Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
88


Mendengar ucapan Zidan tentang Sonya yang mengidap Leukimia, dunia Zayn seakan berhenti berputar. Kakinya seolah tak berpijak.


"Zayn ada apa?" tanya Gia. Ia heran saat Zayn terdiam.


Zayn tersadar, ia berusaha mengendalikan dirinya. Ia tak ingin istrinya khawatir. Zayn berbalik dan menghampiri Gia.


"Aku ada kerjaan mendadak. Kau tidak keberatan menunggu disini?" tanya Zayn dengan berusaha tenang. Ia merapikan rambut Gia yang menutupi pipi dan membawanya kebelakang telinga.


"Apakah disini masih ada Asley?" tanya Gia.


"Tentu ... Aku akan menyuruh Asley menemanimu," ucap Zayn. Ia pun dengan cepat bersiap. Tak lupa sebelum berangkat ia mengecup kening dan mengecup perut istrinya.


Zayn mengendarai kendaraannya secepat mungkin, pikirannya kalut. Yang ia pikirkan adalah segera sampai di rumah sakit.


Saat sampai, Zayn pun segera berlari menuju ruangan Sonya.


Setelah membuka pintu ruangan, langkahnya terhenti saat melihat Sonya yang terbaring di brankar. Ia berjalan pelan kearah brankar. Sangking fokusnya melihat Sonya, Ia tak menyadari Zidan melewatinya dan keluar dari ruangan.


Zayn duduk di kursi yang tadi di duduk Zidan, ia menggegam tangan Sonya. Zayn menatap lekat-lekat wajah Sonya. Wajah yang selalu terlihat menduhkan. Wajah yang selalu tersenyum saat menungunya.


"Mom!" lirih Zayn. "Mom, kenapa kau egois ... Kenapa kau tak mau berjuang untuk kami. Tak bisakah kau memberikan kesempatan pada kami untuk membalas semua jasamu selama ini." Zayn menghentikan sejenak ucapannya. Ia tak mampu lagi menahan air matanya. Matanya memandang lekat-lekar wajah mommynya. "Mom, bangunlah! sebentar lagi kau akan menimang cucu. Bangunlah, Mom! kumohon."


Tanpa Zayn sadari, Sonya meneteskan air mata. Ia bisa mendengar ucapan Zayn dan Zidan. Namun, ia tak bisa membuka matanya.


Medengar ucapan kedua anaknya. Sonya di liputi prasaan haru. Ya, Sonya tak mengadung mereka. Namun, bagi Sonya, Zayn dan Zidan adalah napasnya.


Zayn terus terisak, ia mencium tangan Sonya bertubi-tubi. berulang kali meracau, menyuruh Sonya membuka matanya.


Ucapan Zayn terkabul. Sonya membuka matanya. Wanita malang jtu tersenyum saat melihar Zayn menangis. Setelah sekian lama, ini pertama kalinya Sonya melihat Zayn menangis.


"Za-Zayn" panggil Sonya terbata-bata. Seketika Zayn mendongak kearah atas. Ia langsung bangkit dari duduknya dan langsung mencium kening Sonya.


Zayn mengahapus air matanya. Ia menekan tombol untuk memanggil Dokter.


Tak lama, suster dan dokter pun datang, dan langsung memeriksa Sonya. Saat Dokter datang, Zidan pun ikut masuk.


Sungguh, tak ada rasa yang lebih bahagia bagi Sonya saat melihat kedua putranya terlihat khawatir kepadanya. Wanita rapuh itu selalu sendirian dan selalu kesepian.


Setelah sekian lama, akhirnya. Ia merasakan bagaimana rasanya ada yang mengkhawatirkan dirinya.


Setelah Dokter selesai, Zayn diminta Dokter untuk ikut ke ruangan. Untuk memberitau kondisi Sonya dan memberitau, langkah apa yang akan diambil selanjutnya, agar Sonya lekas pulih. Beruntung, Leukimia yang di derita Sonya masih stadium 1, hingga harapan Sonya untuk sembuh lebih besar.


Kini, Zidan dan Zayn sudah berada di ruangan Sonya. Untuk pertama kalinya, kedua kaka beradik itu di satu ruangan, dengan waktu yang cukup lama.


Sonya pikir, inilah saatnya memberitau pada Zayn dan Zidan yang sebenarnya. Ia memandang Zidan yang berdiri di sisi kanan, lalu memandang Zayn yang tengah duduk di sisi kiri.


"Zayn ... Zidan!" lirih Sonya dengan suara pelan, tapi keduanya masih bisa mendengar panggilan Sonya.


"Ya, Mom! kau butuh seseatu?" tanya Mereka berbarengan. Saat mereka mengucapkan kata-kata yang sama, Zayn dan Zidan saling memandang. Lalu, tak lama mereka memalingkan tatapannya ke arah lain.


"Sebenarnya kalian adalah ...." Belum Sonya menyelesaikan ucapannya. Zayn dan Zidan sudah menyela ucapan Sonya.


"Aku tau, Mom!" lagi-lagi mereka menjawab berbarengan.


Zayn sungguh terkejut mendengar ucapan Zidan, begitu pun Zidan, ia terkejut mendengar ucapan Zayn yang sudah mengetahui bahwa mereka kaka beradik.


Seketika mereka saling pandang kembali dan ....


ketemu lagi besok sore ya.


Lunas ya, otor udah up dua bab hari ini 🤗🤗