Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
Amarah Amelia


“Kau gugup Gabriel" tanya Gabby ketika Gabriel akan masuk ke ruang interogasi, kondisi kaki Gabriel sudah membaik dan ia sudah keluar dari rumah sakit.


Hari ini, ia akan keluar dan akan menjalani introgasi yang kedua kali di kantor polisi dan didampingi pengacara, hanya Gaby yang menemani Gabriel, karena Stuard sedang berusaha untuk memberitahukan Sima yang sebenarnya.


Gabriel yang sedang berada di kursi roda tersenyum samar, ketika mendengar suara Gabby, selama 13 tahun ini, ia benar-benar rindu pada adiknya, ia juga rindu pada Gisel tapi ia belum berani menemui adik bungsunya. Terlebih lagi, Gisell sedang berada di luar negeri untuk melanjutkan kuliahnya.


Sedari tadi, Gabby tidak berhenti mengajaknya berbicara.Tapi dia sama sekali tidak membalas ucapan Gabby, karena jujur saja, ia masih malu dan masih canggung untuk menatap saudara kembarnya.


“Gabriel, apa kau tidak mempunyai mulut. Aku bertanya padamu dari tadi!” omel Gabby membuat Gabriel mengangkat kepalanya. Seketika itu juga, Gaby tertegun melihat wajah Gabriel. Beberapa tahun lalu, wajah Gabriel begitu dingin dan terlihat kejam.


Bahkan, Gabby seperti tidak mengenal saudara kembarnya. Tapi saat ini, Gabriel begitu berbeda, wajah Gabriel terlihat manis, bahkan tidak terlihat Gabriel seorang Mafia senjata.


“Kau berisik sekali, pulang sana!” omel Gabriel. Ia berusaha berbicara sedingin mungkin, karena ia masih terlalu gengsi berbicara biasa pada kembarannya.


belum Gabby menjawab, pintu ruang interogasi terbuka. Gabriel menghirup oksigen sebanyak-banyaknya, kemudian menoleh pada pengacara yang ada dibelakangnya mengisyaratkan agar mendorong kursi rodanya untuk masuk ke dalam ruang interogasi.


Kini, Gabriel sudah masuk ruang interogasi dan didampingi pengacaranya,Ia yakin, bukan Amelia yang menginterogasinya, karena Amelia akan berlaku sebagai saksi.


Ya, Gabriel tidak hanya didakwa dengan penjualan senjata ilegal. Namun dia juga melaporkan dirinya sendiri atas kekerasan pada Amelia yang terjadi 10 tahun silam, Gabriel ingin mendapatkan hukuman penjara yang setimpal dengan kelakuannya dulu. Ia tak tau, akan mendapat maaf atau tidak dari Amelia dan putrinya, tapi setidaknya ... rasa bersalah Gabriel, sedikit berkurang.


Pintu terbuka, menyadarkan Gabriel dari lamunannya, Nick masuk ke dalam ruangan introgasi. Kemudian ia duduk di depan Gabriel.


“Tuan Gabriel, bisa kita mulai?” tanya Nick, Gabriel menggangguk.


•••


“Kenapa kalian memandangku begitu?” tanya Amelia, ketika rekan setimnya memandang Amelia dengan tatapan berbeda.


Joshua menepuk pundak Amelia, Mata Lelaki itu berkaca-kaca saat melihat rekan setimnya


“Aku tak menyangka kau begitu kuat,” ucap Joshua, membuat Amelia benar-benar bingung dengan reaksi teman-teman dalam timnya.


“Kalian ini kenapa?” tanya Amelia, mereka saling diam tidak berani menjawab pertanyaan Amelia.


“Hei, aku bertanya pada kalian!” ucap Amelia lagi.


“Amelia, dalam kasus Gabriel Josepin, kau di tetapkan sebagai saksi, karena dia sudah melaporkan dirinya sendiri atas kejadian saat dia menawanmu selama 3 tahun.”


Mata Amelia membulat saat mendengar apa yang diucapkan oleh Joshua, selama ini merahasiakan mati-matian apa yang terjadi pada dirinya. Tapi yang terjadi sekarang, teman-temannya malah mengetahui tentang masa lalunya.


“Kalian tahu dari mana?” tanya Amelia dengan terbata-bata.


“Gabriel mengakui semuanya, dia menyerahkan dirinya dengan kasus yang berbeda,” jawab Joshua membuat mata Amelia membulat.


Scrool gengs aku up 3 bab