
Setelah menelpon Rio meminta nya untuk segera pulang, Sisil langsung menghubungi Justin dan meminta nya juga untuk segera pulang. dalam hatinya Sisil tidak tega mengganggu Justin namun mau gimana lagi.
****Panggilan telepon***
Justin: assalamualaikum. Bun ada apa?
Sisil: bang kerjaan nya Masi banyak apa nggak?
Justin: nggak ko Bun, Abang sengaja kerjain cepet karena permintaan Dea.
(mendengar ucapan Justin air mata Sisil luruh, betapa tahu nya ia saat ini bahwa Justin sangat menyayangi Dea)
Sisil: bang bunda minta Abang pulang hari ini juga ya bang.
Justin: Kenap Bun? Dea baik-baik saja kan?
Sisil: bang maafin bunda hiks...hiks... bunda mohon Abang pulang sekarang.
Justin: bunda cerita ada apa? Dea kenapa?
(tanpa Sisil tahu Justin sudah dalam perjalanan ke bandara untuk pulang)
Sisil: Abang yang tenang ya bang, Dea bang Dea di culik.
Justin: apa! kenapa bisa sampai di culik si Bun?
Sisil: bunda juga gak tahu bang, bunda khawatir bang apalagi sekarang Dea lagi hamil.
Justin: Dea hamil? Bun yaampun Bun ini bahaya buat kandungan Dea. gak tau aku harus seneng atau apa yang jelas kenapa kalian gak ngasi tau aku*.
tanpa basa-basi Justin memutuskan panggilan nya, dan ia segera kembali ke tanah air.
Justin mengingat kembali percakapan nya dengan Dea, *momy Daddy. baby dan momy nunggu Daddy pulang*. araaagghhh Justin merasa kesal dan takut.
Tanpa sadar air matanya luruh, ia takut jika itu akan menjadi percakapan terakhir nya dengan Dea.
Tidak hanya Justin saja Dio dan saudara Sisil pun ikut kembali ke tanah air, termasuk Rey dan Mella. kanita, eza, Sabil dan Zian sudah dalam perjalanan menuju rumah Sisil. karena para suami mereka akan mencari keberadaan Dea.
...
Di tempat lain Dea sedang menangis meratapi nasibnya, bahkan ia belum memberi tahu Justin mengenai kehamilan nya.
"Dodi lepasin Dea" teriaknya, ya saat ini Dea sedang di kurung di salah satu kamar tepatnya di rumah tua.
"Dodi" teriaknya lagi.
Dea memegang perut nya yang sesekali terasa sakit, ia duduk dan meluruskan kakinya Dea menangis tiada henti.
"Sayang maafin momy, jika saja kamu lebih dulu ada di perut momy mungkin momy masih punya harapan untuk menyelamatkan kamu nak. biarlah momy yang celaka asal jangan kamu hiks...hiks... tapi sekarang momy takut Karena kamu baru saja ada disini dan kamu masih lemah" lirih Dea ia memegang dan mengelus perut nya.
Sungguh Dea tidak pernah membayangkan hal yang seperti ini, baru saja ia membayangkan kebahagiaan atas kehadiran janin yang dikandungnya.
Saat Dea sedang menunduk Dodi masuk ke dalam kamar tersebut, Dea mendongakkan wajahnya menatap Dodi tajam.
"Lepasin dea Dodi lepasin" teriak nya.
"Haha aku gak bakal lepasin kamu Dea, salah siapa kamu selalu menolak aku hmmmm" ucap Dodi.
"Kamu g*la Dodi, Dea udah nikah berapa kali Dea bilang kalo Dea udah nikah" teriaknya. sungguh melihat Dea yang menangis tersedu-sedu membuat hati Dodi sakit.
"Cukup Dea cukup. aku sayang sama kamu Dea dan kita akan menikah Dea" ucap Dodi. mendengar ucapan Dodi membuat Dea terbelalak, benar-benar gila dia ingin menikah dengan wanita yang sudah memiliki suami.
