Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
Extra part


Yuhuuuuuuu


cerita kmu di jamin, meguras emosi dan energi


mon maafye Mpok Mpok ibu ibu otor mau promooo novel otor yang di si hijauuuu


Novel ini judulyan ( Gabby up besok)


Judullnyaaa✓


S U G A R P O L I C E


(kisahNickGrisya)


Greysia menatap Nick tanpa berkedip


Ia bingung kenapa wajah kekasihnya tiba-tiba berubah, setelah ia mengatakan bahwa Gabriel, sang ayah merestui hubungan mereka.


“Baby!” Panggil Grisya pada Nick.


Nick, Lelaki 40 tahun itu itu langsung menoleh kearah Griysa, kemudian ia menatap kekasihnya lekat-lekat. Tak pernah terbayangkan didalam benak Nick, ia akan mendengar ucapan seperti ini keluar dari mulut kekasihnya, yang berbeda 20 tahun dengannya.


Bagaimana mungkin, Gabriel Ayah Grisya mengetahui hubungan mereka dan merestuinya. Padahal, selama ini ia hanya main-main dengan Grisya dan tidak pernah serius dengan Grisya.


Ia memacari Grisya untuk melebur kesepiannya. Karena sebenarnya, yang ia cintai bukan Grisya melainkan Gisel, bibi dari Grisya.


Ia mencintai Gisel sudah bertahun-tahun lamanya. Tapi sayangnya Gisel sama sekali tidak merespon perasaan. Bahkan, Grisya kerap menghindar dari Nick, hingga Nick Putus asa mendekati Grisya.


Saat Nick, benar-benar mencapai titik terendahnya. Ia memacari Grisya untuk melebur kesepiannya. Tapi sama sekali tidak mencintai Grisya dan jujur saja, setiap ia bersama Grisya ia malah sering membayangkan bahwa ia sedang bersama Gisel, karena wajah Grisya dan Gisel sangat mirip.


Dan sekarang, saat mendengar ucapan Grisya tentang Gabriel yang merestui hubungan mereka. Tentu saja Nick terkejut, karena walau bagaimanapun dia tidak pernah berniat untuk berhubungan serius dengan Grisya, apalagi usia mereka terpaut jauh


Mungkin Nick belum bisa melupakan Gisel. Tapi Nick juga tidak mungkin bersama Grisya


Ia ingin mencari istri yang yang umurnya tidak berbeda jauh dengannya. Mana mungkin dia menikahi gadis dua puluh tahun yang sedikit manja, sedangkan Nick adalah orang yang sangat tegas.


“Baby!“ panggil Grisya lagi, hingga Nick tersadar dari lamunannya. Ia mengerutkan keningnya saat melihat Nick yang berbeda.


Nick tersadar, kemudian ia mengambil jus yang ada di depannya lalu menyeruputnya, kemudian kembali melirik ke arah ke Grisya, lalu ia melihat jam di pergelangan tangannya.


“Grisya, Aku harus pergi kantor, karena aku harus mengintrogasi tersangka yang baru saja tiba,” dusta Nick, membuat Grisya mengerutkan keningnya.


Sebelum mereka bertemu, Nick sudah mengatakan bahwa Nick tidak berdinas dan libur, itu sebabnya mereka berencana untuk melanjutkan menonton ke bioskop. Tapi sekarang, setelah membahas tentang Gabriel, Nick malah mengatakan bawah dia akan bekerja.


“Baby, Kau tidak apa-apa? Apa ada yang salah?” tanya Griysa saat Nick bangkit dari duduknya. Ia menatap Nick tanpa berkedip, kenapa hatinya merasa ada yang tak beres dengan kekasihnya.


“Aku tidak apa-apa, kau membawa mobil kan aku akan menghubungimu nanti.” Setelah mengatakan itu, Nick pun berlalu, meninggalkan Grisya begitu saja, membuat Grisya keheranan.


“Sebenarnya ada apa dengannya?” Griysya, bertanya-tanya dalam hati, ia benar-benar bisa merasakan perubahan Nick barusan, dari saat Nick pertama kali tiba di kafe dan saat ia mengatakan tentang Gabriel yang merestui mereka.


