
nafas Amelia masih tercekat di tenggorokan ketika Gabriel keluar dari apartemen dengan membanting pintu, seluruh tulang-tulangnya terasa remuk dan tubuhnya terasa benar-benar melemas.
Ia memegang pinggiran meja, kemudian menopang tubuhnya, agar tubuhnya tidak terjatuh ke lantai. Tiba-tiba, rasa mual menderanya, kepalanya terasa memberat. Ia mencengkram erat pinggiran meja, agar bisa mempertahankan kesadarannya.
Detik demi detik, menit demi menit, sakit di kepalanya semakin menjadi-jadi, perutnya bergejolak. Tak lama, ia memegang perutnya karena perutnya terasa kram.
Nafas Amelia semakin memendek. Bahkan, sekarang, otak Amelia mendadak kosong. Ia seperti tak mengingat apa yang terjadi barusan, Ia hanya masakan, rasa sakit yang mendera fisiknya.
Di tengah rasa sakit yang semakin menjadi-jadi, Amelia mencoba bertahan, agar tak terjatuh dan agar calon anaknya selamat. Bibir Amelia bergetar, ketika rasa sakit itu semakin menjadi-jadi, darah seolah berhenti mengaliri tubuhnya, hingga wajahnya semakin pucat
Amelia melepaskan cengkramannya dari meja, kemudian mendudukkan dirinya di lantai. ia bergerak mengesot untuk pergi ke sofa, karena ia sudah benar-benar tak berdaya. Setelah sampai di dekat sofa, Amelia berusaha untuk bangkit dan memegang pinggiran sofa untuk menjadi tumpuan.
Tapi tak bisa, tubuhnya terlalu lemas hingga hampir kembali terjatuh. namun, sekuat tenaga ia menahannya.
Lamat-lamat, pandangan Amelia semakin mengabur. dan Amelia tahu sebentar lagi ia akan tak sadarkan diri. Hingga akhirnya, Amelia membaringkan dirinya di lantai.
”Tolong!” di tengah rasa yang menderanya. Ia berucap meminta tolong dengan kata yang sangat pelan, berharap ada yang menolongnya berharap ada yang datang. Walaupun ia tau, itu mustahil.
Beberapa detik kemudian, mata Amelia mulia terpejam dan akhirnya, Amelia tidak sadarkan diri. Walau bagaimanapun, Amelia masih mempunyai trauma terhadap Gabriel, dan ketika melihat amarah Gabriel seperti barusan, otomatis trauma itu menerjang hingga tubuhnya shock dan mengakibatkan Amelia seperti saat ini.
•••
Gabriel mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh, emosi masih membara di dalam dada. Ia berencana untuk menenangkan diri selama beberapa hari dan menginap di hotel. Emosi benar-benar telah membutakan Gabriel. Hingga ia tidak menyadari bahwa istri dan calon anaknya sedang dalam kondisi sekarat.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, akhrnya, Gabriel sampai di hotel. Ia memesan kamar, kemudian naik ke hotel dan masuk ke kamar yang dipesannya.
keesokan harinya.
Waktu menunjukkan pukul 2 siang, sedari tadi, Gabriel fokus untuk menyimak meeting dari anak buahnya. Kali ini, Gabriel memperbarui sistem agar proyek yang sedang berjalan di luar negeri bisa kembali ia dapatkan.
Saat sedang fokus mendengarkan meeting, ponsel di sebelah Gabriel berdering. terpampang nama Nick, ternyata Nick yang menelponnya. Namun Gabriel menolaknya, karena ia merasa, panggilan itu tidak penting.
Gabriel menghela nafas, kemudian menghembuskannya, ketika panggilannya terus berdering. Padahal, Ia sudah beberapa kali menolaknya. Ia mengangkat tangannya mengisyaratkan agar meeting dihentikan, kemudian ia mengangkat panggilannya.
“Ada apa?” tanya Gabriel saat mengangkat panggilannya.
“Apa Amelia bersamamu?” tanya Nick.
“Memangnya ada apa? kenapa kau mencari Amelia,” jawab Gabriel.
“Seharusnya, Amelia menandatangani sesuatu di kantor dan seharusnya Amelia datang tadi pagi. Tapi sampai sekarang, Amelia tak kunjung datang. Aku menelponnya pun tak di angkat. Selama bekerja menjadi polisi,Amelia tidak pernah telat. Apakah ada sesuatu yang terjadi padanya? kami sudah menunggunya di sini,” jawabnya Nick lagi.
“Aku tidak tahu!” Setelah mengatakan itu, Gabriel menutup panggilannya sepihak pernah menutup panggilannya sepihak kemudian ia melanjutkan meeting.
Gengs pasti nanti ada yang komen kok konflik lagi dan bla bla bla. Tenang ye gengs, ini cuman konflik jembatan agar Gabriel membuktikan semuanya. Karena aku merasa usaha Gabriel kurang aja gtu.
Aku lagi males ngegas, jadi kalau ada yang hate komen ke aku langsung aku blok, ya agar mentalku waras 🥳🥳🥳🥰🥰 3 bab nih buat kalian.