
Hari ini Dio pulang lebih awal ia ingin menemui istri tercinta nya itu, namun saat tiba di rumah Dio tidak menemukan keberadaan istrinya.
Ia mencari ke kamar dan kolam tempat biasa istri nya menghabiskan waktu jika dirumah namun masih tidak menemukan nya, Dio pun memutuskan untuk bertanya kepada salah satu pelayan di rumah nya.
"Mbak nona dimana" tanya Dio.
"Anu tuan nona ada di taman belakang" jawab pelayan tersebut, setelah mendapatkan jawabannya Dio pun berjalan menuju taman belakang.
Saat akan memasuki area taman Dio bisa melihat keberadaan istrinya yang tengah berbaring di taman beralaskan tikar, ia bingung dengan apa yang sedang di lakukan oleh Mei.
"Sayang" panggil Dio membuat Mei menoleh.
"Abang kok sudah pulang" tanya mei.
"Iya, apa yang kamu lakukan honey ini kotor" ucap Dio ia mencoba mengangkat tubuh Mei.
"Ihhh nggak mau Mei may disini" ucap Mei.
"Tapi kotor sayang, kalo mau tidur di kamar aja yuk jangan disini nanti kamu di gigit serangga" ucap Dio.
"Nggak mau orang Mei lagu piknik" ujar nya membuat Dio menganga, istrinya ini benar-benar tidak berubah.
"Sayang gak gini caranya kalo piknik itu di taman hiburan honey bukan di taman sini" ucap Dio.
"Nggak Abang disini enak adem" ujar Mei merasakan hembusan angin yang menerpa wajahnya.
"Sayang" panggil Dio.
"Suttt jangan berisik" ucap Mei membuat Dio mendengus.
"Sayang jangan gitu nanti dedek nya kejepit" ucap Dio ia membenarkan posisi rebahan Mei.
"Nggak Abang ku sayang, Abang mau buah gak Mei kupasin ya" ucap Mei membuat Dio mengangguk.
Mei pun mengupas buah jeruk untuk suaminya itu, melihat tingkah Mei Dio merasa gemas antara ingin tertawa dan ingin membawa istri nya ke kamar.
Namun jika ia melakukan itu dio yakin jika Mei akan ngambek, daripada ngambek dan nanti istrinya akan puasa ngomong jadi Dio memutuskan untuk diam saja.
Ia menerima suapan buah dari Mei, melihat Mei yang memanjakan nya jiwa kecil Dio pun muncul menjadi lebih manja.
"Sayang nanti kita siapin kamar buat dedek ya" ucap Dio.
"Nanti aja lagian dedek nya Masi lama buat lahir" balas Mei.
"Kalo kamu mau baby nya cewek apa cowok sayang" tanya Dio.
"Apa aja Abang asal sehat dan normal gak ada kekurangan apapun, kalo Abang" ucap Mei, ia kembali bertanya kepada Dio.
"Sama sayang apa aja pasti Abang terima, mangkanya kita kalo ke dokter jangan tanya jenis kelamin nya bar jadi kejutan" ucap Dio.
"Iya Abang bener, eh perut nya udah keliatan buncit" ucap Mei mengarahkan tangan Dio ke perut nya.
"Iya papa dedek baik-baik aja kok" balas Mei menirukan suara anak kecil.
"Eh dijawab" kekeh Dio membuat Mei ikut tertawa.
Mei dan Dio tertawa dengan kebersamaan nya, Mei merasa bahagia meskipun kedua orang tua nya sudah tidak ada. dan Sisil juga jauh dengan dirinya setidaknya ada Dio suaminya Yeng selalu bersamanya.
Dio selalu memberikan waktu luang nya untuk Mei, dan ia pun selalu berusaha membuat Mei bahagia.
"Masuk yu udah sore kamu mandi" ucap Dio membuat Mei mengangguk.
"Jalan apa gendong" tanya Dio.
"Terbang kalo bisa" kekeh Mei.
"Tengkurap dah nanti Abang taruh karpet dibawah nya" ucap Dio.
"Buat apa" tanya mei heran.
"Buat terbang kan kamu mau terbang katanya, biar kaya alad*n gitu" ucap Dio membuat Mei tertawa lepas.
"Eh" ucap Dio saat melihat Mei tertawa.
"Kaget ya" ucap Mei.
"Biasa aja" balas Dio, keduanya pun berjalan menuju rumah utama, Dio menggandeng tangan Mei dengan mesra.
Mereka juga selalu berbincang dalam perjalanan mereka hingga tiba di kamar.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
Sisa nya nyusul ya 😁 aku lagi sibuk soalnya 😊