Tak ingin ambil pusing, Grisya pun menyantap hidangan yang ada di depannya. Lalu setelah itu, ia berniat pulang ke rumah. Ia berusaha untuk tetap berpikir positif tentang Nick.


Beberapa hari kemudian


Grisya berjalan keluar dari kampus dengan lemas. Ini sudah 3 hari semenjak pertemuannya dengan Nick dan sejak saat itu pula, Nick tidak bisa dihubungi.


Nick tidak menjawab panggilannya dan tidak menjawab pesannya.Grisya sungguh bingung, Ada apa dengan kekasihnya. Biasanya, Nick tidak pernah absen membalas pesannya, Sesibuk apapun Nick, NIck pasti akan membalas pesan dari Grisya.


Tapi yang terjadi sekarang, tidak ada satupun pesan yang dibalas oleh Nike, dari itu membuat Grisya tiba-tiba bingung.


Saat sudah berada di dalam mobil, Grisya langsung merogoh saku kemudian ia mengeluarkan ponsel lalu mencoba mengirim pesan kepada Nick.


“Baby, kau baik-baik saja? Kenapa kau tidak menjawab pesanku?” tulis Grisya dalam pesannya. Namun lagi-lagi, tak ada tanggapan dari ini Nick.


•••


Nick mengusap wajah kasar saat melihat pesan yang dikirimkan oleh Grisya, selama 3 hari ini. Nick sudah banyak berpikir tentang semuanya, ia tidak mungkin menutup-nutupi apa yang ia rasakan pada Griysa, karena ia tak mau Grisya terus berharap padanya.


Setelah beberapa menit berpikir, akhirnya Nick menggerakan jarinya untuk membalas pesan dari Griysa dan meminta Grisya untuk menemuinya di salah satu Cafe.


Dan sekarang, di sinilah mereka berada. Di sebuah kafe yang tak jauh dari kantor polisi tempat Nick berdinas. Ini sudah 15 menit berlalu. Tapi tidak ada yang berbicara sedikitpun.


“Baby, ada apa ap ....”


“Grisya, aku harus jujur padamu. Sebenarnya ....” Nick menyela ucapan Grisya, membuat Grisya semakin bingung. Kali ini Nick tidak menatapnya dengan hangat


“Ada apa?” tanya Grisya.


“Sebenarnya .... ” Nick pun menjelaskan bahwa sebenarnya ia tidak mencintai Grisya tapi mencintai Gisel, bibi Grisya, ia hanya memacari Gisel, karena wajah Gissel begitu mirip dengan Grisya.


Nafas Grisya memburu, emosi seketika melandanya. Ia Menatapnya Grisya dengan tatapan berapi-api. Ia mengepalkan tangan di bawah meja. Tapi, sebisa mungkin ia berusaha menahan emosinya.


Grisya menghela nafas, kemudian menghembuskannya. Lalu, ia menatap Nick dengan tatapan tegas.


“Jadi kau mencariku dan mendekatiku hanya karena aku mirip dengan Bibiku?” tanya Grisya, Nick menggigit bibirnya kemudian mengangguk. Tatapan rasa bersalah ia layangkan pada gadis didepanya.


Grisya merubah ekspresi wajahnya. Ia tidak mau terlihat menyedihkan di dihadapan Nike, kemudian ia trsenyum lalu bangkit dari duduknya.


“Aku rasa, sudah tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan. Oh ya, anggap saja selama beberapa bulan kemarin kita tidak pernah menjalani hubungan apapun,” ucap Grisya, kemudian ia berbalik. Namun tak lama, ia menghentikan gerakannya lalu kembali menoleh ke arah Nick.


“Tak usah mengkhawatirkan perasaanku, karena aku juga tidak mungkin mau dengan lelaki berumur sepertimu.” Setelah mengatakan itu, Grisya pun berbalik, kemudian meninggalkan Nick yang tampak tak percaya dengan ucapan Grisya


Mata Nick membeliak, ia tidak menyangka Grisya akan mengejeknya seperti itu. Kemarin-kemarin, Griysa begitu manis. Lalu kenapa sekarang Grisya malah mengatakan hal yang sadis kepadanya.


Bab 2


Tatapan matanya begitu menusuk, menatap punggung Grisya, Ia tidak percaya bahwa Grisya akan meledeknya dengan kata pria berumur.


