
pagi-pagi Rio sudah tiba di kantor nya dengan wajah muram dan terlihat kesal, kejadian semalam benar-benar membuat nya sangat lesu hari ini.
saat tiba di kantor ia melihat Rey yang berjalan ke arah nya.
"selamat pagi tuan" ucap Rey sopan
"hmmmm" balas Rio singkat
setelah itu tidak ada pembicaraan lagi di antara mereka Rey yang melihat wajah kesal bos nya lebih memilih untuk tidak banyak bicara. daripada kena semprot nantinya lebih baik diam fikir Rey.
di ruang kerja nya Rio menyibukkan diri dengan pekerjaannya untuk menghilangkan rasa kesal nya, waktu terus berjalan dengan cepat dan saking sibuknya ia baru tersadar jika waktu sudah menunjukkan jam makan siang.
Rio memutuskan untuk pergi ke caffe milik Eza ia juga ingin berkumpul dan menghilangkan penat. Rio dan Rey pergi meninggalkan kantor tiga puluh menit mereka tiba di caffe milik eza.
"ngapa muka Lo Yo kusut bener kaya baju belum di setrika" tanya gio yang melihat wajah kusut Rio
"lah iya muka Lo kenapa bro" tambah Zian yang juga ikut kumpul
"biasalah gue sebel sama anak-anak gue" jawab Rio
"kenapa emang si D&D?" tanya Eza
"D&D?" jawab Rio mengernyitkan dahinya
"iya Dio dan Dea" ucap Eza membuat Rio ber Oooo tanpa suara
Rio pun menceritakan kejadian semalam saat ia ingin bermesraan dengan sang istri yang gagal karena terganggu oleh kedua anak nya, tidak hanya itu Rio juga sudah rela menunggu anak-anak nya tidur sampai larut malam namun saat ia akan pindah kamar tiba-tiba Dea terbangun dan kembali menggagalkan niat nya.
Rio merasa frustasi dengan anak nya bahkan ia berfikir jika anaknya melebihi dari security yang ada di rumah nya. mendengar penjelasan Rio Eza, gio, Zian dan Rey tertawa atas kemalangan nasib sahabatnya itu.
"hahaha bagus itu Yo anak gadis Lo ngerti dia kalo bapak nya mau nambah personil baru" ucap gio menepuk bahu Rio
"lagian Lo Yo si Dio sama Dea Masi kecil masa mau di kasi adik kasian Sisil nya" tambah Eza
"bagus itu Yo anak Lo siap berjaga melindungi emak nya" ucap Zian membuat Rio mendengus
"gak usah pada ngeledek gue doain anak Lo lebih terjaga dari anak gue nanti yan" balas Rio kepada Zian kembali membuat yang lain tertawa
"lagian anak-anak Lo pinter amat Yo mau jagain emak nya tanpa mikir bapak nya tersiksa" ucap gio terkekeh sementara Rey hanya bisa ikut tertawa saja ia tidak ingin ikut mengatai bos nya karena takut jika Rio akan marah dan memotong bonus nya.
"bersyukur Lo Yo kalo anak-anak yang lain mana ada yang siaga kaya gitu" imbuh Zian
"Lo gak rasain si yan gimana kesel nya gue, akhir-akhir ini itu gue kebanyakan sibuk pas gue mau manja-manjaan sama bini gue tiba-tiba di grebek sama anak gue" balas Rio dengan wajah suram nya
"haha lagian salah Lo g*la kenapa gak kunci pintu" ucap Eza
"ya gue lupa lah kalo udah kebelet kaya gitu mana inget soal kunci pintu si" jawab Rio kembali membuat teman-teman nya tertawa
...
sementara di kantor Eza Sabil tengah sibuk dengan pemotretan nya karena akhir-akhir ini kanita jarang ke tempat kerja maka Sabil sering sendiri, bukan tidak memiliki teman karena beberapa bulan ini manager sekaligus sahabat nya yang tengah balik ge negara nya dan belum kembali itu membuat Sabil sibuk sendiri.
drrrrtttt... drrrrtttt
suara ponsel Sabil kebetulan pemotretan sudah selesai Sabil mengambil ponselnya di dalam tas, dan melihat nama yang tertera di ponsel nya bertuliskan *Zella* dan Sabil pun mengangkat nya.
Zella: hallo
*Sabil: ya
Zella: bibil Sabil Sabil (teriaknya)
Sabil: woy apaan si Lo berisik zelangkung
Zella: haha sorry
Sabil: kenapa? kapan Lo balik hah?
