Terjebak Cinta Presdir

Terjebak Cinta Presdir
Epson 329


Sepulang dari pernikahan rayen Justin, Carl dan Julian segera bergi ke L*. bukan hanya justin namun Julian juga harus ikut andil dalam masalah ini.


Sementara di rumah besar itu saat ini hanya ada Dea dan Mae, tidak lupa para pelayan dan suster anak mereka.


Saat ini Dea tengah menunggu Mei, karena Dio akan pergi ke negara K dimana adik dan orang tua nya berada disana.


Namun Mei tidak bisa ikut karena ia harus kuliah, alhasil Dio menitipkan istrinya itu kepada Dea. dengan senang hati Dea menerima Mei.


"Assalamualaikum" ucap Mei dan Dio.


"Walaikumsalam, masuk dulu bang. mau minum apa" tanya Dea, sementara Dio tertawa kecil.


"Berasa kaya tamu dari jauh aja gitu, datang di suru masuk di tawari minum" kekeh Dio.


"Ah elah, lupa kalo kalian bukan tamu" ujar Dea.


Tak lama Mae datang dengan Aleta di gendongan nya, Mae tersenyum ke arah Mei dan Dio. namun ia berlalu meninggalkan Dea dan kedua adik nya itu, karena Mae sedang mencari Riri suster Aleta.


"Mae Lo mau kemana" tanya Dea.


"Taman belakang nyari Riri, mau minta tolong buat rapiin kamar baby El" jawab nya yang di angguki oleh Dea.


"Baby ai mana kak" tanya Dio, yang saat ini sudah duduk di sofa.


"Di kamar tadi kakak tinggal" jawab Dea.


"Sendiri di kamar" tanya Dio panik.


"Ya nggak lah, ada ana sama dua suster nya juga" jawab Dea.


"Gini kak, aku kan untuk dua Minggu ini ada urusan di negara K. bukan cuma urusan perusahaan opa Gerry sama ayah doang, tapi juga perusahaan papi nya Mei." ucap Dio.


"Hmmmmm, terus gimana. Mei gak ikut kan" tanya Dea.


"Nggak, mangkanya aku kesini mau nitipin Mei ke kakak boleh gak" tanya Dio, membuat Mae yang baru saja datang tertawa.


"Kaya ke siapa aja Lo Yo, ya boleh lah lagian kita juga disini cuma berdua" ucap Mae, yang di setujui oleh Dea.


"Abang kemana?" tanya Dio.


"Abang pergi ke L* ada urusan, sama nganter Carl pindah studi" ucap Dea, dilihat nya wajah Dea terlihat sedih saat mengingat putranya itu.


"Kenapa kakak gak ikut" tanya Dio.


"Gimana mau ikut coba, kan sekarang aku punya baby ai. Masi khawatir kalo di ajak pergi jauh-jauh" jawab Dea.


"Lagian bang Justin mana mau de anak nya di ajak keluar rumah, Masi bayi anak nya belum di bolehin keluar rumah Yo" ucap Mae, yang di angguki oleh Dio.


"Yaudah Mei nanti tidur nya sama kakak aja ya, tapi kalo mau pisah tidur sendiri juga nggak apa-apa terserah Mei" ucap Dea.


"Kaya emak jahat dong gue nyuru orang tidur di gudang" kekeh Dea.


Setelah selesai Dio pun berpamitan, ia mengecup kening Mei dengan lembut. hal itu membuat Dea dan Mae tersenyum haru.


"Abang pergi dulu ya, baik-baik oke. kalo kak Dea ngerepotin kamu bilang Abang aja" ucap Dio, yang dibalas dengan senyuman oleh Mei.


Setelah kepergian Dio, Dea mengajak mei ke kamar Aiden. karena jika Aiden di jaga oleh suster nya maka itu akan berada di kamar nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗


A**: selamat membaca Uun 😁


N: banyak gak ya 😁


A: jangan gitu un, ini gue mikir cerita baru nya berhari-hari. nulis nya dua hari segini 😂


N: waaahhh sering-sering aja up banyak 😂


A: keriting tangan gue muneh 😭


N: kagak salah 🤣🤣🤣*