
"Berani sekali kau berteriak padaku!" teriak Regard setelah menampar pipi putrinya.
"Lepaskan kami brengsek. Manusia macam apa kau yang tega menyakiti anak dan cucunya sendiri!" teriak Briana lagi.
Seketika Regard maju ke arah Briana, ia mencekik leher Briana hingga kesulitan bernapas.
"Jika saja kau patuh padaku dan tak melawanku, kau dan putrimu yang cacat ini mungkin masih aman. Tapi kau sudah membangkitkan amarahku. Jadi sekarang, waktunya kau dan putrimu yang cacat ini menyusul ibumu," jawab Regard, ia menatap bengis pada Briana lalu melepaskan cengkeramannya pada leher Briana.
Regard murka pada Briana karena Briana mulai berani membantahnya dan membawa Ariana keluar dari mansion secara terang-terangan. Dia semakin murka kala mengetahui bahwa Zayn sudah tau tentang Ariana.
Ya, Regard melihat saat Zayn menghajar Josh di mansion Josh, saat itu, ia kembali lagi ke mansion karena ada berkas yang tertinggal hingga Ia mendengar ucapan Zayn pada Josh, dan akhirnya, Regard tau, bahwa Zayn yang tak lain adalah keponakan Josh sudah mengetahui tentang Ariana.
Bagi Regard, Ariana adalah aib, ia tak ingin siapa pun mengetahui tentang Ariana. Termasuk keluarga Josh.
Setelah Ariana lahir, pikiran Regard hanya tentang bagaimana cara menyingkirkan Ariana. Sudah bermacam cara Regard tempuh untuk melenyapkan cucunya. Tapi, tetap tak berhasil.
Walaupun tak berhasil menyingkirkan Ariana, ia bisa bernapas lega saat melihat Josh tak menyukai Ariana, bahkan saat Regard berkata ingin menyingkirkan Ariana, Josh tampak tak keberatan sama sekali. Hingga Regard semakin berada di atas awan.
Namun, berkali-kali, ia mencoba untuk melenyapkan Ariana. Usahnya selalu gagal. Hingga akhirnya, ia lebih memilih menyuruh Josh mengungsikan Ariana ke paviliun.
"A-apa maksudmu?" tanya Briana dengan tubuh bergetar. Ia bergidik saat mendengar ucapan sang ayah.
"Tuan Regard, jangan sakiti Mommy. Lepaskan Mommy dan kau bisa melakukan apa pun pada tubuhku!" ucap Ariana. Setelah cukup lama melihat dan mendengar perdebatan sang ibu dan Regard, Ariana langsung mengerti tentang apa yang di maksud oleh Regard. Ariana berucap dengan pasrah. Rasa takut yang sedari tadi ia rasakan berganti dengan rasa tegar, saat ia menyadari bahwa dirinyalah yang menjadi sumber masalah.
"Ariana!" teriak Briana. Tangisnya pecah saat mendengar ucapan Ariana yang begitu tulus. Hatinya semakin teriris perih kala melihat wajah Ariana yang pasrah.
Mendengar ucapan Ariana, Regard tertawa. Ia menatap Ariana dengan tatapan membunuh. Ia pun berbalik dan berjalan ke arah Ariana
"Jo-Josh," ucap Briana terbata-bata. Ternyata Josh lah yang datang.
"Maafkan aku yang telat menyelamatkan kalian," ucap Josh pada Briana. Setelah Melihat ke arah Briana, Josh menatap putrinya.
Mata Josh berkaca-kaca saat melihat Ariana, untuk pertama kalinya, Josh tersenyum pada Ariana dan seketika membuat Ariana terpaku.
"Berani sekali kau!" teriak Regard pada Josh. Baru saja ia akan berbalik untuk melawan Josh. Namun gerakannya terhenti saat Josh semakin menekan pistol pada kepalanya.
"Aku terlalu bodoh, seharusnya aku menembakmu dari dulu," geram Josh, setelah mengatakan itu Josh, langsung melihat pada Briana.
"Briana. Tak terhitung rasa sakit yang aku berikan padamu dan pada putri kita. Aku memang pernah membuat kesalahan. Tapi setelah menikah denganmu, cintaku padamu mulai kembali tumbuh. Mungkin, aku mengambil cara yang salah untuk melindungi kalian dan kalian berhak membenciku," ucap Josh dengan mata yang berkaca-kaca.
"Ariana, Daddy sadar, cara Daddy melindungimu salah. Kau berhak membenci Daddy sebanyak yang kau mau. Kau boleh anggap Daddy pembual. Tapi Daddy benar-benar menyayangimu," ucap Josh ketika ia melihat pada sang putri. Setelah mengatakan itu, Josh kembali menatap Briana dengan tatapan serius.
"Briana, keputusan ada di tanganmu. Ayahmu lebih berbahaya dari yang kau pikirkan. Jika kau mengijinkan aku membunuhnya, aku akan langsung menembaknya dan akan menyerahkan diriku pada polisi setelah itu, carilah kebahagiaanmu bersama putri kita. Kau bebas Briana, Takan ada lagi yang mengekangmu," kata Josh, ia memandang Briana lekat-lekat, ia tau istrinya sedang bimbang. Tapi, ia tak bisa menundanya lagi. Ia harus menyingkirkan Regard sekarang juga, sebelum Regard semakin menjadi-jadi.
Selama ini, Josh tak berpikir untuk menyingkirkan Regard, karena Regard tak mengusik putrinya lagi. Namun, hari ini ia sadar, seharusnya ia membunuh Regard sedari dulu
"'Ayahmu menjadi ketua aliran sesat, dan jika aku tak menyingkirkannya sekarang, dia dan pengikutnya bisa saja melakukan hal buruk kalian," sambungnya lagi saat Briana masih terdiam. "Pilihan ada di tanganmu Briana, jika orang ini mati, kau dan putri kita akan bahagia. Jika kau tetap membiarkan dia hidup, maka ...." Josh tak meneruskan ucapannya lagi saat mendengar jawaban Briana yang ....
Ini masih belum beres ya mpok-mpok. next bab di jelasin sejelas-jelasnya. Aye ngantuk, jadi mau bobo dulu ya
Hate komen blok , 😎