
Setelah membaringkan Simma di ranjang, Stuard pun langsung menindih tubuh Simma. Mata mereka saling mengunci. Terlihat jelas, cinta Stu untuk Simma sangat menggebu-gebu, begitu pun sebaliknya.
"I love you, Dad!" ucap Simma dengan suara pelan, membuat kejantanan Stuard bangkit. Ia langsung mengecup bibir Simma, mengetuk lidah Simma untuk ikut bergerak. Mereka berciuman bagitu lembut, dan setelah lama berciuman. Stuard melepaskan tautannya dari bibir Simma, ia menggulingkan diri ke samping Simma dan memeluk tubuh Simma, membuat Simma langsung menatap Stuard. Ia pikir, Stuard akan melakukan lebih karena ia merasa kejantanan Stuard sudah bangkit. Tapi nyatanya ....
"Aku akan melakukannya setelah menikah," kata Stuard tiba-tiba. Ia mengerti kebingungan yang Simma rasakan. Membuat pipi Simma memerah, ia pun langsung berhambur memeluk Stuard karena ia tak ingin Stuar melihat wajahnya yang merona.
Keesokan harinya.
"Kau tak mau menemaniku masuk, Stu?" tanya Simma. Saat ini, mereka sedang berada di depan Caffe untuk bertemu Josh. Simma mengajukan syarat ingin bertemu di caffe yang sama. Caffe di mana dia pernah bertemu Josh di mendapatkan penghinaan dari Josh.
"Kalian butuh waktu berbicara berdua. Aku akan menunggumu di sini," jawab Stu, membuat Simma langsung cemberut, menggembungkan pipinya.
Stuard menggenggan tangan Simma. "Aku cemburu Sangat cemburu. Aku ingin menghancurkannya karena beraninya dia mengajak wanitaku bertemu. Tapi aku juga sadar, kalian perlu berbicara berdua. Kau perlu menegaskan bahwa kau dan bayi kita adalah miliku," ucap Stuard yang mengerti akan apa yang di pikirkan Simma.
"Menyebalkan. Kau selalu tau apa yang ada di pikiranku!" gerutu Simma. Ia langsung menarik tengkuk Stuard dan langsung mencium bibir Stuard. Tentu saja, Stuard meladeni Simma dengan senang hati.
•••
"Maaf membuatmu lama menunggu," ucap Simma saat datang ke meja yang Josh tempati.
Josh tersenyum saat melihat Simma, matanya langsung tertuju pada perut Simma yang sudah sedikit membesar. Berbeda dengan Simma yang menatap Josh dengan tatapan datar.
"Ada apa kau ingin menemuiku?" tanya Simma tho the point.
Josh mengigit bibir bawahnya. Ia bingung harus memulai dari mana. Beberapa bulan kebelakang, ia pernah mengatakan pertanyaan yang sama seperti apa yang di katakan Simma saat ini. Pertanyaan saat ia datang ketika Simma mengajaknya bertemu dan dan naasnya masih di tempat yang sama. Namun hati yang berbeda.
Dulu, Simma yang merasakan perih karena Josh memadangnya dengan tatapan sinis bercampur jijik. Tapi Tuhan itu adil, kini ... giliran Simma yang menatap Josh dengan tatapan sinis bercampur jijik pada dirinya.
"Maafkan aku, Simma! bisakah kau beri aku kesempatan. Kau sedang hamil anakku dan ijinkan aku bertanggung jawab pada kalian," tutur Josh. ia langsung berbicara tho the point karena ia takut, Simma akan menyela ucapannya.
"Rupanya kau tau aku sedang mengandung," jawab Simma, di sertai helaan napas yang panjang, kemudian ia terseyum getir. Tanpa menjawab ucapan Josh, Simma merogoh tasnya. Ia mengeluarkan dua amplop yang sangat besar, berisi uang. Lalu ia menyodorkan amplop itu kehadapan Josh.
