
hari ini Dea tengah duduk di ruang televisi, ia sibuk dengan ponselnya dan sesekali ia memakan cemilan.
saat Dea tengah asik dengan kesendirian nya saat itu, si pengacau datang merecokinya siapa lagi jika bukan Dio sang adik tercinta nya...
bruugghh...Dio meniban tubuh Dea
"yaampun mati gue" ucap Dea yang merasa kaget tubuh nya di tibani Dio
sementara Dio masih dengan posisi yang sama duduk di samping Dea, dengan bersandar kepada tubuh sang kakak yang lebih tepatnya menibani dari samping.
"bocah kampr*t berat mati ini gue yaampun" ucap Dea berusaha mendorong sang adik
"apasi mba nya berisik tau gak" ujar Dio tanpa dosa
"si*lan berat Dio badan Lo Segede badak nibani badan gue yang mungil ini" teriak Dea
"cih mungil dari Hongkong! badan Lo kek kebo gitu mungil" ledek Dio yang tidak mengubah posisinya.
"Hongkong kejauhan Dio jelas-jelas gue ada di samping Lo" ucap Dea
"hahaha oiya lupa" jawab nya
"aaaaaaaa, bunda tolong...dio berat ihh badan Lo berapa kintal sii" teriak Dea yang sudah merasa sesak karena keusilan adik nya
"berapa kintal gue 90 kilo aja kaga nyampe" ujar Dio membenarkan posisi duduk nya.
"ya kan kali aja gitu badan lo sampe 1 ton" ucap Dea tertawa.
namun di saat sedang asik berbincang dan bercanda ia melihat ayah nya menuruni anak tangga, terlebih lagi saat melihat sang ayah yang terlihat panik di susul dengan Sisil sang bunda.
"ayah sama bunda ngapa?" tanya Dio
"tau kepo amat si jadi bocah" jawab Dea, namun tak lama Sisil dan Rio pun menghampiri anak-anaknya nya.
"ayah sama bunda kenapa? ko kaya orang kecopetan gitu" ucap Dea asal
"yang bener aja ayah sama bunda kecopetan kan mereka abis dari kamar" ujar Dio membuat Dea tersadar.
"oiya" jawab nya dan kembali menatap kedua orangtuanya.
"ada apa" tanya Dio, Rio dan Sisil pun saling pandang bingung ya tentu saja bingung harus dengan cara apa mengucapkan nya.
"nak begini_" ucap Rio terhenti dan menarik nafas nya panjanglalu menghembuskan nya perlahan.
"om gio dan Tante Nita mengalami kecelakaan" ucap Rio membuat Dea dan Dio terkejut
"haa. maksud ayah" ucap Dea
"iya om gio mengalami kecelakaan karena mobilnya ada yang menyabotase, hingga menyebabkan rem nya blong" jelas Rio lagi
"terus om gio nya gimana gak apa-apa kan yah" tanya Dea
"sayang om gio sama Tante Nita gak bisa di selamatkan nak" ucap Rio.
flashback on
*ya gio memang memiliki perselisihan dengan saudara angkat Nita, saudara angkat Nita menginginkan gio menikahi anak nya namun gio menolak gio sangat mencintai Nita. bahkan ia rela menunggu dan menikahi Nita saat Nita sudah tidak suci lagi.
gio tau jika saudara Nita akan berbuat nekat, maka dari itu gio selalu mengubungi Rio untuk menceritakan semuanya, bahkan beberapa waktu lalu saudara angkat Nita sampai membuat keributan di kantor gio. dan kabar itu sampai ke telinga Rio dan membuat Sisil sedih akan keadaan meitha yang akan terguncang. gadis remaja yang beda beberapa tahun dengan putranya itu harus mengalami kehilangan kedua orang tuanya.
bahkan sebelum kecelakaan itu gio sempat menelepon kepada Rio jika terjadi apa-apa kepadanya, gio meminta Rio dan Sisil untuk merawat putri semata wayangnya dan membawa nya kembali ke tanah air.
bahkan gio sempat berpesan ingin jika Dio dan meitha di jodohkan, namun Rio tidak bisa berjanji akan hal itu karena Rio tidak ingin memaksakan kehendak nya. Rio ingin Dio yang mengambil keputusan sendiri.
Rio akan melihat perlakuan Dio kepada meitha nanti, karena saat inipun Dio baru kelas 1 SMA dan meitha kelas 1 SMP baru akan naik ke kelas 2 maka Rio tidak ingin terburu-buru.
Rio berfikir biar saja semua berjalan sesuai dengan rencana dan skenario nya, Rio hanya bisa berharap yang terbaik. begitupun dengan Sisil meskipun meitha nanti tidak menikah dengan anak laki-laki nya maka ia akan tetap menyayangi meitha seperti ia menyayangi dea, Dio dan juga calon baby yang masih berada dalam kandungan nya.
namun Sisil dan Rio yakin mengingat jika meitha gadis yang cantik juga ceria, terlebih lagi ia sering melakukan hal-hal yang lucu meskipun lebih banyak membuat Dio geram tapi Sisil yakin jika suatu saat gadis itu akan berhasil menarik perhatian putranya itu*.
flashback off
"apa?" ucap Dea dan Dio bersamaan.