Tak dipungkiri raut wajahnya Nick masih kesal ia tak menyangka Grisya kan mengatakan hal seperti it. Ia seperti ditelanjangi oleh wanita yang baru saja menjadi mantan kekasihnya. Setelah bisa menormalkan kekesalannya, ia pun kembali duduk menikmati kopi yang ia pesan.


•••


.Grisya masuk ke dalam mobil, kemudian ia langsung menumpahkan tangisannya. rasa sakit, rasa sesak dan rasa sedih menjalar dalam Diri Grisya, Bagaimana tidak, lelaki yang selama ini ia cintai, lelaki yang juga Cinta Pertamanya yang berhasil merebut hatinya ternyata menganggapnya hanya sebagai pelampiasan, karena ia mirip dengan Gisel.


“Awas saja, akan kubalas dia!” kata Grisya, ia pun kembali melajukan mobilnya. Lalu setelah itu, ia memajukan mobilnya untuk pulang ke rumah.


Saat sudah sampai di rumah, Grisya menghapus air matanya, kemudian ia langsung keluar dari mobil. Saat ia keluar dan berjalan masuk, langkahnya terhenti ketika melihat sang bibi keluar dari rumah, ternyata bibinya baru saja tiba di luar negeri.


“Ada apa denganmu? Kenapa wajahmu sembab?” tanya Giseel, pada Grisya. Tiba-tiba, hati Grisya, kembali berdenyut nyeri saat melihat Gisel.


“Bibi!” Panggil Grisya dengan sedikit kesal. Ia mengencangkan suaranya, membuat Gissela terpekik kaget.


“Why? ada apa denganmu?” tanya Gisel.


“Kenapa kau tidak menerima saja cinta pria tua itu. Jadi aku tidak akan menjadi korban di sini!”


“Hah!” Gisel melotot tak percaya dengan apa yang diucapkan Grisya, ia tak mengerti arah pembicaraan sang keponakan.


“Griysa, apa maksudmu? Siapa yang menerima cinta Siapa?” tanya Giseel.


“Ah sudahlah, tak ada gunanya juga berbicara dengan dengan Bibi.” Grisya pun memutuskan untuk masuk meninggalkan Gisel yang kebingungan dengan reaksi keponakannya.


•••


Saat Grisya masuk ke dalam kamar, Grisya membanting tubuhnya di ranjang.


“Aku hanya memacarimu karena kau mirip dengan Gisel, karena Gisella yang aku cintai bukan kau." Sekelebat ucapannya Nick menubruk otaknya, membuat Grisya memejamkan matanya, seraya menangis dalam diam. Lelaki yang selama ini begitu itu ia cintai ternyata hanya menganggapnya sebatas itu.


“Grisya, ada apa denganmu?” tiba-tiba suara Gabriel sang ayah terdengar dari arah pintu membuat Grisya menoleh dan langsung menghampiri Grisya.


“Grisya, Ada apa denganmu? Kenapa kau menangis Apa ada yang mengganggumu?” tanya Gabriel, Griysa langsung bangkit dari berbaringnya kemudian mendudukkan dirinya.


“Dad apa kau tahu apa yang barusan aku alami?” tanya Griysa.


Gabriel mengangkat bahunya. “Mana Daddy tahu, Daddy kan dari tadi di rumah," ucap Gabriel membuat Grisya berdecih.


“Dad, kau tau, ternyata Nick bukan menyukaiku dia menyukai bibi Gissel, dia mencariku hanya karena aku mirip dengan Bibi Gisel!” Grisya mengadu pada sang ayah, bagaikan anak kecil yang mengadu pada ayahnya.


Bukannya bersimpati dengan keadaan sang Putri, Gabriel malaha tertawa. Ia menatap putrinya dengan lucu, membuat Grisya mengerutkan keningnya.


“Daddy kenapa kau tertawa? aku sedang menangis sekarang!” kata Grisya yang tak terima ketika sang ayah menertawakannya.


“Bukankah Daddy sudah bilang padamu. walaupun Daddy mengizinkanmu berpacaran dengan nick, kau harus berhati-hati. Buktinya sekarang ... Daddy sudah mengenal Nick bertahun-tahun. Jadi, Daddy tahu siapa dia dan siapa yang dia sukai.”