Zella: haha iyaiya ini gue lagi di jalan sayang
Sabil: kelamaan balik ke habitat Lo bikin gue riweh zelangku*ng
*Zella: ah elah Lo gak berubah nama gue bagus-bagus di pakein kangkung
Sabil: Bud*k Lo yak gue bilang langkung kenapa jadi kangkung seh
Zella: iya kangen kangkung gue bil nanti makan di resto Sunda yak
Sabil: serah Lo Malih gak denger gue dasar gak nyambung
Zella: iya bibil gue juga tau ikan kembung enak
Sabil: iya kaya Lo itu si kembung
Zella: bibil ihhhh jahat sii
Sabil: serah Lo Mumun bisa naik darah gue kebanyakan ngomong sama Lo*.
Sabil pun memutuskan telepon nya dengan wajah yang di tekuk.
"gak berubah emang itu anak gaje nya. kelamaan di alam nya jadi makin g*la itu bocah asli bikin gue emosi" gumam sabil
...
di kampus kanita melihat denia sedang merenung, karena ria dan Lala belum ada kanita memutuskan untuk menghampiri denia.
"Hay" sapa kanita membuat denia kaget
"kanita ngagetin aja" ucap denia
"kamu kenapa kok bengong" tanya kanita menatap denia
"aku gak apa-apa kok" jawab denia
"gak usah boong sama aku Nia cerita aja gak apa-apa ko" ucap kanita
"aku....aku lagi bingung kan" ujar denia
"kenapa" tanya kanita
deniapun menceritakan tentang istri paman nya yang menyuruh ia untuk bekerja, denia bukan terlahir dalam keluarga yang berada atau cukup ia tinggal bersama dengan paman nya yang bisa di bilang licik. denia gadis yang baik ia bisa kuliah di universitas A karena mendapatkan beasiswa ia gadis yang cantik dan cerdas berbeda dengan Kakak sepupunya yang bernama Liza.
denia di tuntut untuk mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan bibi dan kakak sepupunya nya, mendengar penjelasan denia kanita merasa iba ia pun sama tinggal dengan paman dan kakak sepupunya tapi kanita bersyukur karena Sisil dan tuan Gerry sangat baik terhadap dirinya. Karena merasa kasihan kanita berniat menawarkan pekerjaan kepada denia berhubung kanita belum memiliki manager maka ia akan menjadikan denia sebagai manager nya agar kanita tidak kerepotan.
"denia begini aku ada pekerjaan untukmu tapi entahlah kamu suka atau tidak yang jelas niatku disini ingin membantu kamu" ucap kanita
"benarkah kan? sungguh apapun pekerjaan nya dengan senang hati aku akan menerimanya" balas denia yang belum mengetahui pekerjaan nya. melihat denia yang bersemangat kanita semakin yakin jika denia gadis yang baik.
"begini karena aku belum memiliki manager maka aku ingin kamu yang menjadi manager ku denia. selama ini aku selalu kerepotan mengatur jadwal ku sendiri di tambah dengan urusan kampus aku jadi tidak bisa membaginya sendiri apa kamu mau" ucap kanita, mendengar itu denia memeluk kanita dengan erat rasa terimakasih tidak henti-hentinya ia ucapkan.
"iya aku mau kan, terimakasih telah menjadi teman ku bukan hanya itu kamu bahkan mau membantu aku padahal kita baru saling kenal" balas denia
"tidak apa jika aku bisa maka aku akan membantu kamu" ucap kanita tersenyum
...
sementara di rumah Sisil sedang membantu mbak memasak Sisil memotong sayuran, sesekali mengobrol dengan mbak yang bekerja di rumah nya.
"mbak berapa lama mbak bekerja sama mama mertua aku?" tanya Sisil karena pelayan di rumah nya adalah yang dulu menjadi pelayan di rumah utama yang di pindahkan oleh mama Rio kerumah Sisil.
"saya bekerja waktu tuan muda kelas 6 SD nona" jawab nya
"lumayan lama, apa mbak punya anak?" tanya nya lagi
"iya saya punya anak nona" jawab nya sopan
"berapa usia anak mbak?"
"anak saya berusia tujuh belas tahun non"
saat Sisil duduk di meja makan karena pekerjaan membantu mbak telah selesai Sisil menikmati cemilan sambil memainkan ponselnya. saat tengah asik Dio menghampiri sang bunda.
"bunda bunda" panggil Dio
"iya nak" jawab Sisil tanpa menoleh
"bunda" panggil nya lagi
"kenapa sayang" jawab nya masih dengan posisi yang sama
"bunda kalo aku panggil itu nengok dong kan yang ngomong sama bunda itu Dio bukan ponsel bunda" ucap Dio kesal membuat Sisil meletakkan ponselnya
"eh iya sayang maafin bunda ya nak ya, Dio mau ngomong apa" imbuh Sisil menatap sang putra
"nggak jadi udah gak mood" balas Dio melengos meninggal kan sang bunda
"yaampun itu bocah gaya nya udah kayak anak gede" gumam Sisil memandangi punggung Dio yang menjauh, tak lama Dio kembali membalikkan tubuhnya menatap sang bunda.
