Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
128


"Arleta!" panggil Albert pada Arleta yang sedang duduk menunggu dirinya


Arleta yang sedang menunduk mengangkat kepalanya, pipinya memerah karena terkena sinar matahari.


"Kenapa kau menunggu diluar, hem?" tanya Albert sambil mengelus rambut putrinya.


"Kau lama sekali, Dad. Aku bosan menunggu di dalam," keluh bocah kecil itu.


"Baiklah, maafkan, Daddy. Ayo!" ajak Albert, ia menarik lembut tangan Arleta dan berjalan ke arah mobil.


"Kau ingin membeli sesuatu?" tanya Albert saat sudah berada di mobil. Arleta menggeleng.


"Daddy, bolehkah aku main kerumah kaka?" tanya Arleta. Ia memang sangat dekat dengan Gia.


"Sekarang?" tanya Albert, Arleta pun mengangguk dengan semangat.


30 menit kemudian, mobil yang di tumpangi Albert pun sampai di rumah Zayn.


"Sonya bukankah kau sedang melihat pameran?" tanya Albert saat masuk kedalam, dan ia melihat Sonya sedang duduk menonton televisi.


Sonya yang mendengar suara Albert langsung mendongak, menoleh ke arah belakang.


"Mommy!" panggil Arleta. Ia langsung berlari dan langsung memeluk Sonya.


"Bagaimana harimu di sekolah, Sayang?" tanya Sonya ia membelai rambut sang putri dan memberikan kecupan di kening putrinya.


Albert menggeleng, saat Sonya tak menghiraukan dirinya. Walaupun terkadang Sonya selalu melupakan dirinya saat bersama Arleta, tapi Albert sama sekali tak keberatan. Ia bahagia saat melihat Sonya bahagia.


Bagi, Sonya dan Albert, kehadiran Arleta membawa kebahagian dan warna bagi keluarga kecil mereka yang baru saja kembali bersemi.


•••


Audrey membuka matanya, ia terbangun dan langsung melihat jam di dinding. Ia menghela napas lega saat jam menunjukan pukul 6 pagi. Setidaknya, ia bisa beristirahat lebih lama. Sebab, diijinkan atau tidak diijinkan, ia akan memaksa untuk pulang pada saat sore hari, ia akan menjemput Sima dan Kelly yang akan tiba di Rusia pada malam hari nanti.


••


"Ada apa ini?" tiba-tiba suara bariton terdengar dari arah belakang. Dokter dan Audrey pun menoleh, ternyata Josh lah yang datang.


"Audrey, kenapa kau ingin pulang?" tanya Josh saat mendekat ke arah brankar Audrey.


"Kelly akan kem .... " Audrey menggigit bibirnya kala ia kelepasan memberitau bahwa Kelly akan kemari. Jujur saja, ia takut bahwa Josh akan memberitau kehadiran Kelly pada Zidan. Untuk itu, dia pun merahasiakan tentang Kelly yang akan tinggal bersamanya.


Mungkin, orang akan berkata seharusnya Audrey memberitau kehadiran Kelly pada Zidan. Tapi, percayalah ... Untuk seorang Audrey yang mempunyai masa lalu pelik dan penuh luka takan semudah itu untuk memberitau pada Zidan, karena sedari awal mereka adalah orang asing.


"Biar saya yang merawatnya. Jadi, tolong beri surat kepulangannya," ucap Josh. Sekian lama mengenal Audrey, Josh tau benar sikap Audrey yang keras kepala.


•••


"Audrey, apa Kelly akan tinggal di sini?" tanya Josh saat mereka sudah berada di dalam mobil.


Audrey yang masih meringis, hanya berdehem. Ia menyenderkan kepalanya ke jendela. Josh menghela napas, ia tak berniat lagi bertanya karena ia tau, Audrey tak suka jika dia bertanya tentang Kelly.


Waktu menunjukan pukul 9 malam, waktu Rusia. Dengan masih menahan lemas, Audrey terduduk di kursi tunggu menunggu Kelly dan Simma keluar.


Saat terminal kedatangan di buka, Audrey pun bangkit dari duduknya dan berjalan untuk menjemput putrinya.


Tubuhnya menegang kala ia melihat Kelly sudah keluar dari terminal kedatangan. Bukan Kelly yang membuat Audrey terkejut. Tapi, kehadiran Zidan yang sedang berbicara dengan Kelly yang membuat tubuh Audrey diam terpaku.


Satu bab dulu ya gengs, satu bab lagi nanti malem


Penasaran gak? penasaran ga? ya iyalah ... masa enggak 🤣.


Zayn ama Gia masih tetep ada kok. tapi entar ya