tanya nya lagi


"haha Lo kagak liat apa di meja ini ada 3 orang ya kesini sama mereka lah" ucap Sabil yang mulai geram dengan naina yang terus mengejar dirinya dan Rio untuk mendapatkan perhatian


"oh oke sorry aku gak liat" balas naina tersenyum


"mangkanya sayang mata tuh dipake ngeliat sekeliling jangan dipake ngeliat laki orang doang" celetuk Sabil lalu mengajak Sisil dan kanita pergi


"ternyata kamu belum berubah Sabil, kamu terus saja melindungi kakak mu dari ku dan kamu juga Masi saja menjadi penghalang untuk aku dekat dengan Rio" gumam naina sambil menatap kepergian Sabil...


.


.


.


.


.


.


.


.


***Bersambung....


jangan lupa like dan voteπŸ™πŸ˜‰


sama kalo ada kesalahan tolong dikasi tahu ya author nya dikasi tau yang baik" aja jangan dikasi tahu pake kata" yang pedes karna author gak suka pedes πŸ˜‰πŸ˜***