
setelah keluar dari restoran Sabil mengajak Sisil untuk ke kantor rio namun Sisil menolak nya tapi bukan Sabila namanya jika tidak bisa memaksa kakak ipar nya...
"kak kita ke kantor kak Rio ya" ajak Sabil
"apa? tidak aku tidak mau" tolak Sisil
"kenapa kok gak mau" tanya Sabil
"duh pokoknya aku gak mau" jawab Sisil
"kasi aku alasan" ucap Sabil tegas
"Sabil setau ku orang kantor belum ada yang tahu jika aku menikah dengan Rio kakak mu, dan aku udah lama banget gak masuk kantor masa aku tiba-tiba datang dengan keadaan perut ku yang mulai membuncit" jawab Sisil memelas
"memang nya kenapa jika perut mu membuncit kak lagian wajar saja perut mu buncit kan karna ada dedek bayi nya bukan karna kau cacingan" tambah Sabil
kanita yang mendengar kata cacingan sontak tertawa dan membuat Sabil juga Sisil menoleh ke arah nya...
"kenapa" kata kanita melihat dua orang di depan nya
"apa kau senang jika kakak mu ini buncit" tanya Sisil cemberut
"hey kakak ku sayang lagian perut mu buncit karna hamil, dan kamu hamil pun karna kamu punya suami kan isi perut mu ini dedek bayi bukan anak cebong" ucap kanita sambil tertawa terbahak-bahak diikuti oleh Sabil
"ayolah kak kamu gak usah takut jika ada karyawan yang mengejek mu tenang saja kan ada aku" tambah Sabil mengedip kan matanya
melihat dua orang yang memohon di hadapan nya Sisil pun menyetujui nya lagian jika orang berfikir buruk ia yakin jika Rio akan melindungi nya...
"hmmmm baiklah untuk kalian berdua aku menurut saja" jawab sisil
Sabil pun melaju kan mobil nya ke arah kantor Rio karena Rio yang tidak jadi untuk pergi ke luar negeri jadi Sabil memutuskan untuk mengajak Sisil ke kantor sang kakak, setelah beberapa saat mereka pun tiba di depan gedung yang menjulang tinggi mewah dan besar, Sabil memarkirkan mobil nya di samping mobil milik Rio...
Sabil pun kembali meyakinkan Sisil untuk ikut masuk karna selama ia pulang ia belum sempat bertemu dengan Rio, Sabil sangat merindukan kakak nya itu Sisil yang mendengar ucapan Sabil merasa kasihan akhirnya ia ikut kedalam...
💞 💞 💞
saat sampai di loby semua karyawan menatap ke arah nya dengan berbisik-bisik Sabil menghampiri meja resepsionis
"permisi" ucap Sabil
"ya nona ada yang bisa saya bantu" jawab si resepsionis yang sudah mengenal Sabil
"apa pak Rio ada di ruangan nya" tanya Sabil
"ya nona silahkan langsung masuk saja" ucap nya lagi
saat Sisil akan melangkah kan kaki nya tiba-tiba terdengar suara yang memanggil nama nya...
"Sisil" panggil seseorang di belakang nya sontak Sisil langsung menoleh dan tersenyum
" huhu bagaimana keadaan mu? aku merindukan mu inces ku" balas Mela
"ya aku baik-baik saja, bagaimana dengan mu" jawab Sisil kembali bertanya
"seperti yang kau lihat" ucap Mela tersenyum tiba-tiba ada seseorang lagi yang menghampiri nya tak lain adalah Nita
"hai babyh" ucap Nita membuat Sisil menoleh dan memeluk nya
"uhh Ema muda ku" jawab Sisil
melihat 3 wanita dengan panggilan aneh di depan nya Sabil dan kanita hanya bengong dan saling pandang...
"hey inces kenapa sekarang kamu seperti ikan kembung" ucap kanita tertawa yang melihat perut Sisil mulai membuncit
"apa maksudmu ikan kembung" jawab Sisil kesal
"apa sekarang kau bukan Maradona kantor lagi tapi sudah menjadi putri kembung" goda nita yang membuat Sabil, kanita dan Mela tertawa
"apa aku terlihat seperti itu" balas Sisil cemberut
"tidak tidak tenang saja tapi nanti kau akan terlihat seperti kerbau guling" kanita tertawa diikuti oleh 3 orang di depannya
"ahh sudah lah aku mau pergi saja" ucap Sisil mulai kesal
setelah selesai berbicara dan menggoda Sisil mereka pun bubar ke posisi semula nya, Sisil Sabil dan kanita berjalan memasuki lift...
.
.
.
.
.
.
.
.
***Bersambung....
jangan lupa like sama vote juga koin nya 🙏😉***