
Sisil menatap wajah Dena dengan intens sebelum bercerita, ia tersenyum lalu mengelus kedua pipi Dena dan mencium setiap inci wajah putri nya itu.
"Ayo bunda" ucap Dena yang masih menunggu Sisil bercerita.
"Baiklah bunda akan bercerita kepada tuan putri" ucap Sisil, yang selalu memanja dan menganggap Dena anak kecil. meskipun Dena selalu menolak nya namun Sisil selalu melakukan itu.
"Ayo" ucap Dena tidak sabaran.
"Ayah sama bunda itu di jodohkan sayang sama Oma Danti dan opa Gerry, tapi tanpa mereka ketahui jika kami memiliki perasaan yang sama" ucap Sisil membuat Dena semakin bersemangat.
"Benarkah seperti itu" tanya nya.
"Hmmmmm, tapi sebelum itu kami sempat mengalami konflik karena ayah kamu salah paham. ya karena banyak wanita yang menyukai ayah kamu dan mencoba untuk memisahkan bunda dan ayah" ujar Sisil.
"Waaaahh, siapa bunda biar aku hajar orang itu. berani sekali menyakiti bundanya Dena yang cantik ini" ucap Dena membuat Sisil tersenyum.
"Tapi kan pada akhirnya kami menikah, meskipun hanya keluarga saja yang menghadiri nya" ucap Sisil, membuat dena berfikir pantas saja Dea menikah tidak di rayakan ternyata bunda nya pun seperti itu.
"Bagaimana perasaan bunda saat menikah dengan ayah" tanya Dena.
"Campur aduk, karena pernikahan kami tidak ada yang spesial" ucap Sisil menerawang mengingat kejadian menyedihkan saat ia mengandung Dea dan Dio.
"Bahkan bunda hampir saja kehilangan kedua kakak kamu nak, CK. itu semua sangat lucu kami pergi bekerja masing-masing karena kami menyembunyikan pernikahan kami" ucap Sisil membuat Dena termenung.
"Maksudnya bunda hampir kehilangan kakak dan Abang?" tanya nya, Sisil pun mengangguk dan tersenyum.
"Iya, kakak dan Abang kamu yang masih berada dalam kandungan bunda. kamu tau bunda sangat takut kehilangan janin bunda pada saat itu tapi untungnya kedua kakak kamu itu kuat hingga kandungan bunda tidak apa-apa" ucap Sisil.
"Bunda kenapa kisah nya seperti drama" ucap Dena.
"Bunda berharap Dena mendapatkan pasangan hidup seperti kak Dea yang mendapatkan bang Justin, yang mencintai dan menyayangi Dena" ucap Sisil.
"Pasti itu, Dena tidak akan salah pilih di usahakan ya bunda ya" kekeh Dena.
Sisil terdiam mendengar ucapan Dena, pasal nya ia mendapat informasi dari mela jika anak ella seumuran Dena dan tinggal di negara ini untuk sementara selama sekolah.
Saat itu ela melarikan diri dari Rio dan menikah dengan orang kaya juga, dan saat Ela melahirkan anak itu di rawat oleh saudara Ella yang Sisil yakini anak itu sengaja di besarkan agar bisa membalas kesakitan Ella.
"De_dena" panggil Sisil.
"Iya Bun" tanya Dena.
"Hmmmmm, memang nya kenapa Bun?" tanya Dena.
"Tidak bunda hanya tanya saja, siapa tau anak bunda ini kan banyak di dekati laki-laki" ucap Sisil.
Siapa sebenarnya anak ela kenapa harus seumuran dengan Dena, dan darimana mela tahu mengenai hal ini.
"Bun aku ke kamar dulu" ucap Dena yang di angguki oleh Sisil.
"Semoga kamu tidak bertemu dengan anak itu nak, sungguh bunda merasa takut sekali" gumam nya, sisil sampai berkeringat dingin karena mengingat kenekatan Ela dulu.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
A**: gue kasi rumit ya gaes, dan ya kalian bisa tebak siapa anak Ela yang sebenarnya sudah di kenal oleh Dena 😉
N: teka-teki lagi asem 😭
A: sengaja gue 😂 biar Lo pada puyeng puyeng dah 🤣
N: jahad Lo Thor 😭
A: gapapa kalo baik Mulu banyak makan ati sama omongan holang 😊
N: eh, iya bener juga sii 😂*