
Pagi hari Mei dan Dio pun turun bersama ke ruang makan, semua keluarga menatap mereka dengan senang.
Zian dan Eza saling bertatapan dan melemparkan tatapan keduanya kepada Rio, tentu saja hal itu membuat Rio bingung dengan kedua sahabat yang sekarang berstatus menjadi adik iparnya itu.
"Ada apa" tanya Rio.
"Dari sini kita tau bahwa kamu lah yang paling tua" jawab Zian enteng.
"Hey mana ada seperti itu, usiaku dan usiamu itu lebih tua usiamu" ucap Rio.
"Tapi kenyataannya kamu duluan lah yang menjadi kakek" ujar Eza membuat Rio mendengus.
"Biarkan saja seperti itu, nanti aku dan cucuk ku terlihat seperti seorang ayah dan seorang anak" ucap Rio bangga.
"CK, mana ada seperti itu" ucap Zian, perdebatan ketiganya pun terhenti saat Dio dan Mei sudah duduk bersama mereka.
"Pagi ayah, bunda, aunty dan uncle" ucap Dio dan Mei.
"Pagi sayang" jawab Sisil, mella kanita dan Sabil.
"Waaahhh seperti nya ada yang lembur nih semalam" goda Zian.
"Lembur? pekerjaan ku sudah selesai semua lalu untuk apa aku lembur" ucap Dio, membuat Rio menahan tawanya.
"Rio Lo parah, anak masih polos udah di nikahin gitu aja" ucap Eza, membuat Rey yang sejak tadi diam pun tertawa.
"Tutup mulutmu Rey" ucap Rio yang melihat Rey.
"CK, kau tidak usah salah tingkah seperti itu tuan muda" ucap Rey.
"Aku bingung apa yang kalian bicarakan, lebih baik aku makan" ucap Dio, yang menerima makanan dari Mei.
"Beda ya udah nikah mah muka nya cerah gitu" ucap Mella.
"Maksudnya kemarin-kemarin buluk begitu" ceplos Dio.
Semua orang hanya menggelengkan kepalanya saja, sementara Sabil ia pergi menuju kamar nya untuk mengambil sesuatu.
Setelah itu ia pun kembali ke meja makan saat semua orang sudah selesai sarapan, Sabil mberikan tiket untuk honeymoon kepada Dio.
"Apa ini" tanya Dio.
"Tiket bulan madu buat kamu, aunty gak mau ya kamu sama kaya Dea. belum sempat honeymoon udah Midun aja" jawab Sabil.
"Bukan belum sempet, Dea emang suka nolak kalo di ajak keluar sama Justin. heran anak itu jadi mageran banget" ucap Sisil.
"Lah iya mangkanya, aku mau Dio sama Mei honeymoon dulu" ucap Sabil.
Sementara Mela ia mengingat jika Nina sudah kembali, hal itu membuat dirinya memberikan pendapat mengenai Mei yang akan melanjutkan studi nya.
"Mei soal yang kamu studi itu kamu yakin mau di negara L" tanya Mela.
"Iya mei, gak di fikirin lagi gitu" tanya kanita.
"Memang nya kenapa aunty" ujar Mei.
"Iya bener Mei, aku sering baca novel banyak banget suami yang selingkuh gara-gara jauhan sama suaminya" ucap Mela.
"Mei juga mikirin itu kok, tapi Mei rasa Mei mau bang Dio ikut Mei kesana sampai selesai S1" ucap Mei menatap Dio.
"Gimana bang, kamu mau gak ikut Mei" tanya Sisil.
"Bukannya gak mau Bun, masalahnya pekerjaan aku banyak nya kan disini." jawab Dio merasa bersalah, Mei yang melihat itu pun tersenyum.
"Mei yakin Abang gak akan macem-macem, dan Mei juga gak akan pergi ko Mei akan lanjutin studi nya Mei disini" jawab nya membuat semua orang tersenyum.
"Yaudah bagus itu, jangan jauh-jauh Mei jangan ngasi celah sama pelakor" ucap Mella lagi.
"Iya nggak ko aunty" jawab Mei tersenyum.
Semuanya bubar dari ruang makan, sementara Sisil ia membantu Mei untuk pergi bulan madu karena Sabil sudah menyiapkan semuanya.
Mei yang tadinya tidak ingin berbulan madu dulu menjadi harus pergi karena tidak enak kepada Sabil, ia pun merapikan barang bawaannya di bantu oleh Sisil.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗
A**: gue bingung ala-ala manten baru kek gimana 😂
N: cari di google Thor 🤣
A: astagfirullah ketauan banget oon nya gue 😂
N: gak apa-apa dikit doang 😂
A: sue Lo Uun 🤣
N: 🤣🤣🤣*