Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
Kembalilah, Gabriel!


Setelah pistol terlepas dari tangan Gabriel, Stuard, langsung menindih tubuh putranya. Ia langsung menghajar pipi Gabriel. “Sadarlah Gabriel!” teriak Sruard.


Setelah memukul Gabriel, ia langsung mengangkat kerah jas Gabrie, hingga kepala Gabriel terangkat.


“Sadarlah! sampai kapan kau akan terus begini, Hah!” ucap Stuard lagi, kali ini ia tak lagi berteriak. Ia berbicara dengan sedikit pelan, terdengar ada kesedihan di nada suara Stuard.


Stuard menghempaskan tubuh putranya dengan kasar, Ia bisa saja berteriak pada Gabriel. Namun tak dipungkiri, rasa sedih menjalar di hati lelaki itu ketika melihat putranya seperti ini.


Bahkan, saat ini, tangis Stuard sudah luruh. Apalagi Gabriel tidak bereaksi sama sekali.


“Kembalilah Gabriel. Jangan seperti ini, lihatlah Putrimu dan tebuslah kesalahanmu!” lirih Stuard, dengan suara yang pelan, berharap Gabriel mau bereaksi..Namun sayang, Gabriel masih terdiam ia hanya menatap kosong ke arah atas.


Stuard membuka jasnya, kemudian ia melingkarkan pada kaki Gabriel yang terkena tembakan karena darah terus mengucur dari kaki Gabriel


•••


“Tidak apa-apa, Grisya. Tidak apa-apa,” ucap Amelia ketika ia sedang duduk berada di kantor polisi


Setelah mereka keluar dari gudang dan Gabriel sudah di evakuasi oleh tim medis, Amelia langsung membawa Geisha untuk pergi ke kantor.


Dan setelah pergi ke kantor, Geisha menangis histeris ketika akan masuk ke dalam ruangannya, dan alhasil, Amelia hanya bisa menunggu di kursi tunggu sambil memeluk putrinya. Terasa jelas, bahwa saat ini, tubuh putrinya bergetar. Amelia benar-benar takut,Geisha akan mengalami trauma.


Setelah sekian lama memeluk sang ibu, Grisya menjauhkan tubuhnya dari tubuh sang ibu, hingga pelukannya terlepas.


“Mo-Mommy, tadi Uncle itu menjewer kupingku dan menjambak rambutku,” ucap Grisya terbata-bata, membuat Amelia memejamkan matanya, rasa perih menjalar ke dalam dada, saat mendengar ucapan putrinya.


ia tak membayangkan betapa ketakutannya Grisya saat Gabril melakukan hal buruk pada putrinya. Hati Amelia teramat pedih ketika putrinya mengadu tentang apa yang di lakukan oleh Gabriel


“Kau ingin sesuatu? kau ingin makan? atau kau ingin membeli es krim?” tanya Amelia.


Ia berusaha untuk mengajak putrinya agar putrinya tenang dan tak terus merasakan hal yang mengerikan. Grisya menggelengi, ia malah memeluk sang ibu semakin erat.


“Mommy mulai sekarang, jangan kemana-mana, Mommy harus menemaniku, aku takut Uncle jahat itu akan melukaiku,” ucap Grisya. Ia masih menangis sesegukan di pelukan sang ibu..


•••


Stuart mondar-mandir di depan ruang perawatan. Saat ini, Gabriel sedang ditangani oleh dokter dan ia sendiri sedang menunggu diluar dengan harap-harap cemas.


Tadi setelah keluar dari gudang, tim evakuasi langsung membawa Gabriel ke rumah sakit, sedangkan Amelia langsung kembali ke kantor untuk melakukan tugasnya.


Stuard mendudukkan diri di kursi tunggu, ia menggerakkan kakinya karena merasakan gugup yang luar biasa, berharap putranya tidak mengalami hal yang serius.


Ia juga belum memberitahukan kondisi Gabriel kepada sang istri, kondisi Simma sedang tidak terlalu baik dan ia takut, kondisi istrinya semakin memburuk ketika mengetahui yang terjadi.


Tak lama, pintu ruangan rawat Gabril terbuka, para dokter keluar dari ruang rawat Gabriel, hingga Stuard langsung langsung bangkit dari duduknya, dan menghampiri dokter.


“Dok, bagaimana keadaan putra saya?” tanya Stuard.


Dokter ....


Gengs mau up 3 bab, Mata udah keburu ngantuk, satu bab lagi menyusul ya.


Yok komen yok