Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 195


Hari ini di salah satu universitas ternama di negara A nampak dua lelaki tampan dan keren, keduanya menjadi pusat perhatian para wanita.


Bagaimana tidak Dio datang ke kampus menggunakan mobil sport mewah miliknya, begitupun dengan juna sahabatnya. ya Dio kuliah di kampus itu bersama dengan juna sahabat terdekat nya.


Juna yang melihat sikap dingin Dio pun menirunya, dengan alasan agar terlihat cool.


"Dio cewek nya cakep-cakep gila" ucap Juna.


"Sikat lah Jun sikat" ledek Dio.


"Anj*r bocah, gue kira Lo kaga demen cewek haha" balas Juna.


"Kampr*t gue Masi normal cunguk" umpat Dio.


"Ya kan kirain gitu, mantan Lo kan banyak" ucap Juna.


"Ralat bukan mantan, sorry gue gak pernah pacaran! mereka cuma minta temenin jalan doang gak gue pacarin" ujar dio, yang membuat Juna terkagum-kagum. ya Juna salut sama Dio karena Dio gak pernah memanfaatkan ketampanan dan kekayaan nya.


Meskipun banyak wanita yang mengidolakan nya, bahkan mengungkapkan perasaan kepada Dio namun ia tetap pada pendiriannya. jika ia hanya akan dekat sebagai teman bukan sebagai kekasih nya.


"Iya iya gue tau Lo kan ganteng-ganteng p*a" cetus Julian.


"Terserah Lo Bambang" ucap Dio, membuat Julian cengengesan.


...


Di tempat lain terlihat sepasang suami istri muda yang tengah berdebat, entah apa yang mereka perebutkan hingga membuat Mei kesal dan pusing.


"STOOOOPPPP" teriak Mei, membuat keduanya menoleh.


"Berisik" ucap Justin dan Dea bersamaan, membuat Mei berjingkat.


"Kenapa jadi aku yang di salahin sii?" Grutu Mei.


"Kamu ganggu acara kami" ucap nya lagi bersamaan.


"Acara apa? kalian gak kasihan sama aku yang mblo ini? kalo mau debatin anak di kamar jangan di depan aku" kesal Mei, membuat Dea dan Justin saling pandang.


"Bang kita salah tempat bang" bisik Dea.


"Iya kamu sii, kalo mau ngajak debat liat sikon dulu Dea" balas Justin.


"Ih ko aku sii? kan Abang juga sama gak liat sikon" kesal Dea.


"Kalian berdua bener-bener ya gak punya hati, ini kalian bisik-bisik di sini Masi ada orang woooee. Mon maap ini yang berdiri disini orang bukan manekin" cetus Mei, membuat Dea menganga.


"Wahhhh gesr*k ini orang, jadi ganas banget ngapa neng? gara-gara LDR" ledek Dea.


"Dea kamu jangan ledekin Mei terus, dia kasian udah menahan rindu yang menggebu" ujar Justin. membuat Mei dan Dea menganga.


Pasalnya selama ini Justin tidak berubah bercanda, ia selalu serius dan datar. tapi tidak hari ini Justin terlihat sangat beda.


"Mei kamu jangan rindu Mei" tambah Dea.


"Iya rindu itu berat dan lebih berat lagi nahan_" ucap Justin terhenti.


"Nahan apa bang?" tanya Dea.


"Nahan bikin dedek hahaha" cetus Mei tertawa.


"Yang nahan bukan aku aja, bang Justin juga nahan setiap malam" kali ini Mei yang meledek, sepasang suami istri itu.


"Mei ko kamu peka banget ya" ucap Justin.


"Aku kan gak o*n kaya kak Dea" ucap Mei membuat Dea mendengus.


"Abang pengen bikin dedek bang?" tanya Dea, membuat Justin menatap nya heran.


"Kenapa nanya gitu?" jawab Justin


"Nggak apa-apa" balas Dea gugup.


"Udah ah dea mau ke kamar aja" ujarnya berlalu pergi.


Setelah kepergian Dea Mei menghampiri Justin, dan menatap wajah Abang ipar nya itu.


"Bang gak apa-apa, di boboin aja kak Dea nya" ucap Mei membuat Justin mengernyit.


"Kamu tau dari mana yang begintuan?" tanya Justin.


"Kata bunda bang, soalnya kakak sering di nasehati sama bunda" jawab Mei.


"Saya takut dia marah Mei" ucap Justin.


