
Satu minggu kemudian.
Sudah satu minggu Gabriel ditahan di sel tahanan. Karena Gabriel membayar tinggi. Gabriel ditempatkan di sel istimewa yang hanya dihuni oleh dirinya sendiri.
Ia yang sedang duduk langsung bangkit dari duduknya, ketika mendengar suara derap langkah. Pintu terbuka, siipir masuk ke dalam ruangan Gabriel.
“Tuan Gabriel Josephine, Ada yang ingin bertemu dengan Anda,” kata sipir penjaga tersebut.
Gabriel mengerutkan keningnya, kedua orang tuanya baru saja datang tadi pagi, lalu siapa yang ingin bertemu dengannya. tiba-tiba wajahnya berbinar Entah kenapa dia mengharapkan Amelia dan putrinya yang datang.
Sebab, ia belum bertemu lagi dengan Amelia dan Geiysa setelah mereka berbicara cafe. Dan saat ini, ia berharap Amelia lah yang ingin menemuinya. Gabriel mengangguk, kemudian ia berjalan mengikuti penjaga untuk ke ruang pertemuan.
Langkah Gabriel terhenti, ketika melihat siapa yang menunggunya, jiwanya terasa direnggut paksa dari raganya ketika melihat adiknya. Ya, Ariana lah yang datang menemui Gabriel.
Gabriel masih terdiam, ia menatap Ariana tanpa berkedip. Ada rasa malu bercampur rasa yang tak dimengerti. Ariana yang mengerti apa yang dirasakan Gabriel langsung bangkit dari duduknya. “Hai Gabriel,” ucap Ariana membuat Gabriel tersadar.
Perlahan, Gabriel maju ke arah Ariana, lalu mendudukan dirinya. hingga kini mereka duduk saling berhadap-hadapan. Setelah duduk Gabriel langsung menunduk ia tak berani menatap Ariana. Ia benar-benar tak sanggup melihat adiknya.
Ada yang aneh dengan hatinya saat melihat Ariana. Tak ada debaran, tak ada rasa yang menggebu-gebu. Ia hanya melihat sosok Ariana sebagai Ariana bukan sebagai wanita yang ia cintai.
“Bagaimana kabarmu Gabriel?” tanya Ariana. Gabriel mengangguk-anggukan kepalanya tanpa melihat kearah adiknya. Ariana membuka tasnya kemudian mengambil sesuatu lalu menyodorkannya kehadapan Gabriel.
Gabriel mengerutkan keningnya, saat Ariana memberikan sebuah foto, di foto itu Gabriel sedang berfoto bersama Amelia dan Ariana. Foto itu, mereka ambil ketika mereka masih kuliah.
“Apa ini?” tanya Gabriel, akhirnya ia memberanikan diri untuk mengangkat kepalanya dan berbicara pada Ariana.
“Kenapa kau memberikan ini padaku?” tanya Gabriel.
“Kau ingat, saat Natal, kita pernah bertukar kado di cafe, saat aku dan Amelia keluar dari toilet, tanpa sengaja, aku dan Amelia melihatmu membuang kado dari Amelia,” Ariana menghentikan ucapannya lalu melihat Gabriel lekat-lekat.
“Apa kau juga ingat, saat hari ulang tahunmu, aku memberikan kado berupa jam tangan padamu, dan sejak saat itu kau selalu memakainya dan kau juga pasti ingat, setelah kau menerima kado itu dariku, keesokan harinya kita harus menyusul Amelia ke rumah sakit karena Amelia babak belur di siksa oleh ayahnya,” Gabriel terdiam, mencoba mengingat-ngingat semuanya. Dan tak lama, ia mengingat bahwa Amelia pernah di hajar oleh Ayah tirinya karena Amelia tak memberikan uang gajihnya.
“Sebenarnya apa maksudmu? kenapa aku berbelit-belit?” tanya Gabriel dengan tidak sabar.
”Gabriel kado itu bukan dariku, kado itu dari Amelia. Ia tahu, kau tidak biasa memakai barang murah. Itu sebabnya Ia menggunakan uang gajinya dan menggunakan uang tabungannya untuk membelikan kado jam tangan mahal untukmu. Amelia sengaja memintaku berbohong dan mengatakan bahwa kado itu dariku. Sebab, ia yakin, jika kau tau Amelia yang memberikan kado itu, kau akan langsung membuangnya. Dan karena ia sangat ingin memberi kado untukmu, ia rela menghabiskan seluruh uangnya dan berakhir di hajar oleh ayah tirinya,”
Nafas Gabriel memburu, ia melihat Ariana tanpa berkedip, wajahnya sudah pucat, dunianya seakan berhenti berputar saat menyadari sesuatu.
“Ja-jadi maksudmu ....”
“Gabriel sekarang, kau sadar bukan bagaimana perasaan Amelia padamu saat dulu dan ...” Ariana menghentikan ucapannya saat Gabriel bangkit dari duduknya, kemudian membawa foto itu lalu berbalik dan berjalan untuk kembali masuk ke selnya.
Rasanya, Gabriel tidak sanggup untuk mendengar lagi ucapan Ariana, bahkan ia kembali ke selnya tanpa berpamitan pada Ariana.
Udah 3 bab nih, woahh ga tinggalin Komen yang banyak ga flend nih ah.
Walaupun Amelia udah maafin Gabriel, jalan Gabriel ga semulus itu ya