"terus meitha gimana sama meitha?" tanya Dea. ya Dea langsung ingat dengan gadis lucu yang selalu mengganggu nya jika saat belajar.
"ayah akan menjemput nya nanti setelah semuanya urusan selesai" jawab Rio
"maksudnya ayah meitha akan tinggal disini" tanya Dio datar. dulu memang ia tidak masalah jika meitha dan Nita mami nya tinggal di rumah nya, namun sekarang meitha akan tinggal di rumah nya sendiri tanpa mami nya Dio yakin mereka akan seperti kucing dan guguk karena bawelnya meitha melebihi bawel nya Dea sang kakak.
"iya, kenapa bang apa kamu keberatan" jawab Rio membuat Dea dan Sisil menoleh ke arah nya.
"kenapa pada liatin aku kaya gitu kan jadi malu akunya" ucap Dio so manis
"cih. sok ganteng Lo" cetus Dea
"bunda waktu ngidam Lo makan apa? sampe anak begini bentukan nya" ujar Dea melirik sang adik.
"ngidam karet gelang mangkanya lentur begitu" ucap Sisil membuat semuanya tertawa. keadaan yang tadinya tegang mencair begitu saja karena ulah Dea dan Dio.
"yey, apa yang bunda makan saat ngidam waktu hamil itu kan bukan cuma aku aja, tapi ada juga kak Dea wleeee" ucap nya menjulurkan lidah.
"oiya lupa haha...ngapa punya kembaran kaya begini ya" ujar Dea kembali membuat Rio terkekeh.
"yasudah ini jadinya gimana bang? keberatan gak" tanya Rio namun saat Dio akan membuka mulutnya, Dea terlebih dahulu menjawab pertanyaan sang ayah
"nggak yah yaudah gak apa-apa" jawab Dea membuat Dio mengerucutkan bibirnya.
"yasudah kalo begitu ayah akan segera menjemput Mei kalo begitu" ucap Rio lagi.
...
disisi lain kanita yang mendengar kabar duka mengenai Nita pun ikut bersedih, apalagi mengingat jika Nita memiliki seorang gadis yang sangat cantik. meitha sangat disukai banyak orang karena sifatnya yg frontal dan juga bawell.
meitha memanggil kanita mami seperti kepada ibunya yaitu Nita, dan memanggil Sisil dengan sebutan bunda karena Sisil lembut maka itu cocok untuk nya.
meitha memang sangat dekat dengan Nita mengingat sang dadi yang dekat dengan Eza, namun iyapun sangat dekat dengan Sisil karena saat ini Mei tau jika Sisil sedang mengandung jadi Mei menelpon kanita.
*meitha: ha..hallo
kanita: ya hallo
meitha: mami hiks...hiks...
kanita: loh Mei kamu Kenapa nak?
meitha: mii dadi hiks...hiks.. dadi sama mami huhu (tangis nya pecah, dan kanita pun mengerti maksud meitha)
kanita: Mei kamu harus sabar sayang, mami dan Dady kamu nanti sedih kalo kamu kaya gini.
meitha: mi aku udah nggak ada siapa-siapa lagi hiks...
kanita: Mei gak boleh ngomong gitu,kamu Masi punya mami kanita, bunda Sisil, momy Sabil dan mama Mela sayang.
meitha: tapi aku sekarang sendiri mi... aku mau pulang mi aku gak mau disini hiks...aku mau bunda mi bundaaa (semakin tersedu)
kanita merasa tidak tega mendengar meitha meminta Sisil kepadanya. memang hanya Sisil yang mampu mencurahkan segalanya kepada gadis itu. kasi sayang keibuannya yang mampu memenangkan setiap orang yang berada di dekatnya.
kanita: yasudah kamu sabar nanti papi Eza sama ayah Rio jemput kamu kesana. kamu udah telpon bunda nak?
meitha: belum mi, aku nggak tega buat telpon bunda, apalagi bunda lagi hamil aku nggak mau bunda sedih atau kefikiran soal aku.
deg... kanita meneteskan air matanya gadis ceria canting bawel, sekarang keadaan nya benar-benar buruk, dia sendiri disana saat kepergian mami dan Dady nya. namun Masi memikirkan orang lain.
Kanita: sabarlah mami akan bilang papi biar cepat-cepat jemput kamu*.
panggilan pun terputus, karena hari ini Eza dan Rio sedang mengurus semuanya urusannya untuk membawa meitha. kanita membawa Arshal putranya ke rumah Sisil.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***jangan lupa like komen dan vote nyaππ
N**: udah dibikin ketawa gue dibikin mewek π
A: lah ngapa Lo?π*
*N: lagi puasa gue dibikin mewek π
A: Mon maap gak sengajaπ
N: jahad Lo Mumunπ
A: πππ*