Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 301


Hari ini Dio terlihat sangat sibuk ia ingin menyelesaikan pekerjaan nya, karena setelah menikah nanti Dio ingin menikmati masa honeymoon nya bersama Mei.


Ia memeriksa beberapa berkas hingga di kejutkan oleh kedatangan sahabat gesrek nya, yang tak lain adalah Juna.


Juna masuk ke ruangan Dio tanpa permisi, ya memang ia selalu seperti itu. melihat Dio yang sudah selesai dengan kuliah nya Juna pun berusaha untuk menyusul Dio hingga ia berhasil dan kembali ke tanah air.


"Woooee" ucap Juna membuat Dio terkejut dan mendongak.


"Kam*ret ngagetin aja Lo" umpat Dio.


"Haha, sorry tadinya gue mau bikin kejutan buat Lo" ucap Juna.


"Ya Lo berhasil dan gue terkejut" balas Dio sinis, hal itu membuat Juna mendengus.


"Lo mau kawin Dio Masi aja sibuk heran gue" ucap Juna.


"Lo kira kawin kaga make duit? dikira bini gue gak perlu di kasi makan kali ya" balas Dio.


"Ayolah Bray Lo gak usah sibuk-sibuk gitu, gue aja nyantai" ujar Juna.


"Iya nyantai gak lama lagi perusahaan bokap Lo bangkrut, gara-gara punya anak gak ada ahlak kaya Lo" ucap Dio dingin.


"Omongan Lo Dio, ingat omongan adalah doa" ujar Juna.


"Doa gue baik Jun biar Lo cepet tobat jangan icip-icip doang di kawin kaga" sindir Dio, ia mengenal sahabat nya itu yang selalu gonta-ganti wanita sama seperti Julian, bedanya Julian tidak pernah mengajak wanita untuk ke kamar nya, berbeda dengan Juna yang benar-benar bermain-main dengan wanita.


"Menikmati masa muda gue mah, lagi pula yang gue kejar udah jadi milik orang lain" ucap Juna membuat Dio menatap sahabatnya itu.


"Siapa?" tanya Dio.


"Nih ya pertama gue suka sama Dea kakak Lo, sumpah dulu kalo gue bisa dapetin Dea gue ikhlas deh semua aset perusahaan dan kekayaan bokap gue jadi nama dia. lah dengan tega nya gue di tinggal kawin lebih parah nya lagi sekarang Dea mau punya anak" ujar Juna membuat Dio tersenyum tipis.


"Itu namanya Lo bukan jodoh nya Dea Jun, Lo pasti bisa dapetin yang lebih dari Dea" ucap Dio.


"Itu dia, gue sempet suka sama Mae dan sue nya si Mae malah nikah sama adik ipar nya si Dea ngenes gak tuh nasib gue" ucap juna membuat tawa Dio pecah.


"Lo tuh ngaco, Lo kehilangan Dea dan mau ngejar Mae Lo lupa kalo mereka berdua Mulu." ujar Dio.


"Lah iya bodoh nya gue ya gitu, sekarang gue makin patah hati dah di tinggal kawin sama Lo Dio Kam*ret. boleh gak si gue nikahin si Dena adik Lo" ucap Juna membuat mata Dio membulat sempurna.


Melihat reaksi Dio Juna pun cengengesan, ia merasa takut jika sahabat nya itu marah. bisa-bisa perusahaan orang tuanya bangkrut beneran karena ulah Dio.


"Berani Lo macem-macemin Dena atau deketin Dena, masa depan Lo gue sulap jadi ngilang" ucap Dio, meskipun ia tau bahwa itu tidak mungkin namun tetap saja Dio harus waspada.


Saat tengah berbincang tiba-tiba pintu ruangan Dio terbuka, masuklah Mei yang langsung menghampiri Dio dan mengecup pipi calon suami nya itu. tanpa tahu bahwa disana ada Juna.


Sementara Juna menelan Saliva nya dengan susah payah, ia melihat pemandangan yang indah di hadapan nya. namun bukan itu yang membuat Juna tertegun melainkan kecantikan Mei.


"Hay bang, aku bawain kue kesukaan Abang" ucap Mei membuat Dio tersenyum, selain karena senang Mei datang ke kantor nya. Dio pun merasa lucu dengan ekspresi Juna.


"Woooee, orang ni disini ada orang" dengus Juna yang sudah tersadar dari lamunannya, sementara Mei merasa terkejut karena bukan hanya Dio yang ada di ruangan itu.


"Loh bang Juna, sejak kapan disitu" tanya mei.


"Yaampun Meitha, sebelum Lo Dateng juga gue udah nempelin calon laki Lo duluan. tapi sue nya gue harus liat pemandangan menyiksa itu" ucap Juna dengan wajah memelas nya, sementara Dio menuntun Mei untuk duduk di sofa bersama dengan dirinya dan Juna.


"Maaf Mei gak tau kalo ada bang Juna" ujar nya merasa tidak enak hati.


"Sudahlah honey tidak apa-apa" ucap Dio membuat Juna kesal.


"Dah lah gue ngomong sama orang yang lagi kasmaran mah kaga bakal menang" cebik Juna.


"Oiya Mei bawa kue, di makan bang" ucap Mei, mengeluarkan kue yang di bawa nya.


Sementara Juna memperhatikan Mei, hal itu membuat Dio kesal karena berani-beraninya Juna memandang gadis nya itu.


"Kheemmmm" dehem Dio.


"Gue tu*uk mau" ancam Dio.


"Yaelah Dio gue cuma intip dikit doang pelit amat" ucap Juna, membuat Dio langsung memeluk Mei. hal itu membuat Juna membuka mulutnya.


"Asli si Lo udah bucin akut kalo begini" dengus Juna.


"Mangkanya nyari buat di ajak nikah, jangan nyari cuma buat icip-icip doang" sinis Dio.


"Iyadah iya kalah gue mah sama Lo" ujar Juna pasrah.


Merekapun berbincang sambil memakan kue yang di bawa oleh Mei, dengan telaten Mei menyuapi Dio dan hal itu membuat Juna merasa iri.


Ia ingin sekali mendapatkan wanita yang tulus mencintai nya, bukan yang hanya ingin berfoya-foya dengan uang nya saja.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bang Dio



Meitha



*Happy reading 😊🤗


A: gue mo nanya sebenarnya kalian tuh lebih suka cerita nya banyak apa dikit?🙄


N: banyak lah Thor, kalo dikit lagi asyik-asyiknya banca abis😂


A: gue heran kebanyakan yang minta episode nya di banyakin, ada juga yang komen kebanyakan. lah biar kaga pusing kalo kebanyakan Lo potong aja dah biar jadi dikit😪


N: 🤣🤣🤣 Lo kira Aya. di potong 😂


A: gue bingung ni ya biasanya gue up satu episode 1000 kata juga, Masi banyak yg bilang kurang banyak. nak kemarin gue up 2 dan 1 episode 800 kata di bilang kebanyakan kan kebalik Mumun😭


N: biasanya Lo up 3 Thor 😁


A: mangkanya gue lier, biasa 3 itu 1 episode nya 1000 kata Masi banyak yang minta nambah😭


N: dah lah banyakin aja 😂


A: tau dah lier gue 😂 vote kaga minta up aja Lo. lama-lama gue gantungin juga🤣


N: jangan dong 😭


A: 🤣🤣🤣*