Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
Bab 10 Rencana mematikan


Tubuh Gabriel terasa melemas, ia diam terpaku, kakinya begitu sulit untuk di gerakan saat melihat adegan di depannya. Hatinya terasa perih, jantungnya seperti di tusuk oleh ribuan belati ketika melihat Ariana sedang berpelukan dengan Justin di depan pintu apartemen.


Gabriel hanya mampu menatap mereka dengan tatapan terluka. Berjuta-juta tanya langsung menyergap otaknya, bagaimana mungkin mereka bisa berpelukan dengan Ariana. Selama ini juga, Ariana tidak pernah bercerita bahwa ia dekat dengan Justin yang merupakan dosen mereka.


Nafas Gabriel terasa tercekat, udara di sekitarnya mendadak berkurang. Hingga rasanya, Gabriel kesulitan untuk bernafas.


Matanya tak lepas menatap Ariana yang terlihat begitu nyaman ketika berada di pelukan Justin. rupanya, Ariana dan Justin baru saja pulang, mereka baru saja memesan gaun pengantin dan saat sudah di depan apartemen, Justin memeluk Ariana begitupun Ariana yang membalas pelukan Justin.


Bukan hanya pelukan, mereka pun saling cium satu sama lain, menyalurkan kebahagiaan yang telah mereka rasakan. Sayangnya, mereka tak menyadari bahwa apa yang mereka lakukan dilihat oleh Gabriel.


Mata Gabriel tak lepas memandang Ariana, tubuhnya limbung, jantungnya berdebar kencang, ini benar-benar hari kehancurannya. Hari dimana semuanya hancur lebur.


Tiba-tiba, Gabriel tersadar saat Justin melepaskan pelukannya dari Ariana. Kemudian, ia berjalan mundur untuk bersembunyi karena sepertinya Justin akan segera pulang, dan ia tak ingin Justin melihatnya ada di apartemen Ariana.


Saat ia bersembunyi, ia mengintip. Benar dugaannya, Justin berjalan ke arahnya dan menuju lift untuk turun.


Saat Justin sudah menaiki lift, Gabriel keluar dari persembunyiannya. dengan langkah yang lesu, Gabriel berjalan ke arah apartemen Ariana.


Saat berada di depan pintu, Gabriel menghela nafas kemudian menghembuskannya berkali-kali, Dengan tangan yang gemetar, Gabriel mengangkat tangannya, kemudian ia memencet bel berkali-kali. Hingga terdengar suara derap langkah dari dalam.


“Gabriel!” panggil Ariana, ia mengerutkan keningnya, karena melihat Gabriel ada di apartemennya. Gabriel yang sedang menunduk, mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Ariana.


Dadanya benar-benar diremas, saat melihat wanita yang dicintainya berada di depannya. Melihat wajah Ariana dari dekat, rasanya kepedihan Gabriel semakin menjadi-jadi.


“Gabriel!” panggil Ariana lagi, ia menyadarkan Gabriel dari lamunannya. Hingga Gabriel tersadar, kemudian tersenyum.


“ Gabriel kau kenapa?” tanya Ariana saat melihat wajah Gabriel yang memerah dan mata yang sedikit membengkak.


“ Ariana aku tadi berpapasan dengan mister Justin, apa dia dari sini?” tanya Gabriel dengan hati yang remuk redam.


Ia berharap Ariana mengelak dan mengatakan, bahwa Justin tidak datang ke sini.Tapi faktanya, ia melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa Justin baru saja pergi dari apartemen Ariana


Ariana tersenyum, “Gabriela ayo masuk,” ajak Ariana, Ia mengeser tubuhnya, memberikan ruang untuk Gabriel masuk.


Gabriel berjalan masuk kedalam apartemen Ariana dengan lesu, matanya menyapu ke seluruh ruangan. “Gabriel silahkah duduk,” ucap Ariana, “Aku akan membuat minuman untuk mu,” ucapnya lagi, setelah mengatakan itu, Ariana pergi ke dapur untuk membuat minuman untuk Gabriel.


5 menit kemudian, Ariana datang sambil nampan berisi minuman dingin untuk sahabat yang juga kakak kandungnya.


Ariana mengangguk, wajahnya kembali berseri-seri. “Gabriel, aku akan menikah dengannya.”


Jederrr


Ucapan Ariana bagai petir menyambarnya di siang bolong, Gabriel kembali terdiam. Otaknya kosong, Belum cukupkah fakta tentang Ariana yang merupakan adiknya kandungnya, dan sekarang, ia harus mendengar lagi ucapan yang sangat menyakitkan.


Tadi, ia mendengar dari mulut ayahnya, kenyataan yang sangat menyakitkan, dan sekarang, ia harus mendengar lagi kenyataan yang menyakitkan dari wanita yang di cintanya.


••••


“Gabriel, kau mau kan jadi pendamping di pernikahanku.”


Gabriel menghentikan langkahnya ketika ucapan Ariana kembali menubruk otaknya. Ucapan yang meminta Gabriel untuk menjadi pendamping pengantin.


Saat ini, Gabriel baru saja keluar dari apartemen Ariana, ia memutuskan untuk langsung pulang, karena iya tak sanggup lagi melihat wajah Ariana.


Ia keluar dari apartemen Ariana, Dengan hati yang luar biasa hancur, ia memegang dinding, karena rasanya, ia tak sanggup lagi untuk berjalan. Kakinya seperti tak mampu lagi untuk menumpu tubuhnya.


Nafasnya Gabriel mulai memburu, rasanya ia benar-benar kesulitan untuk bernafas. Ucapan Ariana dan wajah Ariana yang terlihat senang ketika akan menikah dengan Justin menari-nari di otaknya, dan itu menambah kesakitan Gabriel.


Gabriel menggeleng-gelengkan kepalanya, “Tidak, Ariana adalah milikku. Dia hanya milikku," seketika kekuatan Gabriel kembali hadir, saat terpikirkan sesuatu dan seperti biasa, dia butuh Amelia untuk melakukan rencananya.


••••


“Ga-Gabriel mungkin aku melakukan itu,” ucap Amelia dengan mata yang membulat, Gabriel baru saja datang ke rumahnya dan malah memerintahkannya hal yang tak masuk di akal Gabriel memerintahkan ....


Gengs, tadinya aku mau update 4 bab . Tapi, anakku hari ini sekolah.


Karena kisah Gabriel ini aga berbeda dan aga sadis, jadi aku saranin buat yang ga kuat jangan baca ya hahahahahah


Amelia nanti berubah kok ga akan lemah. Aku lagi


Yok, tinggalin komen yoks. biar nanti malem 3 bab lagi