
Gabriel termenung, Ia hanya bisa menatap punggung Amelia yang berjalan semakin menjauh. Rasa sesak menghantam dadanya, ketika mendengar untaian demi untaian yang Amelia katakan.
Gabby sudah menceritakan semuanya tentang Amelia yang menderita depresi selama bertahun-tahun, tentu saja itu sangat mengejutkan bagi Gabriel.
Gabriel pikir, setelah selesai, dan Amelia berhasil di bebaskan darinya, Keadaan Amelia semakin membaik. Tapi ternyata, ia salah. Amelia menderita depresi hebat.
Rasa bersalah Gabriel semakin menjadi-jadi, ketika mengetahui yang sebenarnya dari Gabby Hingga, ia ingin menebus kesalahannya dengan bersungguh-sunguh, ia akan menebus semua kesalahannya setelah keluar dari penjara.
Tapi barusan, mendengar apa yang Amelia ucapkan, Gabriel ragu untuk memulai apa yang ia rencanakan tentang rencana yang akan ia lakukan, agar bisa mendapat maaf dari Amelia, pada putrinya.
Bagaimana mungkin, Amelia bisa memaafkannya setelah ia menorehkan banyak luka di hati dan fisik Amelia, belum lagi ia membunuh 3 darah dagingnya, sekarang apa pilihan Gabriel, tidak punya! Gabriel tidak punya pilihan apa-apa.
Gabriel terdiam dalam waktu yang cukup lama, kemudian ia menunduk. Bahu lelaki yang sempat berubah arogan itu bergetar, pertanda dia menangis.
Penyesalan menubruknya secara bertubi-tubi. Apalagi jika iya mengingat bagaimana ia memperlakukan Grisya saat di gudang, ia bahkan memperlakukan putrinya dengan kasar.
Terbayang jelas, jeritan dan kesakitan Grisya ketika ia menjambak rambut putrinya. Seandainya ia tahu, bahwa Grisya putrinya, ia tidak akan melakukan hal itu.
Sekarang, semuanya selesai dan semuanya sudah usai. Ia tak yakin ada kesempatan untuk memperbaiki semuanya, sekalipun ia mengorbankan nyawanya untuk Amelia dan putrinya, itu tak akan cukup dan tak akan sebanding.
Lalu apa yang harus ia lakukan? Ia hanya bisa berdoa, agar Amelia mau membukakan pintu maaf sebesar-besarnya untuknya .
Gabriel kembali tersadar, ketika pintu kembali terbuka. Ternyata Nick dan pengacaranya yang masuk dan mereka memutuskan untuk melanjutkan introgasi introgasi.
6 jam berlalu, akhirnya sesi introgas Gabriel selesai. Selama 6 jam, Gabriel diperiksa dengan puluhan pertanyaan dan Gabriel menjawab dengan lugas, tidak ada keraguan dalam jawabannya karena memang dia bersalah.
“Tu,an Gabriel, ada ibu anda menunggu di luar,” ucap pengacara Gabriel, saat mendapat pesan dari Stuar.
Tubuh Gabriel menegang saat mengetahui sang ibu datang “I-ibuku?” tanya Gabriel terbata-bata pengacara Gabriel mengangguk, sepertinya akan lebih baik, jika anda menemui ibu anda.
Gabriel menghirup oksigen sebanyak-banyaknya, inilah yang ia takutkan. Ia takut, menatap sang Ibu, ia takut menatap kekecewaan di wajah ibunya, dan Ia juga tak sanggup melihat sang Ibu, menatapnya dengan tatapan benci.
•••
Simma terdiam, Ia terus menatap kearah pintu. Berharap sang putra keluar dari sana. Suaminya sudah memberitahu apa yang terjadi pada Gabriel.
Awalnya, ia sulit menerima apa yang Gabriel lakukan, dan rasanya sungguh enggan memaafkan sang putra. Tapi, Stuard berhasil meyakinkan Simma bahwa Gabriel sudah berubah.
Sima seorang ibu, sebenci-bencinya ia pada Gabriel. Tapi ia tetaplah Ibu dari Gabriel, wanita yang telah melahirkan putranya. Sebenci-bencinya ia pada putranya, masih ada tersisip kata maaf untuk Gabriel. Hingga akhirnya, ia datang ke kantor polisi untuk bertemu dengan putranya.
Dan tak lama, Gabriel keluar dengan didorong oleh pengacara, hingga mata kedua ibu dan anak itu saling memandang. Bulir bening langsung terjatuh dari pelupuk mata Simma, ketika melihat Gabriel, begitupun Gabriel. Tangisnya kembali berderai, ketika melihat sang Ibu menangis
Sang pengacara pun kembali mendorong kursi roda Gabriel, dan setelah sampai di dekat Simma, Gabriel langsung meloncat lalu bersimpuh di hadapan kaki sang Ibu. Ia berlutut di hadapan wanita yang telah melahirkannya, yang telah mendidiknya dengan penuh cinta dan kasih sayang.
Gabriel tidak berucap sepatah kata pun, begitu pun Simma. Tangis kedua ibu dan anak itu pecah.
Udah 3 bab lho ini, maaf ya baru update, anakku belum mendingan jadi updatenya ga teratur.