Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
147


Flashback.


Waktu menunjukan pukul 3 sore, Zidan yang sedang memeriksa laptopnya langsung mengulurkan tangannya untuk mengangkat gagang telpon.


"ke ruanganku sekarang! dan bawa laptopmu. titah Zidan pada Audrey. Ia harus membahas sesuatu dengan Audrey.


Tak lama, pintu di ketuk, Zidan pun memersilahkan Audrey untuk masuk. "Tolong periksa berkas ini dan masukan kedalam anggaran!" titah Zidan, dengan sigap. Audrey pun mengambil berkas tersebut dan duduk di sofa lalu fokus dengan laptop.


Saat Audrey fokus dengan laptopnya. Zidan menyalakan ponselnya. Ia terlihat seperti mengutak-ngatik layar ponselnya. Namun, sebenarnya tidak.


Diam-diam, ia menyalakan kamera belakangnya, hanya untuk melihat Audrey.


Sebulan berlalu, hubungan mereka semakin renggang. Sikap Audrey bahkan lebih dingin.


Zidan terus menatap lekat-lekat Audrey, di mata Zidan. Audrey begitu mempesona, Audrey berbeda dari wanita lainnya. Ia terus menatap Audrey sampai lupa bahwa pekerjaanya pun begitu menumpuk.


"Tuan Zidan. Ini sudah selesai," ucap Audrey, seketika Zidan tersadar. Tanpa membalas ucapan Audrey, Zidan pun menganguk.


"Kalau begitu saya permisi untuk pulang," pamit Audrey, Zidan pun menjawab dengan anggukan lagi.


Tak lama setelah Audrey pergi, Zidan pun bangkit dari duduknya bersiap untuk pulang. Belum dia memakai jasnya, terdengar suara ponsel berdering.


Ia merogoh sakunya, bukan ponselnya yang berdering. Ia pun menelusuri dari mana jejak ponsel tersebut.


"Bukankah ini milik Audrey," lirih Zidan saat menemukan ponsel Audrey di sofa, rupanya Audrey melupakan ponselnya. Zidan pun mendudukan diri di sofa sambil memerhatikan ponsel Audrey yang sudah berhenti berdering.


Ia menekan tombol on, terpampang nyata foto Kelly yang menjadi walpaper membuat Zidan langsung tersenyum.


Ia pun merogoh saku dan mengambil ponselnya. Lalu ia mengutak-ngatiknya. Saat menemukan nomer ponsel Audrey, Zidan pun langsung menekan tombol panggil. Rupanya, ia penasaran dengan nama apa Audrey menyimpan nomer ponselnya.


Mata Zidan membulat saat melihat nomernya muncul di layar ponsel Audrey. Bagaimana tidak terkejut, Audrey menamakan nomer ponsel Zidan dengan nama Zidan dan di belakang nama Zidan ada bentuk hati.


Jantung Zidan berdetak dua kali lebih cepat saat melihat namanya yang di simpan oleh Audrey. Bukankah, itu sudah membuktikan bahwa Audrey menyimpan rasa padanya.


Zidan kembali menekan tombol on pada ponsel Audrey. Ia tau, memeriksa ponsel Audrey adalah suatu kesalahan karena melanggar privasi. Tapi, ia sudah kadung penasaran dengan hal yang berkaitan dengan Audrey.


Zidan menghela napas saat ponsel Audrey terkunci memakai pola. Ia mencoba memutar otak dan menebak-nebak kode pola yang di pakai Audrey.


Ia pun mencoba membuka pola dengan cara yang paling mudah, pola yang sering di pakai oleh banyak orang.


Tak di sangka percobaan pertama berhasil. Audrey memakai pola yang sangat sederhana. Zidan membuka pola ponsel Audrey dengan pola yang paling mudah dan ternyata berhasil.


Jantung Zidan berdetak dua kali lebih cepat saat membuka ponsel Audrey, matanya langsung tertuju pada berkas peyimpanan.


Ia membuka satu persatu folder yang tersimpan. Ia sudah memeriksa semua folder. Tapi, tak ada yang aneh.


Namun, baru saja ia akan keluar dari menu folder penyimpanan, matanya menangkap folder yang diberi nama Z, folder yang terlewat olehnya.


Jarinya mengetuk, membuka folder tersebut. Tak lama, muncullah isi folder tersebut membuat mata Zidan kembali membulat..Bagaimana tidak, folder itu berisi foto-foto dirinya.


Scroll lagi iyes.