Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
98


Zayn kembali menjalankan mobilnya dengan kecepatan penuh. Ia ingin segera sampai di hutan. Saat tadi, Frank mengabarkan bahwa Frank dan anak buahnya berhasil masuk kedalam rumah yang berada di tengah-tengah hutan.


Karena di rumah itu penjagaan tak terlalu ketat, Frank berhasil melumpuhkan semuanya. Termasuk Helga.


Ya, setelah ditinggalkan Zayn di depan kantor. Helga yang dalam kondisi mabuk menyuruh supirnya untuk pergi ke hutan, tempat di mana ia menawan Alex.


Saat mengemudi mobilnya, Zayn meringis. Ia merasakan perutnya begitu perih, selain karena melewatkan makan malam, selama semingu Zayn berada di Denmark, Zayn pun sering melewatkan waktu makannya, karena tak ada makanan yang cocok di lidahnya . Tapi, ia berusaha kuat, ia hanya ingin masalahnya segera selesai.


Setelah sekian lama akhirnya Zayn pun sampai. Ia melihat rumah itu terlihat rumayan besar. di sekitarnya tak ada rumah lain.


Ia membuka pintu mobilnya dan mulai masuk. Saat masuk, ia melihat semua penjaga sedang terikat oleh tali, termasuk Helga yang sepertinya tak sadarkan diri.


"Kau sudah menggeledah semua isi rumah?" tanya Zayn saat Frank mendekat.


Frank menggeleng, "Belum, Tuan!" jawabnya. "Saya menunggu anda," ucapnya lagi.


"Kalau begitu, mulai geledah semua rumah ini!" titah Zayn di tanggapi anggukan oleh Frank.


Zayn pun ikut mencari untuk menggeledah seluruh isi rumah. Ia menghela napas berat saat tak menemukan Alex di manapun. Saat ia akan menyerah, Frank berteriak memangil Zayn.


Seketika Zayn pun berlari menuju Frank.


"Alex!" teriak Zayn saat melihat Alex dalam kondisi memperihatinkan. Bagaimana tidak, Helga mengurung Alex di ruang bawah tanah.


Alex yang akan menggatung dirinya menoleh, pada Zayn. Mungkin jika Frank tak menemukan Alex, Alex sudah melakukan bunuh diri.


Ia sudah tak sanggup menjalani hidupnya, bertahun-tahun di kurung Helga membuatnya hampir menggila. hingga ia lebih memilih mati dengan cara menggantung dirinya, beruntung Frank tepat waktu menemukan di mana tempat Alex di kurung.


"Za-Zayn," lirih Alex terbata-bata.


"Apa kau gila, Hah!" bentak Zayn. Ia mengulurkan tangannya pada Alex, membantu Alex untuk turun.


Tanpa menjawab ucapan Alex, Zayn langsung memeluk Alex, Seketika tangis Alex pecah saat Zayn memeluknya. Entah bagaimana lagi ia harus mengucapkan terimakasih pada Zayn, berkat Zayn ia selamat dan bisa kembali menghirup udara luar, serta terbebas dari tempat yang mengerikan.


"Ayo kita keluar dari sini!" ajak Zayn setelah melepaskan pelukannya. Ia menghapus air matanya dan mengajak Alex keluar.


Tujuan mereka selanjutnya adalah, rumah sakit. Zayn ingin langsung memeriksakan kondisi Alex, terlihat jelas Alex sedang berusaha menahan nyeri, sedangkan Frank mengurus Helga.


Saat Alex sudah di tangani oleh dokter, Ia pun meminta dokter untuk memeriksa dirinya. Perutnya semakin perih, bahkan seluruh tubuhnya terasa lemas. Beberapa kali, ia hampir kehilangan kesadarannya.


Dan ternyata, setelah di periksa, tubuh Zayn kekurangan cairan serta lambungnya sedikit bermasalah. Ia pun harus di rawat selama beberapa hari kedepan.


Dua hari kemudian.


Gia


Selama dua hari, ia hanya berdiam diri di apartemennya. Ia menangis, ketika mengingat semuanya. Namun, saat ini. Gia sudah memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya. Ia juga tak mau repor-repot memikirkan kenapa Zayn tak datang kembali. Baginya, semuanya sudah usai.


Waktu menunjukan pukul 09 malam. Ia baru saja selesai memindahkan pakaiannya kedalam koper karena ia akan pergi esok pagi.


Ia menghentikan gerakannya saat mendengar suara bel berbunyi. Ia kembali melanjutkan aktivitasnya, karena ia beranggapan itu Zayn.


Namun, tak lama ia memutuskan keluar dari kamarnya dan memutuskan untuk membuka pintu. Entah kenapa, ia yakin itu bukanlah Zayn.


Saat dia membuka pintu, keningnya mengkerut heran saat melihat seorang lelaki kurus memakai masker dan topi berdiri di hadapannya.


Lelaki itu membuka masker dan topinya, seketika mata Gia membulat sempurna saat melihat lelaki di depannya


"A-Ayah."