Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 161


setelah kenaikan kelas dan libur panjang Dea dan Dio kembali beraktivitas, selama liburan Dea merasa hidupnya tenang karena ia tidak perlu menjelaskan kepada kedua temannya. namun hari ini tiba dan membuat Dea menjadi lesu, ya tuhan andai Dea bisa menghindar dari teman-temannya.


Dea merasa bingung harus menjelaskan dari mana, apalagi saat ini ia sedang di sidang oleh Nina dan Mae dengan tatapan tajam.


"jelasin!" ucap Mae


"apanya?" tanya Dea pura-pura lupa.


"Lo gak pikun kan ya, umur Lo masih muda" jawab Nina. Dea pun menghela nafasnya berat entah apa yang akan terjadi jika kedua sahabatnya mengetahui siapa Dea dan marah padanya.


"oke. tapi janji dulu cuma kalian berdua yang tau! jangan sampe ada orang yang tau lagi selain kalian!" tegas Dea yang di angguki oleh kedua sahabatnya.


Dea pun menjelaskan jati dirinya mengenai ia seorang putri dari keluarga Artadinata, dan juga mengenai ia dan Dio adalah saudara kembar. meski tidak ingin Dea tetap harus menceritakan nya karena ia tidak ingin Nina dan Mae marah kepadanya.


Dea terus berceloteh membuat kedua sahabatnya itu ternganga, Dea juga memberi tahu jika ia hanya ingin berteman tanpa memandang harta dan status sosial. Dea hanya ingin berbaur Dea tidak ingin di anggap tinggi oleh orang lain, Dea hanya ingin dipandang biasa saja dan berteman seperti layak nya orang biasa. tidak pamer kekayaan, tidak pamer kendaraan dan tidak pamer kekuasaan seperti orang-orang yang biasanya, karena Dea tidak ingin orang menghormati nya karena ia putri dari Rio tapi ia ingin orang menghormati nya karena kemampuan dan prestasi nya sendiri.


mendengar jawaban Dea yang seperti itu Nina dan Mae terkagum-kagum dengan cara berfikir Dea, jika orang lain mungkin akan membanggakan diri dan mempublikasikan status nya namun tidak dengan Dea. bahkan di sosial medianya pun jika ia memposting foto dengan orang tuanya akan ia tutupi dengan stiker. ya itulah Dea Anggita Putri Artadinata orang yang lain Dario kebanyakan orang.


"Dea yaampun, gue nggak nyangka gue kira Lo bakal jauhin kita karena kita gak sebanding sama elo" ucap Nina yang merasa minder.


"kalian dengar ya gue itu berteman sama siapa aja, hanya saja gue melihat dari ketulusan nya. sekarang apa guna nya gue nyari temen yang kaya tapi sombong? buat apa. buat pamerin kekayaan? buat obral foto mobil mewah? itu gak berfaedah Ferguso lagian kalo emang beneran kaya buat apa di pamerin? toh orang bisa lihat dan menilai sendiri gak usah kita yang heboh pamer ini itu" ujar Dea membuat kedua temannya bertepuk tangan riang.


"hebat. haha gue suka gaya Lo" ucap Mae berbinar.


"eh ngomong-ngomong bukan nya Lo punya adik sepupu yang tinggal sama elo?" tanya Nina


"iya ada namanya meitha gadis cantik dan periang" jawabnya tersenyum.


"waaaahh penasaran kita" ucap Nina.


"gak usah penasaran orang nya nyebelin, bawel banget pula" ujar dea membuat keduanya tertawa.


...


di kediaman Rio terlihat ramai. ya hari ini kanita dan Eza sedang mengunjungi Sisil setelah sekian lama. bahkan kanita Sangat merindukan Dea sang ponakan yang ia yakini sekarang sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik.


"aku kira kalian lupa jalan pulang" ucap Sisil menggendong Dena.


"haha tadinya seperti itu, tapi aku ingat disini masih ada Dena dan dea ponakan tercantik nya aku" jawab kanita.


"cih... bilang aja karena kamu belum dapet anak cewek mangkanya gemesh sama anakku" ledek Sisil


"iya tadinya aku mau tuker Dena sama Arshal aja boleh gak? gapapa kalo harus aku yang nambah" candanya


"astagfirullah kanita, Lo kira anak gue ban mobil yang bisa di tuker tambah" ucap Sisil


"haha gak apa-apa Arshal kan udah gede, udah bisa main sendiri, biar Dena nanti aku yang ngurus" ucap kanita, tanpa ia ketahui bahwa putranya mendengar percakapan mereka.


"mamiiiii" rengek Arshal.


"eh ia sayang" balas kanita.


"mami jahat" ujarnya membuat kanita mengernyitkan dahinya.


