Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
Sang pahlawan


“Bagaimana, Dad. Apa kau bisa meyakinkan mereka dan kau bisa membayar uang denda yang mereka minta?” tanya Gabriel kepada Stuard saat Stuart menghampirinya. Stuard menggeleng mendengar tingkah putra pertamanya.


Saat tadi Amelia datang dan membawakan makanan untuknya, Gabriel mulai berpikir kembali. Rasanya ia tidak mau menunggu lebih lama lagi, masa hukumannya memang hanya tiga bulan lagi, tapi tak akan ada yang menjamin, bahwa selama 3 bulan itu Amelia akan tetap sendiri. Bisa saja banyak pria yang mendekati Amelia.


Dan detik itu juga, ketika Gabriel selesai memakan masakan ibu Amelia, Gabriel langsung meminta sipir untuk menelepon sang ayah, dan Ketika sang ayah datang Gabriel merengek untuk meminta dibebaskan.


Sebenarnya saat dulu, setelah persidangan, Gabriel bisa saja ia tidak ditahan, asal ia membayar denda berkali-kali lipat pada negara.


Tapi saat itu, Gabriel kekeh ditahan agar sedikit mengurangi rasa bersalahnya dan juga untuk introspeksi diri. Tapi ternyata, setelah bertemu Amelia, rasanya menunggu tiga bulan terlalu lama, hingga merengek pada sang ayah, agar sang ayah membayar denda lagi pada negara. Dan dia bisa secepatnya bebas.


Dan barusan, Stuard baru saja keluar dari ruangan komisaris besar dan setelah itu ia langsung menghampiri Gabriel.


“Bagaimana, Dad. Apa kau bisa membayar denda itu? agar aku bebas dari sini?” tanya Gabriel lagi.


“Cepat pakai pakaianmu, Daddy menunggu di sini,” jawab Stuard, membuat mata Gabriel membulat. Ia langsung maju dan berhambur memeluk sang ayah.


“Terima kasih, Dad. Akhirnya aku bebas,” jawab Gabriel. lagi-lagi, Stuard Hanya menggeleng.


“Kau terbaik, Dad,” Gabriel melepaskan pelukannya, lalu menatap Stuad.


“Kau baru sadar bahwa Daddy ini terbaik di hidup kalian?” tanya Stuard.


“Tapi kau pernah menyakitiku dan Gabby Hanya karena sebuah guci,” jawab Gabriel sambil tertawa.


“Ya sudah, Daddy batalkan saja kebebasanmu,” kata Stuard lagi, seketika Gabriel menarik tangan Stuard.


“Tidak ... tidak, aku bercanda. Kau terbaik dihidupku kami." Setelah mengatakan itu, Gabriel pun langsung pergi ke selnya untuk mengganti pakaiannya. Lalu ia pamit kepada sipir penjaga.


Sebenarnya, Gabriel bisa keluar dari lapas satu Minggu lagi, karena harus ada berkas-berkas yang harus di urus. Tapi, kekuatan koneksi Stuard, Gabriel bisa bebas hari ini juga.


Saat Gabriel menghampiri Stuard, Stuard mengusap wajah kasar, “Gabriel kau keluar hanya akan memakai pakaian tahanan?” tanya Stuard ketika melihat Gabriel hanya mengganti celananya saja.


“Dad, kau tahu kan, disini aku hanya memakai pakaian tahanan. Bagaimana mungkin aku memakai pakaian lain,” jawab Gabriel, Stuard melepaskan mantelnya, kemudian memberikannya pada Gabriel.


“Pakai ini!” titah Stuard, dengan senang hati, Gabriel pun memakai mantel sang ayah.


Saat melihat Gabriel tampak bersemangat, Stuard tersenyum, ia serasa menemukan Gabriel yang dulu, Gabriel yang lucu, polos serta menggemaskan.


Saat akan masuk ke mobil, Gabriel menghentikan langkahnya, kemudian memanggil Stuard. “Dad!” panggil Gabriel dengan malu-malu.


“Ada apa?” tanya Stuard, “bolehkah aku pinjam mobil Daddy. Daddy tidak keberatan kan jika pulang memakai taxi,” ucap Gabriel membuat mata Stuard membulat.


“Gabriel kau ....” ucapan Stuard terhenti, ketika melihat senyuman Gabriel yang, mau tak mau ia pun memberikan kunci mobilnya pada sang putra.


Gengs klau kalian komen banyak banget tuh rasanya semangat, Doaian ya mulai besok aku up rutin lagi.


Oh ia, udah setaun aku nemenin kalian dan tak terasa banget.


Nah, ini buat yang mau aja, ya. Kalau kalian mau kasih hadiah taun baru untuk mengapreasi kerja keras otor nulis ini, kalian bisa kirimin ke shopepay sama Gopay otor di nomer 088222277840. 10 Rebu aja otor terima 🤣🤣🤣.


Sekian dan terima gajih. Gas lah komen kaya kemrin biar tiap hari up 3 bab ya.