
Flashback.
Setelah pulang dari Mall dan pergi ke ruangan kerjanya. Zayn akui, dia memang sedikit kesal saat melihat istrinya. Bagaimana pun Alex adalah sahabatnya. Saat dulu, ia pun sempat mengutuk ayah Gia karena menabrak Alex.
Ia mengutak ngatik komputernya. Lalu, mencari rekaman saat peti mati Alex akan di masukan keliang lahat. Ya, saat itu sebagai kenang-kenangan terakhir, Zayn merekam saat peti mati Alex di turunkan.
Saat dia fokus mengamati, Zayn menghentikan vidionya. Ia menatap lekat-lekat peti mati itu, ada yang berbeda.
Seingat Zayn, peti mati yang di rumah duka berwarna hitam. Tapi, peti mati yang di turunkan ke liang lahat berwarna coklat. Bahkan, Zayn ingat betul, peti mati yang ada di rumah duka ada campuran warna putih di pinggirnya tapi peti mati yang di turunkan ke liang lahat berwarna coklat polos.
Lalu setelah menganalisa semuanya. Saat malam hari, ia menelpon Helga, ia berusaha memancing Helga tentang kematian Alex. Zayn berbicara kesana kemari dan, Zayn memancing Helga untuk membahas kematian Alex dan memancing Helga untuk berbicara tentang harta peninggalan Alex.
Dari nada bicara Helga yang riang ketika membahas asuransi Alex dan harta Alex yang di limpahkan padanya Zayn bisa menyimpulkan sesuatu.
Alex meninggal karena di bunuh atau Alex sebenarnya masih hidup tapi, Helga memalsukan kematian Alex demi warisan dan asuransi.
Dan saat dua hari ia berada di ruang kerjanya. Ia fokus memeriksan sistem prusahaan milik Alex yang sudah di retas oleh anak buahnya, dan juga mengenai rekaman cctv saat Alex tertabrak.
Ada yang aneh, cctv yang dia dapatkan dari anak buahnya, jika diliat secara jeli, ada yang terpotong saat Alex tertabarak. Ia pun merasa aneh karena mobil yang di pakai ayah Gia berbeda dengan mobil yang menabrak Alex. Bahkan cctv itu tak merekam kearah mana Akex terpental.
Saat sibuk memerhatikan sistem perusahaan Alex, ada yang aneh dengan aliran dana yang mengalir ke perusahaan di Denmark. Bukan perusahaannya yang aneh, melainkan nama pemiliknya. Pemilik sebelumnya jelas atas nama Alex stuard tapi kini berganti nama menjadi milik Fredi Bouten yang tak lain adalah ayah Helga.
Dan saat itu, Zayn terpaksa pergi ke Denmark untuk mengulik perusahaan disana berharap ada petunjuk tentang keberadaan Alex.
Dan setelah berkonsultasi dengan Frank, Frank menyarankan hal gila. Frank menyuruh Zayn untuk mendekati Helga dan mengulik tentang Alex. Lalu, menyuruh Zayn berpura-pura membenci istrinya agar misi Zayn sempurna.
Dan itulah titik kesalahannya. Seharusnya ia jujur pada istrinya dengan apa yang sedang dia lakukan, dengan apa yang sedang terjadi. Namun, yang ia lakukan malah sebaliknya. Ia tak memikirkan resikonya. Resiko bahwa ia akan kehilangan istrinya.
Kini, Frank dan Zayn sedang bekerja keras untuk mencari titik keberadaan Alex. Ia yakin, Alex sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja.
Flashback off.
Gia terus menangis di dalam taxi. Ia meminta supir taxi mengantarkannya ke apartemennya yang dulu. Ya, dia sudah tau kode apartemennya karena beberapa waktu lalu, Zayn memberitau kode apartemen miliknya.
Saat sampai, Gia berjalan dengan langkah gontai. Beberapa kali ia mengelus perutnya karena merasakan kram.
Sedangkan Zayn. Saat taxi yang sudah membawa Gia pergi, ia dengan cepat berlari ke basment untuk mengambil mobilnya dan mengejar Gia. Ia yakin, Gia pergi ke apartemennya yang lama.
Sebelum dia menjalanka mobilnya. Ponselnya berdering. Ternyata Frank yang menelponnya.
"Hutan!" lirih Zayn saat mendengar ucapan dari Frank di sebrang sana.
"ikuti terus mereka! bawa beberapa anak buahmu! aku akan menyusul nanti!" tanpa mendengar jawaban lagi dari sebrang, Zayn pun langsung mematikan ponselnya.
"Thanks god." Zayn mengucap sukur, saat ada setitik petunjuk tentang keberadaan Alex.
Holaa Mak, satu part dulu yak mak. Satu part lagi malem. Ini sebenarnya konflik terakhir sebelum mereka bahagia. Ada kejutan juga di kisah Zidan sama Audrey 😚😚