Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 177


Pagi telah tiba dimana keluarga Rio akan pergi ke Jerman, Dea yang di bantu membawa koper nya oleh Justin membuat yang melihat baper.


Bukan hanya orang lain tapi Mei pun melihat merasa meleleh, ragu jika Justin belum memiliki perasaan untuk Dea. namun apakah Justin melakukan ini karena ada Rio? entahlah ya.


"Bang bawain koper Mei apa bang, kaya bang Justin bawain koper nya kak Dea" ucap Mei kepada Dio.


"Gak usah lebay tinggal tarik doang" Ucap Dio.


"Cih. pantes jomblo minta bawain koper aja pelit bener" ucap Mei.


"Beda lagi lah meimunah" ujar Dio.


"Serah Abang dah" kesal Mei.


Berbeda dengan pasangan lainnya yaitu Dea dan Justin, yang malah terlihat benar-benar seperti sepasang kekasih. Sisil dan Rio merasa senang melihat kedekatan Dea dan Justin.


Namun satu hal yang membuat Sisil dan Rio bingung mengenai badan Dea yang agak kecil sekarang, dan lebih terlihat mungil.


setelah menempuh perjalanan 16 jam 30 menit merekapun tiba di tempat tujuan, dan Langsung di jemput oleh supir papa nya Rio.


setibanya di rumah papa Rio semuanya berkumpul di ruang keluarga, sambil menunggu papa dan mama Rio yang sedang bekerja.


Sisil yang merasa penasaran dengan perubahan tubuh putrinya pun, memutuskan untuk bertanya karena tidak mungkin jika Dea tidak diet tubuh nya akan menjadi mungil seperti itu.


"Kak badan kamu ko bunda perhatiin agak kecil" Ucap Sisil. dan itu membuat Rio juga Justin menoleh ke arah Dea.


"Masa si Bun? perasaan segini-gini aja" balas Dea.


"Nggak kak bunda tau tubuh kamu itu gak segitu" ucap Sisil. dan itu membuat Justin menatap Dea tajam. Dea yang di tatap merasa tidak nyaman dan takut.


"Apa bang liatin kaya gitu" tanya Dea.


"kamu diet?" tanya Justin membuat Dea gugup.


"Eng...enggak" jawab Dea. dan saat ini Dea menjadi tersangka.


"Bohong" ucap Justin yang malah membuat Dea gugup, apalagi saat melihat tatapan bunda dan ayah nya.


"Eng...gak Abang" balas Dea


"Saya gak suka cewek yang diet-diet. saya lebih suka orang yang apa adanya" ucap Justin membuat Dea menelan ludah nya kasar.


"De...Dea nggak diet serius. cuma Dea kurangin porsi makan nya Dea aja" jawab Dea polos.


"Itu saja Ama yasalam" ucap Rio menepuk dahinya.


"Kakak sini" panggil Sisil dan Dea pun menghampiri bundanya.


"Kakak gak perlu kaya gitu, kenapa kakak sampe mau kecilin badan?" tanya sang bunda.


Dan Dea malah menatap Justin, Dea belum mencintai Justin namun keberadaan Justin membuat Dea takut akan kehilangan sosok Abang yang selama ini menjadi mata-matanya.


Justin yang selalu melindungi Dea, dan Justin laki-laki pertama yang datang kedalam hidupnya membuat Dea takut jika Justin akan pergi karena tubuh Dea yang berisi.


"Kenapa liatin saya?" tanya Justin


"Abang emang nggak apa-apa kali Dea gendut?" bukannya menjawab Dea malah balik bertanya. dan itu di perhatikan oleh Rio juga Sisil.


"Apa saya pernah menyuruh kamu untuk diet?" tanya Justin, dan Dea menggeleng.


"Dea saat terima kamu saat tubuh kamu berisi, dan saya menjalankan semuanya sama kamu ya karena kamu yang selalu menjadi diri kamu sendiri. jadi jangan ubah diri kamu hanya untuk dilihat baik oleh orang lain, jadilah diri kamu sendiri" ucap Justin dan membuat Dea mengangguk. melihat itu Sisil dan Rio tersenyum.


"Nggak hanya sedikit beda saja" Jawab Justin.


setelah menyidang Dea akhirnya mereka semua beristirahat di kamar yang akan mereka tempati.


....


Esok harinya setelah sarapan Dea benar-benar di peluk dan di ciumi terus oleh opa nya, berbeda dengan Dio yang merasa malu jika di perlakukan seperti itu namun Dea malah senang.


Karena kapan lagi ia akan bermanja kepada sang opa yang super sibuk ini, Dea menikmati bercanda dan bercengkrama dengan sang opa.


"De bagaimana sekolah kamu nak?" tanya sang opa.


"Lancar opa malah sebentar lagi Dea akan kelulusan" jawab Dea.


"Syukurlah, lalu bagaimana apakah Justin baik kepada kamu nak?" ucap sang opa.


"Abang baik kok opa emang nya kenapa?" balas Dea.


"Di saat nanti hubungan kalian sudah memasuki jenjang yang lebih serius, maka saat itulah kamu harus mulai menghargainya" nasihat sang opa.


"iya opa Dea juga sering ko di kasi tau sama bunda" balas Dea.


"Opa tau kalian belum saling mencintai, dan opa tau Justin itu orang yang datar juga dingin maka dari itu kamu harus bisa merubahnya agar menjadi laki-laki yang hangat seperti ayah mu" ucap papa Rio.


"Opa Dea sama Abang itu sering berantem, kaya kucing sama tikus" ujar Dea membuat papa Rio tertawa.


"Haha justru itu, hati-hatilah dalam menjalankan suatu hubungan. karena di depan nanti pasti akan ada masalah-masalah yang akan kalian hadapi, sebesar apapun itu dan sesulit apapun itu kalian harus menghadapi nya bersama. apalagi jika Justin sudah menjadi suami mu nak, maka kamu harus selalu bersamanya dalam keadaan apapun" imbuh sang opa.


Dea mengangguk dan memeluk opa nya, inilah kenapa Dea menjadi manja dan sangat menyayangi keluarganya. karena opa dan ayah nya selalu menasehati dengan hal-hal yang baik, sifat sang ayah yang suka ceramah tiap malam dan kultum tiap pagi itu di turunkan dari opa Dea yang tak lain adalah papa Rio.


Meski begitu Dea sangat beruntung karena ia selalu di beritahu mengenai masalah yang harus di hadapi, hingga nantinya tidak akan kaget lagi.


Dea selalu Berdoa jika nanti ia menikah muda maka Dea berharap rumah tangga nya akan seperti ayah, bunda, juga Oma dan opa nya. Yang selalu romantis dan harmonis. tidak lupa juga kedua orang tua Justin yang sangat lucu dalam menjalankan rumah tangga nya.


Opa Dea pun sudah berbicara dengan Justin menitipkan cucu tersayang nya, dan Justin menerima dengan baik karena ia pun akan selalu menjaga unyil nya itu.


.


.


.


.


***Jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™πŸ˜‰


A**: aku up lagi ya gengs😁


N: iya yang banyak yaπŸ˜‚


A: kan usahakan tiap hari katanya 😁


N: bagus begituπŸ˜‚


A: iyadeh asal vote nya aja yang banyak ya biar akoh semangat 😁


N: siap dah πŸ˜‚*