
Malam senyap yang menyelimuti kota tiba-tiba terhenyak. Sebuah berita mengejutkan baru saja terjadi, ketika seorang wanita terjun dari sebuah apartemen. Polisi berdatangan tepat saat tubuh Rianti terjerembab di lantai beton dengan keadaan kepala pecah. Darah masih mengalir segar dari bagian kepala. Para polisi segera naik ke atas untuk mengamankan Ollan. Pria itu masih tampak syok dengan peristiwa yang baru saja terjadi. Bahkan ia tidak pernah menduga, kalau dirinya memiliki keberanian untuk mendorong tubuh Rianti sampai terlempar keluar jendela.
Para polisi tahu bahwa kejadian ini bukan salah Ollan, karena Ollan dalam keadaan terancam jiwanya. Para polisi bahkan memastikan bahwa keadaa Ollan baik-baik saja. Ollan masih gemetar. Yang barusan terjadi seolah mimpi buruk yang telah selesai.
Berita tewasnya Rianti segera menyebar ke seluruh penjuru kota malam itu juga. Para pemburu berita kembali berdatangan untuk meliput berita mengejutkan itu. Kematian Rianti sekaligus menjawab berbagai pertanyaan, siapa sebenarnya dalang dari banyak pembunuhan yang terjadi di kalangan artis. Mereka sama sekali tak menduga kalau otak pembunuhan itu adalah Rianti, seorang wanita sosialita terkenal yang wajahnya sering muncul di berbagai media. Selama ini Rianti Tobing dikenal sebagai wanita teraniaya karena ditinggal suaminya selingkuh. Namun, siapa sangka dibalik segala ceritanya, ia mengenakan topeng mengerikan, sebagai pembunuh berantai para artis.
Berita jatuhnya Rianti dari apartemen Ollan juga telah sampai di rumah isolasi. Pak Reno menerima laporan telepon langsung dari kepolisian tentang tewasnya Rianti. Bukannya berdukacita, kabar itu malah disambut gembira oleh para penghuni rumah isolasi, karena ulah Rianti selama ini memang cukup meresahkan. Mereka mengelu-elukan keberanian Ollan menghadapi perempuan itu. Laura seakan tak percaya bahwa Ollan berhasil menaklukkan Rianti.
"Wah ... wah! Ternyata Ollan begitu pemberani. Tak sabar aku bertemu dia," ucap Laura.
"Hm, setiap orang akan berjuang mati-matian saat nyawanya terancam," cetus Riky.
Sementara Henry juga sangat kaget dengan aksi heroik yang dilakukan Ollan, walau ia sedikit sedih karena kehilangan Rianti. Bagaimanapun mereka pernah tinggal bersama selama bertahun-tahun. Namun, Henry sadar bahwa Rianti sangat pantas menerima, sesuai dengan apa yang telah dilakukannya. Henry juga sedikit tak percaya, ternyata dibalik sikap Ollan yang feminim, ternyata menyimpan kekuatan pria yang luar biasa.Ollan benar-benar menggunakan 'senjata rahasia' nya itu di saat yang tepat.
Keesokan harinya, mereka semua telah siap kembali ke kota, dan memulai hari baru. Mereka akan kembali sibuk dalam dunia film yang telah beberapa lama terjeda. Laura kembali berperan dengan peran baru untuk menggantikan Renita Martin yang sudah tewas terbunuh. Ia menjadi incaran banyak sutradara karena aktingnya yang brilian dan pesona bintangnya yang begitu kuat. Sementara Henry memutuskan untuk beristirahat dari dunia hiburan, karena masih trauma dengan segala kejadian yang baru saja terjadi. Ia menolak dan mebatalkan sejumlah acara syuting yang melibatkan dirinya. Bahkan dalam waktu dekat,ia merencanakan untuk liburan ke luar negeri.