"Nggak Dea gak mau, Dea udah punya suami bahkan Dea udah mau punya anak Dea gak mau" ujar Dea.
"Stop Dea, berhenti bilang kalo kamu lagi hamil aku gak percaya" bentak Dodi.
"Kamu suruh dokter periksa Dea kalo kamu gak percaya, Dea gak bohong Dodi hiks Dea gak bohong. kamu tega jauhin Dea sama suami Dea bahkan anak yang dalam kandungan Dea" Lirihnya.
Dodi yang merasa kesal pun berlalu meninggalkan Dea, Dea menangis dan terus berteriak. merasa stres? tentu saja tubuhnya bergetar hebat merasa ketakutan bahkan saat ini ia bukan hanya melindungi dirinya saja namun juga harus melindungi anak nya.
(Dea takut hiks... Dea takut, selama ini Dea selalu di berikan kebahagiaan yang utuh dan Dea merasa bersyukur untuk itu. Dea malu selalu meminta pertolongan kepadamu Dea malu jika terlalu banyak permintaan, namun kali ini Dea benar-benar meminta keselamatan lindungi Dea dan calon anak Dea. baru saja Dea merasakan kenikmatan untuk menjadi seorang ibu, Dea mohon jangan ambil itu semua dari Dea.) batinnya yang terus menangis.
...
Kanita dan Sabil menangis mendengar cerita Dea dari Mae, keduanya memeluk Mae dan menenangkan Mae yang merasa bersalah.
"Kalo saja aku gak nurut waktu Dea nyuruh aku gak usah nganter dia. pasti gak akan kaya gini kan Tan" ucap Mae.
"Hei kamu gak salah sayang, kamu sudah berusaha untuk menyelamatkan Dea. bahkan kamu udah berusaha untuk mengejar Dea kan" ujar Sabil.
"Sabil, kanita" panggil Sisil.
"Iya kak" jawab keduanya kompak.
"Dea sedang hamil" ucap Sisil, lagi-lagi air matanya menetes.
"Apa!" teriak Sabil dan kanita.
"Iya Dea sedang hamil, bahkan Justin baru tahu saat kita yang kabarin Dea di culik" ucap Sisil lagi.
"Kakak tenang Justin pasti bisa temuin Dea" ujar kanita menenangkan.
"Tapi kakak takut Dea dan bayi nya kenapa-napa" lirih Sisil.
"Kakak tenang, gak boleh kaya gitu" ucap Sabil.
Saat tengah berbincang Justin tiba di rumah Sisil, melihat penampilan Justin yang kacau hati Sisil hancur menantunya yang selalu terlihat tampan dan gagah rapuh dalam sekejap karena kehilangan putri.
"Bunda" ucap Justin berhambur ke pelukan Sisil.
"Abang yang tenang bang, Dea gak akan kenapa-napa" ucap Sisil menenangkan.
"Aku udah suruh semua orang aku buat cari Dea Bun" ujar Justin.
"Iya bang, om Eza, om Zian, ayah sama opa nya Dea juga udah gerakin orang-orang buat cari Dea bang" balas Sisil.
"Siapa yang culik Dea Bun?" tanya Justin.
"Dodi bang, Dodi yang udah culik Dea" ucap Mei yang tiba-tiba muncul.
dan jawaban Mei membuat semuanya terkejut, karena mereka yakin Justin tidak akan memberikan ampun kepada orang itu.
.
.
.
.
.
.
.
***selamat membaca 😊🤗
A**: jangan hujat gue ya gara-gara si Dea ngilang😊
N: balik lagi gak Thor nanti Dea nya🙄
A: balik lah, kan cintanya Dea bang Tintin😁
N: oke awas aja kalo sampe gak balik lagi😒
A: gue Masi punya hati Uun 😒
N: 🤣🤣🤣*