
setelah memberikan kejutan kepada Dea Mella menghampiri Sisil yang tengah duduk di ruang tengah, ia duduk di dekat Sisil hingga membuat Sisil menoleh.
"Ngapa Lo" tanya Sisil.
"Suaminya Dea ganteng ya" jawab Mela membuat mata Sisil membuat.
"Jangan ngaco dah mel, udah tua inget umur awas kalo sampe Lo godain mantu gue" balas Sisil.
"Hilih ngaco, mana ada begitu. gue cuma mau bilang adik nya Justin juga cakep sil, boleh gue kasih ke Gisha gak sii" ceplos Mella.
"Heh, gila laki nya Mae itu yakali mau Lo embat buat anak Lo. lagian mana mau Julian sama Gisha dia udah mulai bucin begitu sama Mae" balas Sisil, membuat Mae yang kebetulan lewat menoleh dan menghampiri keduanya.
"Ada apa, kok tadi aku denger kaya bawa-bawa nama aku" tanya Mae.
"Aunty mau beli Julian boleh nggak" canda Mella.
"Waaahhh, boleh tuh aunty tapi tuker tambah aja ya sama uncle Rey" goda Mae, membuat Mella melongok.
"Tuker tambah, laki kalian barang kali yak" ucap Sisil tertawa.
"Eh, hehe gimana aunty" tanya Mae.
"Gimana Mel, mau di kasi kelapa muda noh" ucap Sisil.
"Mae doyan yang tua juga ternyata" ucap Mela membuat Sisil mendengus, kedua orang di hadapannya itu membuat nya pusing.
"Kan katanya yang tua lebih berpengalaman aunty" ucap Mae.
"Lah emang laki Lo kaga berpengalaman neng" ceplos Mella.
"Hehe" bukannya menjawab Mae justru malah tertawa.
"Kalo kaga berpengalaman mana bisa Lo Midun neng, liat noh perut udah bulet kaya bola begitu" ucap Mella membuat Sisil tertawa.
"Aunty suka to the points dah, bingung gue" ucap Mae.
"yaelah Mai begitu dong Lo bikin bingung" cetus Mela.
Tak lama kemudian Dea, kanita dan Sabil datang. melihat itu Mela terperangah karena melihat wajah Dea yang terlihat segar dan cantik meski tengah mengandung.
"Sil anak Lo mah bening bener ya" ucap Mela.
"Gue emak nya kalo Lo lupa" balas Sisil membuat Mella mendengus.
"Hallo aunty Mella" ucap Dea.
"Hai bumil, wahh bentar lagi gue ikutan jadi nenek kaya nya" ucap Mella, wanita itu memang menjadi suka berceloteh.
Jika Rey protes karena Mella yang bawel setiap pulang ke tanah air, maka Mela akan menjawab memanfaatkan waktu dengan baik saat bersama sahabatnya.
"Iya dong, aunty ikutan jadi nenek" ujar Dea.
"Suami ganteng kamu mana?" tanya Mela.
"Oh, lagi ke kantor aunty kan sekarang mereka lagi sibuk-sibuknya karena nanti ngurus pernikahan Dio dan Mei" jawab Dea.
"Pertanyaan nya gak berbobot kak Mel, laki Lo juga kaga ada gak di cari. lah giliran yang ganteng maksimal Lo intip-intip" ucap Sabil membuat Mela tertawa.
"Iyasi sama, apalagi gue kak si Zian gak ngasi cela gue meski cuma buat ngelirik" ucap Sabil, membuat Mae dan Dea mendengus kesal. emak-emak ini mulai ngerumpi lagi.
"Hah, kenapa kita harus legit lebih dulu sii. kenapa gak gue aja jodoh nya laki Lo Mae" ucap Mella, membuat Mae mendengus.
"Mana ada begitu, tua mah tua aja dah jangan mau jadi muda" ceplos mae.
"Jleb dah omongan Lo" ucap Mela.
Sementara Sisil sibuk dengan ponsel di tangan nya, Sisil memantau perkembangan untuk pernikahan Dio.
Keluarga penting Sisil belum kembali ke negara nya, karena pernikahan Dio akan di adakan sebentar lagi. maka mereka tetap tinggal di tanah air agar tidak bolak-balik nanti nya.
Selama tinggal di tanah air kanita di buat kesal oleh putranya itu, bahkan Dea sendiri sangat heran dengan sikap Arshal.
Saat ini Dea tengah duduk bersama dengan Arshal, ia yang memang dekat dengan laki-laki itu sejak kecil jadi tidak canggung.
"Kamu kenapa si, kok jarang banget di rumah" tanya Dea.
"Gak apa-apa kok kak, aku cuma lagi menikmati hari-hari selama disini aja" jawab Arshal.
"Kamu itu seusia Carl kan, tapi kamu terlihat beda gitu" ucap Dea.
"Lebih tua aku dua tahun kak" jawab Arshal.
"Arsh, gak asik ah disini malah main-main aja gitu" kesal Dea.
"Apasi kakak ku sayang, udah lah aku mau istirahat" ucap Arshal meninggalkan Dea.
Sementara Dea menatap kepergian Arshal, entahlah ada apa dengan anak itu. yang Dea harapkan saat ini Carl tidak akan berubah seperti Arshal.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading ππ€
A**: dikit dulu ya, gue lagi siapin buat nikahan si Dioπ€£
N: so sibuk π€£
A: emang sibuk gue, kan lagi mikirin sesuatu π
N: cepet kelar dah biar up banyak π
A: ok π*