“Lalu kenapa Daddy tidak memberitahuku, Kenapa Daddy mengizinkanku berpacaran dengannya?”


“Apa jika Daddy memberitahumu, kau akan percaya Apakah kau akan menurut pada Daddy?” tanya Gabriel lagi, karena ia tahu sang putri, keras kepala seperti dirinya, semakin dilarang, Grisya akan semakin menggila. Itu sebabnya Gabriel mengijinkan apapun yang dilakukan oleh Grisya, agar sang putri mengerti dengan sendirinya.


“Kalian sama saja. Daddy keluar, Aku ingin sendri!” kata Grisya, sedangkan Gabriel menggeleng-gelengkan kepalanya.


“Grisya, kau masih muda. Banyak lelaki yang mau denganmu, kau masih bisa mendapat lelaki yang baik. Jadi jangan terlalu terpuruk, Anggap saja kau dan Nick hanya sedang dalam masa uji percobaan.” Gabriel menegakkan tubuhnya, kemudian ia keluar dari kamar sang Putri.


satu minggu kemudian


Grisya mengemudi dengan lesu, ini sudah satu minggu berlalu semenjak ia putus dari Nick, bisa saja mengatakan bahwa ia membenci dan ia tidak ingin lagi berharap pada Nick. Tapi nyatanya, tidak semudah.


Grisya kerap ingin menelpon Nick dan mengirim pesan pada Nick. Ia juga kerap mendatangi tempat yang ia datangi bersama. Nyatanya, melupakan itu tidak semudah yang ia bayangkan, bayang-bayangnya Nick selalu hadir di setiap langkahnya.


Nick orang yang telah membuatnya percaya akan sebuah ikatan. Tapi ternyata, Nick yang menghancurkannya.


Saat berada di lampu merah grisha memalingkan tatapannya ke arah lain ia melihat ke arah luar di mana ada cafe di sana. jantung Grisya berdebar dua kali lebih cepat ketika melihat Nick duduk seorang diri.


tiba-tiba, hati Griysa terasa pedih, seandainya ia masih bersama Nick, Mungkin ia akan berani menghampiri Nick kesana. Tapi sayang, semuanya sudah berakhir dan tak ada lagi alasan Griysa menghampiri Nick.


beberapa bulan kemudian


“Apa ini, Grisya?” tanya Gabriel saat Griysa menyerahkan formulir untuk masuk ke dunia kepolisian.


“Seperti yang kau lihat, Dad. itu brosur dan pendaftaranku menjadi polisi di Rusia,” jawab Grisya, membuat Gabriel menggeleng-gelengkan kepalanya.


“Kau masih terobsesi dengan Nick?” tanya Gabriel, Grisya menggeleng.


“Kenapa aku harus terus terobsesi dengan nick.”


“Lalu kenapa kau ingin masuk ke dunia polisi. kau bisa melanjutkan pendidikanmu atau kau bisa memilih karirmu yang lain. Tapi, tidak masuk ke dunia polisi. Apa kau tidak tahu betapa berat menjadi seorang polisi?” tanya Gabriel, ia tampak tak setuju dengan apa yang di ucapkan oleh Grisya.


“Dad, aku menyodorkan itu padamu bukan meminta ijin, tapi aku memberitahumu. Bahwa aku akan masuk kedunia kepolisian.”


Gabriel melepaskan kacamatanya kemudian ia menyenderkan tubuhnya kebelakang. “Jadi aksudmu kau sudah mendaftar menjadi polisi?” tanya Gabriel, matanya menatap Grisya setajam elang.


Seperti biasa, Grisya takkan gentar ketika ia sudah menginginkan sesuatu, apalagi kedua ayah anak dan ayah itu sama-sama keras kepala .


“Bagaimana jika Daddy tidak setuju kau masuk ke dunia polisi? apakah kau tetap membantah?” tanya Gabriel


Grisya mengangguk mantap. “Aku ingin memilih karirku sendiri, aku rasa Kau hanya cukup mendukungku.”


“Grisya!” Gabriel menekankan panggilannya pada sang Putri, hingga kali ini, Grisya sedikit mundur, karena ia tahu sang ayah sudah tak ingin dibantah.


•••