Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
51


Flashback


Saat Zidan pulang kantor, ia pun berencana untuk makan terlebih dahulu. Dia menjalankan mobilnya, membelah jalanan Rusia.


Mobilnya berhenti, di salah satu restoran kesukaanya. Dan restoran itu adalah restoran yang Zayn datangi.


Saat dia akan melangkahkan kakinya menuju pintu masuk, terdengan sirine ambulance. lalu tak lama, beberapa petugas medis masuk dengan membawa tandu.


Zidan yang baru saja akan memasuki restoran, harus menunggu di luar, karena pihak restoran dan petugas medis sedang mengevakuasi orang yang tak sadarkan diri.


Mata Zidan terbelalak saat melihat tandu itu membawa Zayn. Tanpa pikir panjang, Zidan kembali kedalam berbalik dan berjalan kearah mobilnya , ia ingin tau apa yang terjadi dengan kaka tirinya.


Zidan menjalankan mobilnya dengan kecepatan penuh. Sebenci apa pun dirinya pada Zayn, tetaplah rasa sayang pada kakanya masih ada. Bahkan rasa sayangnyalah yang lebih mendominasi.


Saat dia akan menanyakan keberadaan ruangan Zayn, sayup-sayup ia mendengar suara yang sangat ia kenal.


"Paman Santos!" lirih Zidan, yang mendengar Santosh tengah menelpon seseorang.


Keningnya mengkrut bingung saat diriny mendengar ucapan Santosh dengan seseorang yang di telponnya.


Namun sayang, ia tak dapat lagi mendengar ucapan Santosh lebih lanjut karena Santosh sudah masuk kedalam ruang rawat Zayn.


Zidan sengaja menunggu di kursi tunggu, ia bahkan mengganti stelan pakaiannya agar Santosh tak mengenalinya. Ia berencana untuk mengikuti Santosh karena penasaran dengan apa yang akan Santosh lakukan, ucapan Santosh di telpon tadi benar-benar membuat Zidan tak tenang.


Setelah menunggu sekian lama di kursi tunggu, Zidan mendengar pintu terbuka. Namun, bukan Santosh yang keluar melainkan Zayn.


Tapi nyatanya ia lebih penasaran soal Gia, ia pun lebih memilih mengikuti Zayn yang akan menyusul Gia.


Saat Zayn turun dari mobil dan berlari kesana kemari untuk mencari Gia, Zidan hanya menunggu di mobil.


Sayagnya Zidan tak melihat bahwa Zayn menyelamatkan Gia, karena mobil terparkir cukup jauh.


Zidan yang memarkirkan mobilnya di sebelah mobil Zayn. Jadi ia bisa melihat, bahwa Zayn memangku Gia, tapi yang membuat Zidan terkejut adalah, punggung Zayn yang mengeluarkan darah.


Setelah mobil Zayn pergi, Zidan pun mengikuti mobil kakanya dari belakang.


Saat berada di rumah sakit, ia tak berani mendekat pada kakanya. Ia masih bertanya-tanya, tentang apa yang terjadi pada Zayn dan Gia.


Saat kakanya tidak sadarkan diri, barulah Zidan mendekat. Ia bertanya kenapa kakanya pada perawat, dah ternyata punggung Zayn robek. Ia kehilangan banyal darah.


Saat akan dilakukan tranfusi darah, Zidan mendengar golongan darah Zayn sedang kosong.


Tubuh Zidan menegang saat suster menyebutkan golongan darah Zayn.


Zidan tau, golongan darah Sonya dan Albert Sedangkan golongan darah Zidan sama dengan golongan darah Aida, dan sekrarang Zidan dibuat heran saat mendengar perawat mengatakan golongan darah Zayn yang sama seperti dirinya.


Tanpi pikir panjang, Zidan pun mendonorkan darahnya untuk Zayn, ia akan mencari tau nanti. Keselamatan kakanya lebih penting. Ia berencana melihat Gia setelah selesai mendonorkan darahnya untuk Zayn.


Haloo Mak. maaf ya ga jadi update tengah malem. Anak habis di Vaksin rewel bangt semaleman di tambah demam. Jadi otor ngetiknya sambil nahan kantuk. Sore di lanjut lagi ya Mak. Otornya istirahat dulu.