
Sore hari sepulang dari kampus Dena langsung memasuki rumah nya, tunggu kenapa di garasi ada mobil lain selain mobil ayah, bunda dan mobil nya.
Dena yang tidak ingin ambil pusing tidak mempedulikan hal itu, ia memasuki rumah nya dan terkejut melihat kehadiran Dea, Aiden, Alexi dan Aneska.
Dena mematung tidak percaya jika kakak nya berada disini bersama ketiga ponakan nya, ralat kelima ponakan nya karena Mei dan kedua anak nya pun ada di rumah Dena.
"Aunty" pekik Aiden berlari ke arah Dena, sementara Aneska, Alexi, Arka dan Azka hanya terdiam. Dena mengerti jika empat ponakan nya itu belum mengenal nya.
"Hay boy" ucap Dena menciumi wajah Aiden.
"Haha geli aunty" ujar nya.
"Kenapa kamu tidak memberi tahu aunty jika kamu akan kesini" ucap Dena mengelus kepala Aiden.
"Karena kata mom kita akan membuat suprise untuk aunty" jawab nya.
"Benarkah?" tanya Dena.
"Hmmmmm" jawab Aiden.
"Wooow, kalo begitu aunty sayang terkejut dan sangat senang karena kalian ada disini" ucap Dena.
"Syukurlah" jawab Aiden, Dena berjalan mendekati Dea dan Mei. eh kemana dua Abang nya itu kenapa tidak kelihatan telinga nya.
"Hai sayang, bagaimana kuliah mu" ucap Dea, ia menciumi wajah cantik adik nya itu.
"Semuanya lancar" ucap Dena, ia bergantian memeluk Mei yang tersenyum.
"Apa kabar kakak sepupu, ralat kakak ipar" ucap Dena membuat Mei tertawa kecil.
"Tentu saja aku baik" jawab Mei.
"Ya, memang harus seperti itu" ucap Dena.
"Dimana Abang?" tanya nya.
"Abang siapa ini" ledek Dea.
"Stop, jangan membicarakan hal itu. aku tau kemana arah pembicaraan mu kak" ujar nya membuat Dea tertawa dan memeluk Dena.
"Aku tau kau tidak menyukai putraku" ucap Dea.
"Tentu saja, dan jika semua orang menganggap ku menyukai nya. sungguh jangan salahkan aku jika aku membenci kalian semua yang tidak mengerti aku dan perasaan ku" ucap Dena tegas membuat semuanya tersenyum.
"Kenapa seperti itu" tanya Dea ia ingin tau alasan nya.
"Kau tau kak, bagaimana perasaan mu jika kita tidak memiliki perasaan atau hati untuk seseorang tapi mereka mengira kalo kita menyukai nya itu seperti apa rasanya. seperti aku ingin semua keadaan nya dibalik aku ingin mereka merasakan apa yang aku rasakan, kenapa aku tidak ingin kembali karena aku lelah dengan orang-orang yang mengira ku menyukai nya" tegas Dena.
"Ya kau benar, aku bukan tidak peduli padamu aku diam karena aku tau kamu tidak memiliki hati untuk siapapun bukan" ucap Dea.
"Adik kamu ini sekarang lagi Deket sama senior nya kak" sambar Sisil membuat Dena mendengus.
"Bundaaa" rengek nya, membuat sang bunda tertawa.
"Waaahhh benarkah?" tanya Dea.
"Hmmmmm, dia sedikit seperti ayah namun terkadang menyebalkan" ucap Dena membuat Dea dan Mei tertawa.
"Apa dia tampan sampai bisa membuat adikku ini melirik nya" goda Dea.
"Senyumnya itu bagaikan air gulaaaaa" pekik Dena membuat semuanya tertawa, mereka merasa lucu dengan Dena yang baru kali ini membicarakan lelaki di usianya yang sudah dewasa.
"Wooow, aku penasaran" ucap Mei, membuat Dena menoleh.
"Abang Dio mah, lewat" kekeh Dena membuat Dea dan Sisil tertawa.
"Apa dia seorang bule" tanya Dea.
"Tidak bukan, sepertinya dia bukan bule. kakak kau tau tiap aku berdekatan dengan nya jantung ku tidak aman, apa aku harus periksa ke rumah sakit" ucap Dena membuat tawa semuanya pecah, Dea menepuk pipi Dena membuat Dena ikut tertawa.
"Hahah kakak" ucap Dena.
"Ngaco, mana ada harus kerumah sakit apa kau gila" ucap Dea.
"Gak percaya aku mei kalo dia udah kuliah" ucap Dea.
"Kenapa kalian tertawa, aku serius tadi itu dia menemui ku tapi aku sudah membuat kesepakatan jika aku tidak akan berdekatan dengan nya di area kampus" ucap Dena.
"Lalu kau akan bertemu dengan nya dimana" tanya mei.
"Di luar area kampus, di rumah atau mall misalnya" ucap Dena.
"Bagaimana kau mau bertemu dengan nya, jika jantung mu tidak aman" kekeh Dea.
"Gak gitu, kalo di depan dia aku biasa saja cuma saat sudah tidak bersama dia aku merasa gila mendadak" pekik nya.
"Hei, hati-hati cintamu bertepuk sebelah tangan" ucap Dea khawatir.
"Tenang semuanya tenang, aku yakin aku bisa menaklukkan nya aku yakin itu sungguh" ucap nya, membuat Sisil, Dea dan Mei berharap jika pilihan Dena tidak akan salah mereka yakin itu.
Mereka tau jika Dena tidak yakin ia tidak akan menceritakan nya, berbeda jika dirinya yakin ia akan bercerita dan meminta saran terbaik dari bunda dan para kakak nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Dena Anggia**
***Aiden**
Alexi
Aneska
Arka & Azka*
**Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
N**: bibit unggul semua kaga tuh 😂
A: unggul lah bukan main itu 🤣
N: Alexi sana Aiden yaampun pen gue karungin boleh gak si 😭
A: jangan nanti emak nya galau 😭
N: itu Justin pake pupuk apa ya sampe anak nya bibit unggul semua 😭🤣
A: heh, ngaco dikira pohon pake pupuk 😭
N: abisan bikin gue ngiler 😭🤣
A: 🤣🤣🤣*