"Josh, aku tak tau, apa yang kau pikirkan tentangku hingga kau mengirim uang ini. Tapi, aku sama sekali tak butuh uangmu," jawab Simma. Matanya berkilat menatap Josh dengan rasa percaya diri yang tinggi.
"Simma, aku hanya ingin bertanggung jawab pada anakku," jawabnya membuat Simma berdecih, serta tersenyum sinis.
"Aku memang sedang mengandung. Tapi, ini bukan anakmu. Aku akan menikah dengan seorang Ceo Aerpin grup. Jadi, aku rasa ... Kau tak perlu repot-repot untuk bertanggung jawab," jawab Simma.
"Simma, dia anakku. Dia darah dagingku. Aku yang berhak atas anakku," jawab Stuard, "Setelah anak itu lahir aku akan mengambilnya," ucapnya lagi saat ia kehilangan akal untuk membujuk Simma. Ia berharap Simma akan luluh dan takut dengan ancamannya.
"Jika itu yang kau inginkan. Maka, langkahi dulu mayatku!" Bukan Simma yang membalas melainkan Stuard yang tiba-tiba datang ke hadapan Josh.
"Ayo, Sayang!" ajak Stuard. Ia mengulurkan tangannya pada Simma, agar Simma bangkit dari duduknya.
"Tuan Josh Rush. Aku harap kau tak melewati batasanmu. Semoga kau ingat, bahwa kau sedang berhadapan dengan Stuard josepin." Setelah mengatakan itu, Stuard pun langsung mengajak Simma untuk keluar dari caffe.
Emosi Josh meledak ledak saat mendengar ucapan Stuard. Ia pun bangkit untuk mengejar Stuard dan ingin menghajar Stuard.
Saat sudah di dekat Stuard, Josh mengangkat kakinya, untuk menendang punggung Stuard. Namun, belum dia melakukan rencananya. seseorang menendang pinggangnya hingga dia terhuyung ke samping.
Simma dan Stuard langsung menoleh kebelakang, mata Simma membulat saat melihat Josh terkapar di lantai
"Kerja bagus," ucap Stuard pada orang yang menendang Josh. Tanpa siapa pun sadari, Stuard memiliki bodyguard. Ia selalu diikuti kemana pun ia pergi. Tentu saja bodyguard yang di pilih Stuard adalah orang-orang terbaik dan bisa menjalankan tugasnya dengan benar. Dan saat Josh akan melukai Stuard, bodyguard Stu langsung bergerak cepat.
"Ayo Sayang," ajak Stu saat Simma masih terdiam, melihat Josh yang sedang kesakitan.
Simma pun mengangguk. Ia tak mau menoleh lagi kebelakang. Ia sama sekali tak terkejut. Karena ia sudah tau bahwa selama ini, Stuard memiliki bodyguard yang mengikutinya. Jika Bodyguard melukai Josh, berarti Josh lah yang ingin melukai Stuard terlebih dahulu, begitulah pikir Simma.
Saat berada di dalam mobil, Stuard memakaikan sabuk pengaman pada Simma, saat Stuard akan menjauhkan wajahnya, Simma menahan tengkuk Stuard lalu dengan cepat ia mencium bibir Stuard.
"Ayo menikah besok," ucap Simma saat tautan bibirnya terlepas. "Tak perlu menikah besok. Ayo menikah sekarang," jawab Stu. Ia kembali lagi mendekatkan wajahnya untuk mencium bibir Simma.
•••
Briana menghela napas saat melihat Josh masih terdiam di lantai. Ia melihat semua dan mendengar semuanya. Sebelum Josh datang ke caffe, Briana sudah datang terlebih dahulu, hingga ia bisa mendengar apa yang sedang dibicarakan oleh Josh dan Simma.
"Ayo bangun. Semua memperhatikanmu!" ucap Briana. Ia mengulurkan tangannya untuk membantu Josh berdiri.
Josh ....
Hate komen blok 😎😂
aku udh up dari tadi. Tapi noveltoonya lagi gangguan.