
Beberapa waktu berlalu setelah Carl kembali ke luar negeri kini saat nya Dena untuk kembali ke negara yang ia rindukan, Dena selalu berceloteh bahwa ia tidak ingin kembali jika belum menemukan pangeran yang tepat untuk nya bawa pulang.
Hal itu membuat Sisil dan Rio senang karena mereka tidak harus menentang putrinya, dulu Rio dan Sisil merasa takut jika Dena benar-benar akan menunggu Carl. namun kenyataannya putrinya ini malah bertindak galak kepada Carl.
"Bun Dena pulang ya, nanti kalo kak Dea lahiran Dena gak mau pulang lagi kesini nanti aja pulang nya kalo anak-anak kakak udah pada gede" ucap nya membuat Dea mendengus.
"Kamu kenapa si de kok gitu, kamu gak sayang sama kakak" ucap Dea membuat Dena menganga.
"Yaampun kakak kata siapa itu aku gak sayang sama kakak? aku sayang banget sama kakak. saking sayang nya nih ya aku sabar banget tinggal disini" ucap Dena.
"Kamu tau ngeselin tau gak, kamu adik cewek kakak satu-satunya tapi malah gak mau pulang pas kakak lahiran" ucap Dea.
"Udah lah kakak, kan ada bunda disini yang nemenin kakak. nanti juga ayah pasti pulang kok kalo bunda ada disini mah" ujar nya membuat Dea memeluk adik bontot nya itu, jujur Dea merasa bersalah dengan adik nya itu.
Flashback on.
Jadi beberapa tahun lalu setelah Dena pindah ke luar negeri Dena selalu bercerita kepada opa nya, yang tak lain adalah ayah Rio. Dena menceritakan bahwa ia merasa kagum kepada carl putra sang kakak.
Karena usia Dena saat itu baru menginjak usia 8 tahun opa nya itu menjelaskan kepada Dena, papa Rio memberikan pengertian jika Dena tidak boleh memiliki rasa lebih kepada Carl.
Meskipun Carl bukan anak Dea namun tetap saja Carl sepupu Dena, yang orang lain tahu Carl tetaplah anak kandung Dea.
"Dena opa yakin kamu bisa mendapatkan yang lebih dari Carl, ingat opa tidak pernah ingin keluarga kita berantakan. cukup Dio dan Mei yang menikah dan mengikat keluarga satu sama lain, bukan opa tidak menyayangi Dena justru karena opa begitu menyayangi Dena dan opa tidak mau jika Dena dan Carl menjadi bahan perbincangan. kita tidak bisa mengikat Carl hanya karena kita merawat nya, biarkan dia hidup bebas tanpa di batasi. dan jangan karena kita orang berada harus mendapatkan orang berada pula, opa tau seperti apa rasa kagum Dena namun percayalah semua itu akan sia-sia saat wanita sederhana datang kedalam hidup Carl" ucap papa Rio, dengan diam air mata Dena menetes.
Inikah yang dinamakan patah hati? bahkan usia dena yang masih kecil harus membuat nya sadar bahwa dirinya tidak bisa selalu mendapatkan apa yang ia ingin kan.
"Benarkah seperti itu?" tanya Dena.
"Tentu saja nak, kamu cantik dan kamu kuat. kamu kesayangan opa, apapun akan opa berikan asal Dena tidak memperdalam perasaan Dena dan tidak melukai diri Dena" ucap papa Rio menangkup wajah cucuk nya itu.
"Baiklah, Dena tahu jika tidak semua sesuatu bisa Dena gapai" ucap Dena membuat papa Rio tersenyum.
Oke dari sini cinta pertama Dena langsung mati bersama dengan kenyataan yang datang dalam hidupnya, dari situlah Dena perlahan benar-benar melupakan sosok Carl saking lupa nya Dena begitu asik dengan dunia nya dan tidak ingin kembali ke tanah air.
Flashback off.
Dena dan Rio pun pergi sebelum pergi Rio memeluk Sisil, karena ini kali pertama ia berpisah lama lagi dengan istrinya itu.
"Enggak bakal Bun, kalo ayah nakal nanti Dena tendang ayah kembali kesini" ucap Dena membuat semua orang tertawa.
Setelah kepergian Rio dan Dena merekapun kembali ke aktivitas nya masing-masing, Dea masih membayangkan bagaimana lelaki yang akan memikat adik cantik nya itu nanti.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
A**: nih guys aku udah kasi alasan kenapa Dena selalu menghindar.
N: iya bagus lah Thor, jadi gak muter-muter disitu aja keluarga nya😂
A: iya un, kan biar nanti kisah Dena tuh berasa beda nya gitu 😁
N: gue tunggu Thor 😂
A: siaaap Uun 😂
**N: 😂😂😂***