Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 324


Sore hari Dio pulang dari kantor nya, ia melihat Mei yang tengah duduk di sofa. melihat Dio pulang Mei langsung menghambur ke dalam pelukan suami nya itu.


Dio yang melihat Mei tiba-tiba memeluk nya merasa kaget, ia mengelus kepala Mei dengan lembut dan mencium puncak kepala istrinya itu.


"Kenapa hmmmmm" tanya Dio, ia menuntun Mei agar duduk di sofa.


"Abang gak bisa minta Dena lanjut sekolah disini lagi?" tanya mei.


"Haaaaahhhhhh, gak bisa honey. kamu tau kalo Dena itu beda kan, dia gak akan mau balik kesini. apalagi kata ayah disana dia belajar banyak bela diri dan itu adalah hal yang disukai nya" ucap Dio.


"Mei kangen Dena bang, biasanya anak itu selalu ganggu Mei" lirih mei.


"Nanti setiap libur panjang Dena akan kembali kok, kamu tenang aja dia tetap adik kecil kamu" ucap Dio menenangkan Mei.


"Yaudah" ucap Mei yang langsung berdiri.


"Kenapa" tanya Dio.


"Abang berdiri" jawab nya membuat Dio bingung.


"Ada apa?" tanya Dio lagi.


"Buruan" rengek nya, mau tidak mau Dio pun langsung berdiri.


Dengan cepat Mei melompat ke punggung suaminya membuat Dio tertawa kecil, Dio senang jika Mei bermanja kepada dirinya.


Karena Dio berfikir jika bukan Dio sebagai suaminya yang memanjakan Mei, lalu Mei harus bermanja kepada siapa.


"Sayang badan kamu ngapa berat banget dah" ucap Dio membuat Mei tertawa.


"Mei makan nya banyak sekarang, soalnya kan di rumah Mulu jadi kerja nya cuma makan bobok aja" kekeh nya membuat Dio merengut.


"Badan nya ngalahin kak Dea" ledek Dio.


"Biarin aja yang gemuk itu lucu, bobeka beruang aja gede lucu kan" celoteh nya membuat Dio tertawa keras, hingga membuat beberapa pelayan melihat tingkah konyol sepasang suami istri itu.


"Abang mah malah ketawa" dengus Mei, yang merasa malu karena para pelayan tersenyum ke arah mereka.


"Lagian kamu aneh, bandingin diri sendiri sama beruang" ujar Dio.


"Lah iya, lupa Mei terus apa dong yang gede lucu" celoteh nya.


"Gentong air" ucap Dio, yang mana kini malah membuat keduanya tertawa keras.


Hal-hal seperti inilah yang membuat Dio begitu nyaman dengan mei yang apa adanya, Mei tidak merasa pusing dengan postur tubuhnya yang membesar.


Bahkan jika Dio meledek Mei gendut Mei selalu menjawab, yang gendut itu se*si dengan sentum termanis nya.


"Sampe" ucap Dio, yang kini sudah berada di dalam kamar nya.


"Yaudah Mei siapin air buat Abang mandi dulu ya, Abang baik-baik jangan nakal" ujar nya seakan memberi peringatan kepada anak kecil.


"Dikira gue bocah apa ya" cetus Dio membuat Mei terkikik geli.


Mei pun menyiapkan air hangat untuk Dio mandi, setelah nya Mei menyiapkan pakaian yang akan di pakai oleh suami nya itu.


...


Di tempat lain terlihat rumah Justin kedatangan tamu, yang tak lain adalah rayen dan juga ncun sahabat Dea.


"Assalamualaikum" ucap rayen.


"Walaikumsalam" balas Mae, namun seketika ia mematung melihat temannya itu. begitupun dengan Junia.


"Siapa Mai" tanya Dea.


"Nggak tau, eh apasi maksudnya ini ada tamu" ucap Mae, mendengar ucapan Mae Dea pun berjalan ke arah pintu.


"Eh_" ucap Dea terkejut, sementara rayen ia mematung melihat kecantikan Dea. Mae bukan tidak cantik hanya saja kecantikan seperti Mae sudah sering ia temui.


"Ncun" ucap Dea, membuat rayen menoleh ke arah Junia.


"Ncun?" tanya rayen.


"Oh begini saya sahabat justin, saya kesini ingin melihat anak nya Justin" ucap rayen, membuat Mae dan Dea bingung.


"Ah, lebih baik masuk dulu biar saya panggil bang Justin nya" ucap Dea.


"Jangan lupa Julian juga ya" pinta nya membuat Dea dan Mae tersenyum.


(Dea sudah punya anak, wahh pasti anak nya cakep banget dah orang Dea nya aja cakep begitu) batin Junia.


Sementara itu Justin dan Julian keluar dari kamar dengan menggendong anak nya masing-masing, namun tetap Justin tidak akan membiarkan rayen maupun Junia memotret wajah putranya itu.


"Ngapain Lo kesini" ucap Justin dan Julian.


"Widih para papa muda sensi amat" ujar rayen.


"Anak Lo cakep amat just, dia mirip Lo banget dah cius" ucap rayen yang merasa kagum.


"Produk gue mana pernah gagal si" ucap Justin bangga.


"Nyesel gue muji Lo" dengus rayen, namun pandangan nya beralih kepada Aleta yang berada dalam gendongan Julian.


"Ini pasti bakal jadi princess nya ni" ucap rayen.


"Tentu nya bibit yang gue tanam unggul Ray" ujar Julian.


"Gila sii gue gak nyangka kalo anak kalian berdua mirip bapak nya, gue kira bakal mirip emak nya gitu" kekeh rayen.


"Iya beda lah, ngomong-ngomong ini calon istri Lo" tanya Justin, saat Dea dan Mae sudah duduk di samping mereka.


"Hmmmmm, seminggu lagi" ucap rayen membuat Julian tertawa.


"Istri itu di sayang jangan di cuekin begitu" ledek nya, membuat Mae mendengus. dia gak sadar kalo dulu dia juga sama kaya rayen.


"Gue sayang-sayang nya nanti aja lah pas mau nanam bibit unggul" cetus rayen, membuat Junia yang sedang minum tersedak.


"Uhukk-uhukkk" melihat Junia terbatuk, refleks Dea mendekati Junia dan menepuk pundak nya pelan.


"Pelan-pelan cun" ucap Dea, membuat rayen menoleh.


"Hmmmmm, makasih de" ucap Junia membuat Dea tersenyum.


Rayen, Julian dan Justin berbincang dengan penuh canda tawa. begitupun dengan Mae, Dea dan juga Junia.


Junia begitu terpesona dengan dua bayi yang berada di hadapan nya, tak jarang Junia tertawa lepas saat Aiden dan Aleta berceloteh.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗


A**: jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


N: otw in Thor 😂


A: siap Uun, tar gue bagi-bagi poin nya dah 😂


N: di tunggu 😂


A: 🤗🤗🤗*