
keesokan harinya pun tiba dan Sisil memutuskan untuk tidak masuk bekerja hari ini, ya karna perasaan nya yang belum stabil...
Mela dan Nita pun berangkat bekerja berdua mereka pergi menggunakan mobil milik Sisil, karna Sisil yang memintanya jadi mereka mengikuti keinginan Sisil...
setibanya mereka di kantor seperti biasa mereka langsung menuju ruang kerja masing-masing, tak lama Rio dan Rey tiba di kantor mereka memarkirkan mobilnya di samping mobil milik Sisil yang di kendarai oleh Mela....
Rio yang melihat mobil Sisil terparkir disana pun merasa senang dan berfikir bahwa Sisil sudah mulai masuk bekerja hari ini, sehingga Rio bergegas menuju ke ruangan nya di susul oleh rey. harapan nya tak lain ingin bertemu dengan Sisil...
setibanya Rio di depan ruang kerja ia menatap meja kerja Sisil yang masih kosong tidak ada penghuninya, Rio benar-benar merasa kecewa karena harapan nya bertemu Sisil gagal, namun iya juga merasa sangat bersalah...
(seandainya aku tidak mengatakan hal yang menyakitimu mungkin saat ini kau ada di hadapanku gadis nakal, aku sangat merindukanmu merindukan ngeyel dan tingkah polos mu) batin Rio yang menatap meja kerja Sisil, dan Rio pun berjalan masuk ke dalam ruang kerjanya
Rey yang melihat rasa bersalah yang begitu besar di wajah Rio pun merasa tidak tega dengan keadaan bos nya, tapi tidak bisa di pungkiri ini memang kesalahan Rio...
(mengapa anda sebodoh itu tuan, dengan waktu yang tidak sebentar anda berusaha menarik perhatian nya, dan mendekati nya tapi kenapa anda menyakiti nya dengan waktu yang sangat singkat bahkan sekarang anda sendiri yang merasa bersalah atas keadaan nona Sisil) batin Rey
💞 💞 💞
sedangkan dikediaman Pratama Sisil sedang menonton TV di ruang tengah sambil melamun, tubuh nya berada di depan tv namun fikirannya berlarian kesana kemari...
"bahkan kamu tidak mencariku sama sekali tuan, setidaknya kata maaf untuk membuat ku jauh lebih baik bahkan kau tidak menelpon ku" gumam Sisil dengan hati yang tidak karuan
(hati kenapa kau bodoh sekali apa kau tidak memikirkan aku sebagai majikan mu, bahkan untuk membenci nya saja aku tidak sanggup padahal aku sangat ingin membencinya tapi aku tidak bisa... fikiran ku berkata aku benci padanya tapi kenapa hatiku berkata lain) batin Sisil
(kenapa aku jadi sebodoh ini kalo soal Rio, padahal Rio sendiri belum tentu memikirkan ku, mungkin sekarang dia sedang bersenang-senang ketawa-ketawa mungkin) tambah nya lagi...
setelah beberapa hari Sisil tidak masuk bekerja Rio memutuskan untuk bertanya kepada Mela dan Nita, Rio berfikir kedua sahabatnya nya pasti tau kenapa Sisil tidak masuk kerja beberapa hari ini...
Rio pun memanggil Mela dan Nita, tidak lama dua sejoli itupun datang dengan perasaan takut mereka memberanikan diri untuk menghadap Rio...
"selamat sore tuan, apa ada yang bisa saya bantu" ucap Mela sambil menunduk diikuti oleh nita
"silahkan tuan apa yang ingin anda tanyakan" jawab Nita
"mengapa Sisil tidak masuk kerja beberapa hari ini" tanya Rio
Mela pun bergegas menjelaskan, karna Nita tidak berani berbicara banyak dengan Rio beda halnya dengan Mela
"maaf tuan Sisil sedang tidak sehat" jawab Mela
"apa benar? selama itu kah" tanya Rio menyelidik kedua sahabat Sisil pun mengangguk
"apa dia marah padaku atas kejadian waktu itu" tanya nya lagi dengan penuh penasaran
Mela yang mendengar itu pun merasa geram, bagaimana tidak gara-gara kejadian itu ia benar-benar melihat Sisil yang terkenal ceria dan sabar sangat berbeda saat itu Sisil terlihat benar-benar sangat hancur...
.
.
.
.
.
***bersambung.....
jangan lupa like sama vote nya 🙏😊***