"arsh kata mami Arshal mau di tuker tambah sama baby Dena" ucap Sisil membuat kanita melotot.


"mami aku bukan barang yang bisa di tuker tambah" ujarnya merajuk.


"kata mami arsh udah gede jadi udah nggak gemesh lagi" lagi-lagi Sisil memprovokasi.


"papiiiiiiiiiii huaaaaaa mami jahat, papiiiiii mami mau tuker tambah aku" tangisnya membuat kanita menepuk dahinya.


"kakak ihhh anak ku nangis" geram kanita namun Sisil hanya tertawa.


"uhhhh sayang nya mami jangan nangis nanti jelek loh" rayu kanita.


"mami mau tuker tambah aku berapa?" tanya Arshal tiba-tiba membuat Sisil dan kanita membuka mulutnya.


"mamiiiii ih aku tanya" rengek nya.


"loh kenapa emang nya?" tanya kanita.


"kalo mami tuker tambah aku nanti mami kesepian" jawab nya polos membuat Sisil dan kanita merasa gemas.


"arsh bunda mau peluk" ucap Sisil


"boleh asal bunda bagi baby Dena buat aku" tawarnya.


"hah? enak aja anak gue emang makanan main bagi-bagi aja" ucap Sisil memeluk Dena.


"arsh baby Dena main nya nggak sendiri dong" ucap Sisil.


"iyakah bunda" tanya asrhal antusias


"iya baby Dena banyak temen nya, ada bang Dio, kak Dea, sama kak Mei. emang Arshal main nya sendiri aja" hasut Sisil membuat kanita mendengus kesal.


"tapi arsh nggak ada temen bunda, kan ada di rumah Mulu" jawab nya polos.


"mangkanya minta dedek bayi sama kamu dan papi" ujar Sisil.


"udah bunda tapi papi lama beli nya" jawab arsh membuat Sisil mengernyit.


"maksudnya?" tanya Sisil.


"waktu itu momy Sabil kerumah. terus bilang kalo kak Delia mau punya dedek, terus suruh aku minta sama mami. tapi sampe sekarang papi belum beli dedek juga" ucap nya dengan mata yang berkedip lucu. jawaban arshal membuat Rio dan Sisil tertawa.


"emang papi mau beli dedek dimana" goda Rio.


"di mall ayah. bunda juga beli baby Dena di mal kan ya" ucap nya.


"enak aja ini bukan beli tapi bikin" ujar Sisil membuat semuanya tertawa. dan Arshal malah lari dan melompat ke pangkuan Eza.


"Pi...papi" panggil Arshal.


"hmmmm" jawab Eza menatap putra tersayang nya.


"papi bikin dedek yu Pi" ajak nya membuat Sisil dan Rio kembali tergelak.


"iya nanti ya" jawab Eza.


"nggak mau Pi mau sekarang" rengek nya membuat kanita mencebikan bibir nya.


Arshal saja masih membuat nya kerepotan apalagi jika ada dedek kecil lainnya, kanita belum siap tuhan ada apakan ini huhhh. kanita menatap Sisil tajam namun yang di tatap hanya tersenyum.


"kan bikin dedek itu lama nak" rayu kanita.


"nggak mami, bunda aja cepet itu jadi dedek Dena" jawab nya.


"elahhh ini anak, ya karena itu kamu taunya pas dia udah brojol dari sarang emak nya" ucap kanita membuat semuanya tertawa lagi


"ayo mi ke dapur mi" ajak nya.


"ngapain?" tanya kanita bingung.


"buat dedek la mi haih" ucap Arshal frustasi.


"masa buat dedek di dapur" ujar kanita.


"kan tepung nya ada di dapur mami" ucap nya kesal. namun ucapan nya membuat semua orang membuka mulutnya.


"kok tepung?" ucap Eza


"dipikir bikin bakwan pake tepung" dengus kanita yang malah kembali membuat orang-orang tertawa.


semua yang berada di ruangan itu merasa gemas kepada Arshal, dengan tingkah bawel nya dan tingkah polos nya selalu membuat orang-orang suka kepada nya. bersyukur kanita memiliki Arshal yang menjadi penenang dalam hidupnya.


ini visual nya Arshal Radeya Giovano ya kecil-kecil namun terlihat keren dan cool seperti sang papi.



dan ini visual nya Dena Anggia Putri Artadinata gadis mungil pipi chubby bermata bulat. menjadi tuan putri di rumah nya setelah sang kakak yaitu Dea. bagaimana tidak gemash jika seperti ini😍



***jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


A**: Mon maap baru nongol ya😁


N: kau tau nunggu itu gak enak😭


A: maapkan aku ketemi😂*


*N: yaya baiklah😁


A: maaciw❤️


N: sama" 🤗*