"kenapa sayang?" tanya Sisil heran
"bunda kok gak kejar aku si" jawab Dio merajuk
"idihhh mau banget di kejar udah kaya film India kejar-kejaran" ucap Sisil membuat Dio mendengus
"bunda kalo orang marah itu di kejar kalo bunda salah itu minta maaf" tegas Dio membuat Sisil membelalakkan matanya.
"yaampun bocah nyuru emak nya ngejar" ucap nya tertawa
"udah aku sebel sama bunda bye" balas Dio kembali meninggal kan sang bunda
"Dio mau bunda kejar gak" tanya Sisil sedikit berteriak
"nggak udah gak level" jawab nya ikut berteriak
"gak level katanya gak nyadar apa gimana kalo dia anak gue" gumam Sisil
di ruang tamu Dio duduk di sebelah Dea sang kakak yang sedang menonton televisi, melihat sang adik yang tengah sebal membuat Dea menatap nya.
"apa liat-liat" tanya Dio galak
"dih galak nya" jawab Dea kembali menatap tv
"biarin aku galak karena aku anak ayah" ujar Dio
"apa hubungannya galak sama anak ayah" tanya Dea
"ayah kan galak" jawab Dio polos
"ayah bukan galak tapi tegas" ucap Dea lagi
"terserah" cetus Dio pergi
"ih gak sopan" ucap Dea
"biarin" balas Dio
melihat adiknya yang merajuk Dea memilih ke ruang makan menghampiri sang bunda, dilihat bundanya sedang asik dengan ponsel nya. Dea membuka kulkas ingin mengambil ice cream namun tidak nyampe.
melihat sang anak kebingungan Sisil bertanya kepada dea.
"kenapa kak?" tanya Sisil
"aku mau ambil ice cream bunda" ucap Dea tersenyum
"terus kenapa gak di ambil?" tanya Sisil
"bunda gak liat tubuh Dea masih pendek" tanya Dea
"iya bunda liat Dea masih kecil kenapa?" tanya nya lagi gak peka membuat Dea mendengus, pantas saja Dio marah tenyata sang bunda kurang peka.
"bunda kulkas nya ketinggian jadi Dea belum bisa ambil ice cream sendiri karena gak nyampe" jawab Dea mendengar penjelasan sang putri Sisil pun memandang kulkas bergantian memandang Dea dan tersenyum.
"oiya haha bunda lupa" ucap nya lalu beranjak mengambil ice cream dan diberikan kepada Dea.
"makasih bunda" ujar Dea lalu pergi meninggalkan sang bunda membuat Sisil termenung
(anak-anak Sisil udah besar hiks rasanya baru kemarin hamil perut buncit sekarang mereka udah pada pinter aja. pinter ngomong, pinter ngomel, pinter marah, pinter nanya dan pinter yang lainnya. mah cucu mamah udah pada besar Sisil janji apapun yang terjadi Sisil gak akan membiarkan anak-anak Sisil sedih dan menderita) batin Sisil.
.
.
.
.
.
.
***jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
N**: Thor gue lagi puasa ngapa jadi ngomongin kangkung seh😭
A: lah ngapa Lo Mumun ada apa dengan kangkung?🤔
N: kan gue jadi pengen Thor😭*
*A: sabar ya Mun ya yang sabar😂
N: iya Thor😂 ngomong-ngomong kapan Dio punya adik Thor😂
A: nanti nunggu anak Sabil nongol dulu yak 😁
N: kelamaan jamileh😏
A: gak apa-apa Sisil anak nya udah dua jangan serakah😌
N: serah Lo dah Thor anak Mak Lo aja lebih dari dua jamileh😏
A: dih sotau Lo Mumun 😒
N: emang tau😝😂
A: udah salah ngotot lagi Bambang😂
N: berapa emang anak emak Lo Thor sampe si Sisil gak boleh serakah😂
A: dua aja kaga nyampe anak emak guemah 😊
N: yang bener Thor🙄
A: iya jamileh😬
N: gue kira Lo punya Abang atau adik gitu Thor 😁
A: ngapa emang?🙄*
*N: kenalin sama gue Thor😂
A: ogah😏
N: pelit Lo Bambang😒
A: bodomamat 😌
N: iya serah Lo sama si Mamat aja dah😏*