
Saat mengendarai mobil senyum tak henti-hentinya menghiasi wajah Gabriel.Ia sungguh tidak sabar untuk melihat Ariana. Mungkin Ariana akan terkejut dengan ini. Tapi ia yakin, ia bisa menenangkan adiknya sekaligus wanita yang ia cintai.
30 menit berselang, akhirnya Gabriel sampai di salah satu rumah miliknya, di mana ada Ariana di dalamnya.
Ia memasukan mobil, kemudian setelah itu memarkirkannya dan keluar dari mobil.
”Apa dia sudah sadar?” tanya Gabriel pada penjaga di rumah itu. Penjaga rumah itu mengangguk.
“Ya, Tuan. dia sudah sadar,” jawab penjaga itu. setelah itu Gabriel masuk kedalam kemudian langsung berjalan kearah kamar yang ditempati oleh Ariana. Saat di depan kamar, Gabriel menghela nafas kemudian menghembuskannya berkali-kali. Ia sungguh gugup melihat Ariana.
Setelah cukup lama terdiam, Gabriel membuka pintu Kemudian terlihat sosok Ariana. Namun saat ia akan maju, Gabriel menghentikan langkahnya ketika melihat Ariana yang sedang duduk di ranjang dengan posisi membelakanginya, postur Ariana terlihat saat sangat berbeda dari belakang.
“Ariana!” panggil Gabriel. Namun wanita yang di panggil Ariana tidak menoleh, membuat Gabriel langsung berjalan kearah wanita itu. Kemudian, ia menepuk pundak wanita itu hingga wanita itu itu berbalik.
Mata Gabriel membulat, saat melihat bukan Ariana yang ada di ruangan itu melainkan Amelia.
“A-amelia, bagaimana kau ada di sini, dimana Ariana?” tanya Gabriel terbata-bata saat melihat Amelia.
jantung Amelia berdetak dua kali lebih cepat lututnya bergetar saat melihat wajah Gabriel. ini adalah rencananya bersama Justin.
Ternyata, Justin mengajak Ariana menginap di tempatnya dan Amelia menggantikan posisi Ariana. Saat ia berbohong pada Gabriel, bahwa Ariana sudah pingsan. Ia tahu, anak buah Gabriel sudah menunggu di di depan.
Dan saat pintu apartemen terbuka, Amelia berpura-pura tertidur. Beruntung anak buah Gabriel tidak tahu wajah Ariana hingga anak buah Gabriel langsung membawa dirinya.
Tentu saja anak buah Justin sudah berjaga diluar, untuk mengikuti kemana anak buah Gabriel membawa Amelia pergi.
Dengan tangan dan kaki yang masih bergetar, Amelia bangkit dari duduknya kemudian menatap Gabriel. “Bagaimana kau ada di sini! mana Ariana?” tanya Gabriel, matanya menatap tajam pada Amelia, saat Amelia tak kunjung menjawab ucapannya.
“Ga-Gabriel,” ucap Amelia terbata-bata..
Seketika otak Gabriel kosong, ia menatap Amelia dengan tatapan nyalang. “Amelia apa kau menipuku,” ucap Gabriel, seketika Gabriel maju ke arah Amelia
Napas Gabriel memburu, ia dilanda amarah yang sangat luar biasa hebat saat menyadari bahwa Amelia menipunya.
“Ga-Gabriel lepaskan!” ucap Amelia ketika Gabriel mencekik lehernya.
“Katakan, apa kau menipuku Amelia?” ucap Gabriel dengan rahang yang mengeras, jantung Amelia berdetak dua kali lebih cepat ketika Gabriel mencekiknya.
Tubuhnya terasa lemas, ia berharap anak buah Justin segera datang menyelamatkannya.
Tanpa Amelia sadari, anak buah Justin kehilangan jejaknya. Karena saat anak buah Gabriel membawanya, anak buah Gabriel melewati tangga darurat agar tidak ada yang melihat. Sedangkan anak buah Justin menunggu di luar apartemen.
“Dimana Ariana!” tanya Gabriel lagi sedangkan Amelia tidak bisa menjawab karena lehernya dicekik dengan keras, iya pun kesulitan bernafas. ia memukul-mukul tangan Gabriel. Namun Gabriel malah mencengkeramkan semakin keras.
Tiba-tiba, Gabriel melepaskan cengkramannya pada leher Amelia. Otaknya kosong seketika. Ini adalah hari pernikahan Ariana dan Justin. jika Ariana tidak di sini, berarti Ariana sedang bersama Justin dan kemungkinan besar Ariana sudah menikah.
Seketika Gabriel melihat lagi ke arah Amelia, seketika, ia yakin bahwa ini adalah rencana Amelia dan Justin, karena tidak mungkin Amelia melakukan ini sendiri.
Setelah Gabriel melepaskan cengkramannya. Amelia menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Namun rupanya kelegaanya tak bertahan lama, karena Gabriel kembali mencekiknya.
“Katakan apa ini rencanamu dan Justin?” tanya Gabriel, sorot matanya menatap mata Amelia dengan tatapan membunuh.
Amelia berusaha bungkam, ia tak ingin menjawab. “Amelia!” bentak Gabriel, membuat lutut Amelia melemas seketika.
Amelia terdiam, ia lebih memilih tak menjawab ucapan Gabriel. Namun dari sini, Gabriel menyimpulkan bahwa Justin sudah mengetahui rencananya.
“Gabriel, lepaskan aku! Aku tidak bisa bernafas,” ucap Amelia terbata-bata, Seketika Gabriel menghempaskan tubuh Amelia dengan kasar.
.“Tidak, Ariana adalah milikku!” ucap Gabriel, ia langsung berlari ke luar kamar dan mengajak beberapa anak buahnya untuk pergi ke gereja, tak lupa ia meyuruh anak buahnya menguci pintu kamar agar Amelia tidak kabur.
••••
Gabriel turun dari mobil, lalu berlari ke arah gereja. Ia membuka pintu gereja dengan keras
dan .... Gereja itu kosong, tak ada siapa pun di sana. Padahal, ia ingat betul Ariana mengatakan gereja inilah yang akan di pakai untuk pemberkatan.
Inilah rencana Justin, ia sengaja mengunakan gereja lain untuk pemberkatan, karena Justin yakim Gabriel akan membuat ulah.
“Ameliaaaaaa!” teriak Gabriel, emosinya membara. Ia langsung berbalik ke mobilnya untuk menghampiri Amelia.
Dan sejak saat itu, Amelia menghilang. Awalnya, Stuard dan Simma tak tau apa yang terjadi. Namun, seminggu setelah kepergian Gabriel dan Amelia, Justin datang ke mansion Stuard dan mengatakan yang sebenarnya.
Karena sudah satu Minggu, Justin sudah mencari Amelia. Tapi, Gabriel begitu lihai, hingga Justin tak berhasil melacak keberadaan Amelia, dan sejak saat itu, Justin dan Stuard mencari jejak Amelia bersama-sama. Namun, setelah 3 tahun berlalu, Amelia masih tak di temukan.
Selama setahun, Gabriel menghilang. Kemudian ia datang lagi, dan mulai memperbesar perusahaan yang sudah lama ia rintis, dan sejak saat Gabriel kembali. Ia menjadi dingin, beberapa kali Stuard dan keluarga besarmya mencoba menemui Gabriel. Tapi Gabriel selalu menolak kehadiran mereka
Flashback off.
Ga ninggalin komen fiks kita kemusuhan. hate komen libur seminggu 💃💃
Jadi yang di alami Gabriel tuh kaya obsesi, amarah, ga terim jadi ya kek beginilah si Gabriel