"Kalo kakak gak mau punya dedek dulu kan banyak cara Abang, aku aja tau karena sering dengerin bunda ngomong" balas Mei.


"Haaaahhhh" Justin menghela nafasnya.


"Semangat Abang, jangan nyerah" ucap Mei.


"Maksudnya?" tanya Justin.


"Nggak deng Mei Masi polos hahaha" jawab nya berlalu.


setelah kepergian Mei, Justin lebih memilih untuk ke rumah orang tua nya yang berada di sebrang. ia akan menenangkan dirinya di ruang kerja milik nya.


Di kamar Dea di hampir oleh Mei, Mei datang ke kamar Dea dan menghampiri sang kakak yang tengah berbaring di atas sofa.


"Kakak" panggil Mei.


"Besok udah mulai kuliah?" tanya mei lagi.


"Iya udah" balas Dea.


"Kakak udah anuan belum sama Abang?" tanya mei membuat Dea menoleh.


"Anuan apaan?" tanya Dea.


"Malam pertama" jawab Mei.


"Belum" balas Dea menggeleng kan kepala.


"Kenapa?" tanya mei lagi.


"Abang itu minta aku gak bunda hamil, tapi kan aku masih takut hamil" jawab Dea dengan mata berkaca-kaca.


"Tapi itu tugasnya kakak. bayangin kalian nikah udah berapa lama? dan Abang masih tahan puasa begitu?" tanya mei lagi.


"Mei sakit gak si?" ucap Dea.


"Apanya?" tanya mei.


"Malem pertama sakit gak" tanya nya membuat Mei tertawa.


"Yhaahahaha waras, mana aku tau. kan aku belum pernah" balas Mei.


"Oiya ya bodoh banget si gue" gumam Dea.


"Kalo gitu kakak coba bujuk Abang aja buat nunda" ucap Mei.


"Udah pernah, tau gak si Lo sebelum Lo semua ngemeng begitu udah gue bujuk. tapi dia bilang lebih baik gak anuan sama gue" ujar Dea.


"Mungkin Abang gak mau usahanya sia-sia kali ya haha" ucap Mei.


"Gak mau sia-sia gimana?" tanya Dea.


"Iyalah kan nanti Abang tiap malam mupuk, taman saham lah kagak ada hasilnya" jawab Mei.


"Mupuk dikira tanaman apa ya" ucap Dea.


"Udahlah kak nyerah aja, bilang Abang malm pertamaan begitu" ujar Mei.


"Abang ngajak pindah rumah Mei" ucap Dea, membuat Mei terkejut.


"Katanya gak bakal pindah" balas Mei.


"Nggak tau, mungkin Abang mikir kalo gue disini Mulu nanti gampang ngadu ke bunda" balas Dea.


"Mau pindah kemana?" tanya mei.


"Ke perumahan sebelah kaya nya" jawab Dea.


"Lah sama aja ini kompleks elit disana juga elit" balas Mei.


"Gimana dong, gue takut" ucap Dea.


"Gini aja nanti kalo udah nikah Mei nyusul dah" ucap Mei membuat Dea tersenyum.


"Tapi gue gak mau pindah, gak mau jauh-jauh sama bunda" ujar Dea meneteskan air matanya.


"Gak apa-apa pindah kak, asal jangan jauh-jauh dari rumah bunda begitu" saran Mei.


"Nah kalo gitu gue juga mau Mei" balas Dea.


Jika untuk memenuhi hasrat Justin Dea memang bisa saja menyiapkan diri, tapi untuk memiliki anak Dea belum siap. karena ia masih harus kuliah dan Dea tidak ingin jika ia kuliah dalam keadaan hamil.


Dea sudah memutuskan untuk menyerahkan diri nya kepada Justin, biarlah Dea memikirkan semuanya sendiri nanti. untuk masalah pindah rumah pun ia akan menuruti keinginan suaminya saja.


.


.


.


.


.


.


***Jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™πŸ˜‰


A**: guys kalo ada kesamaan Mon maap, sumpah sii gak ada niatan buat niruin karya orang 😊


N: ya Thor kan pemikiran gak semua sama gak semua beda juga😁


A: iya kalo di ubah gue lier lagi nyari jalan ceritanya 😊


N: biarin lah Thor kalo di ubah tar Lo jarang up lagi😁


A: nah iya bener ituπŸ˜‚


N: semangat author πŸ€—πŸ€—


A: makasih Uun kuπŸ€—*