Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 316


Hari ini Dio sudah pulang dari acara honeymoon nya, ia akan di jemput oleh supir keluarga Rio dan Sisil.


Sementara Dea dan Mae menunggu kepulangan pengantin baru itu di rumah Sisil, Mae terlihat sedang duduk di ruang tamu bersama dengan Dea.


Hingga mereka di kejutkan oleh suara Mei dan Dio yang mengucapkan salam, Dea menoleh dan buru-buru memeluk Mei dan juga Dio.


"Assalamualaikum" ucap Mei dan Dio bersamaan.


"Walaikumsalam" jawab Dea, Mae dan juga Sisil.


"Bundaaaaaaaaa, Mei kangen bunda. pokok nya Mei gak mau jauh-jauh sama bunda lagi hiks...." pekik Mei membuat Dea dan Mae saling memandang.


"Kenapa dia de, balik honeymoon bukannya seneng malah mewek" tanya Mae.


"Lah mana gue tau, itu anak aneh orang pergi berduaan sama suami seneng dia malah gak mau pergi lagi" jawab Dea, keduanya menatap Mei yang berada dalam pelukan Sisil.


"Dio, Lo apain Mei sampe nangis kaya anak hilang yang baru ketemu emak nya gitu" tanya Mae, membuat Dea terkekeh.


"Gak gue apa-apain kok" jawab Dio gugup.


"Bohong, Lo pasti ajak dia main bola kan" goda Dea.


"Mana ada main bola, main kapal-kapalan baru bener" balas Dio yang mendapat pukulan dari Dea.


"Awwwwh, sakit Dea" pekik Dio.


"Lo jaga aib dikit ngapa, jadi orang polos banget" cetus Dea.


"Ya Lo nanya nya begitu, ya gue jawab lah" ucap Dio.


"Mei, kamu kenapa kok nangis" tanya Dea.


"Aku kangen bunda, aku kangen kakak" lirih nya.


"Udah nggak usah nangis lagi, sini kakak peluk" ucap Dea, Mei pun beralih kedalam pelukan Dea.


Mae yang melihat itupun ikut memeluk Mei penuh sayang, Mei sudah ia anggap sebagai adik nya sendiri.


"Istirahat lah kamu pasti capek" ucap Dea, ia mengelus kepala Mei.


"Aku tidak ingin tidur dulu, aku masi merindukan kalian" rengek nya.


"Bunda lihatlah, menantu mu ini masih seperti anak SD" ujar Dea, menggoda Mei.


"Mana ada anak SD, aku sudah besar" ujar Mei.


"Jika seperti itu istirahat lah temani suami kamu, apa gak kasian Dio tidur di kamar sendiri" ucap Dea, membuat Mei tersadar jika Dio sudah tidak ada bersama mereka.


"Hmmmmm, baiklah" jawab nya, berlalu meninggalkan Dea, Mae dan Sisil.


"Kak apa kamu tidak ingin beristirahat" ucap Sisil, ia khawatir karena perut putrinya yang semakin membesar.


"Ya aku akan pulang Bun" jawab nya.


"Istirahat lah disini, jangan terlalu banyak berjalan bunda takut anak mu akan tiba-tiba keluar saat kamu sedang berjalan" ucap Sisil membuat Dea dan Mae tertawa.


"Mana ada seperti itu, dikira aku kucing apa ya" balas Dea, kali ini Sisil yang tertawa.


"Masuk dan istirahat lah, mae kamu juga istirahat lah. bunda bingung perut sudah semakin membesar tapi kenapa kalian malah sukan jalan-jalan" ujar Sisil.


"Entahlah bun, aku juga bingung. bahkan saat bang Justin meminta ku untuk pindah kamar aku tidak menurutinya" ucap Dea membuat Sisil terkejut, pasalnya selama ini Sisil mengira bahwa Dea sudah pindah kamar di lantai dasar.


"Mae, kakak sebaiknya kalian pindah ke kamar lantai satu saja dulu. bunda khawatir dengan kehamilan kalian" ucap Sisil.


"Kita males pindahan nya Bun" ucap Dea.


"Kan bisa minta tolong pelayan kak" balas Sisil.


"Iya si, tapi aku gak nyaman aja gitu Bun kalo tidur di kamar lain" lirih Dea.


"Hey, ini untuk kebaikan kamu dan anak kamu. apa kalian tidak khawatir lihat Mae jalan sedikit saja sudah ngos-ngosan apalagi kamu" jelas Sisil.


"Ya baiklah kami akan pindah kamar" balas Dea, ia tidak ingin membuat bundanya khawatir.


Dengan berat hati Sisil membiarkan Dea dan Mae pulang, dengan syarat di antar oleh pelayan rumah Sisil. karena rumah Sisil dan rumah Justin bersebrangan jadi Sisil hanya meminta pelayan untuk mengantar kedua putrinya itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


Mommy Dea



Mommy Mae



Meitha



Dena Anggia



Daddy Justin



Daddy Julian



Babang Dio



Babang Carl



***Happy reading πŸ˜ŠπŸ€—


A**: dah lah males gue ganteng" banget sii πŸ˜’*


***N**: author jahat bikin gue oleng berkali-kali 😭


A: kalo liat yg ganteng tuh bawaannya semangat nulis Mun, tapi itu oleng gak ketulungan 🀣


N: sue loo Thor😭 harus pilih sapa gue sekarang 😭


A: yang jelas jangan pilih gue 🀣


N: kaga lah Thor gue Masi waras 🀣


A: kirain πŸ˜‚


N: suee Lo πŸ˜’


A: 🀣🀣🀣*