Guntur masih melanjutkan karirnya sebagai penulis naskah yang cukup misterius. Sikapnya yang dingin, terkadang membuat orang salah paham, seolah, dia adalah tokoh sombong yang mengerikan. Sedangkan Riky mendapatkan pekerjaan barunya sebagai asisten sutradara di tempat berbeda. Ia memang cukup berpengalaman di bidang itu, sehingga banyak pula sutradara yang ingin memakai jasanya.
Sementara di rumah sakit, Widya juga telah pulih dari luka yang di pergelangan tangannya. Ia menyempatkan untuk menonton siaran berita di televisi yang menayangkan berita seputar terjatuhnya Rianti dari apartemen Ollan. Widya menghela napas lega, karena Rianti sudah benar-benar tamat. Memang, yang memberi botol air berisi obat bius itu adalah Rianti. Ia sama sekali tak punya pikiran buruk kepada Rianti saat perempuan itu mengunjunginya di kamar. Ia merasa sangat beruntung, karena masih diberi kesempatan untuk hidup.
Di bagian lain kota, Faishal juga merasa sangat gembira mendengar kematian Rianti. Ia tahu bahwa wanita itu yang telah merenggut nyawa Melani. Ia merasa kematian Rianti adalah harga yang pantas. Namun, ia terkadang masih merasa sedih apabila teringat paras Melani. Ia menyesal, kadang ia lepas kontrol dan bersikap kasar pada Melani.
Niken juga sudah sepenuhnya pulih. ia telah kembali ke apartemennya. Untuk merayakan kebebasannya, ia sengaja mengundang Reno, Ammar, dan Dimas untuk makan malam di sebuah restoran di pusat kota. Dalam kesempatan itu, ia mengucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya karena gagal dalam bertugas, serta ia menyatakan kekaguman luar biasa kepada para polisi senior yang telah mengungkap kasus pembunuhan para artis.
"Mungkin aku juga akan mati kalau saja Dimas tidak menemukanku hari itu," ucap Niken sambil menatap ke arah Dimas secara mendalam.
"Ah, itu sudah menjadi tugasku. Biasa saja!"
Dilibatkannya Ammar dalam kasus ini, membuat rasa percaya dirinya menanjak drastis. Ia bahkan sudah bisa berjalan normal, tanpa sempoyongan. Semuanya gembira menyambut kembalinya si polisi senior itu dalam dunia investigasi. Sementara, Mariah Alray, sang istri juga menyambut gembira perubahan pada suaminya. ia terlihat lebih bersemangat dan selalu menebar senyum.
Selepas kejadian itu, kota berjalan normal kembali. Seperti biasa, warga kota berusaha menyembuhkan luka dengan cara melupakan segala kejadian buruk yang terjadi. Dunia hiburan kembali bangkit, dengan proses syuiting yang dilakukan seperti biasa. Semua ingin kembali pulih, mengubur peristiwa-peristiwa kelam yang telah terjadi. Mereka berharap agar peristiwa kelam ini tak kembali berulang.
***
Catatan :
Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pembaca yang telah memberikan support luar biasa terhadap novel yang tak seberapa ini. Saran dan kritik yang membangun, Insya Allah akan tetap saya butuhkan untuk kemajuan novel-novel saya di masa depan.
Awalnya, saya berencana akan mengakhiri novel Pembunuhan di Kastil Tua ini menjadi 3 seasons. Namun, ternyata animo teman-teman semua sangat besar, dan mengiginkan saya untuk berpetualang kembali, berpura-pura menjadi psikopat, dan merancang pembunuhan demi pembunuhan baru. Oleh karena itu, saya akan memberi bonus season tambahan yang berisi satu kasus lagi. Suatu saat, kalau pun saya menulis lagi tentang kasus baru, mungkin saya kan berpindah ke buku lain, dengan judul yang berbeda tentunya.
Akhir kata, tetap dukung novel ini ya! Ada rencana novel ini akan dibukukan, jadi jangan sampai ketinggalan infonya. Sekali lagi terima kasih atas dukungannya, dan saya meminta maaf dengan segala kekurangan yang ada di novel ini. Semoga saya bisa memperbaiki kekurangan yang ada.
Salam,
Jo Whylant.