Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
Berharap


“Tidak, Amelia tidak .... Tolong jangan berkata begitu,” ucap Gabriel ketika Amelia berterima kasih karena telah membawanya ke rumah sakit. Ia menarik kursi, kemudian ia mendudukkan diri di sebelah brankar Amelia. l


Gabriel menggenggam tangan Amelia, kemudian mencium tangan tersebut dengan tangis yang berderai, Amelia memalingkan tatapannya kearah lain, karena ia tak kuasa menahan tangisnya.


Padahal, ini harapannya bisa dekat dengan Gabriel, secara alami. Tapi ternyata, Tuhan berkata lain, seolah menegaskan bahwa Amelia tidak boleh terlarut dalam sikap suaminya


Pintu terbuka membuat Gabriel dan Amelia menoleh ternyata Stuatd baru datang ke rumah sakit. Ia yang baru saja tiba di Rusia saat setelah pulang llburan langsung datang ke rumah sakit ketika mendengar kabar Amelia. Saat datang, Stuard mendahului masuk, sedangkan Simma menunggu di luar.


Jantung Gabriel berdetak dua kali lebih cepat ketika melihat sang ayah masuk. Sial, dia mengumpat Gabby karena ia tahu, Gabby lah yang memberitahu ayah dan ibunya.


Sekarang, bukan hanya Amelia saja yang harus ia hadapi. Tapi juga kedua orang tuanya.


“ Amelia, kau baik-baik saja tanya?” tanya Stuard. Amelia tersenyum lagi, membuat Stuard terpaku.


Saat melihat ekspresi Amelia, ia langsung melihat kearah Gabriel yang juga sedang melihat ke arahnya. “Habislah kau Gabriel,” ucap Stuard dalam hati, ketika melihat sang putra. Ia sudah membayangkan apa yang akan terjadi dengan rumah tangga putranya.


”Aku baik-baik saja, Tu bukan maksudku Daddy,” ucapnya lagi. Ia masih belum terbiasa memanggil Daddy pada Stuard.


•••••


“Aku tidak tahu Amelia mengandung, Dad. udah aku juga lelah dengan pekerjaan di kantor,” jawab Gabriel. seketika Stuard menoleh kearah Gabriel. Lalu menepuk pundak putranya.


“Gabriel, ada yang harus kau tahu. Sebagai seorang lelaki, sebagai seorang suami dan juga sebagai seorang ayah. Kau tidak boleh membawa masalah kantor ke rumah. di luar kau boleh saja menjadi pemimpin perusahaan. Tapi di dalam rumah, kau adalah ayah dan seorang suami. Sebesar apapun beban yang kau tanggung di luar sana, jangan pernah membiarkan istrimu tau beban yang kau tanggung.” Stuard menghentikan ucapannya. Kemudian ia menepuk-nepuk lagi pundak Gabriel.


“Kau tahu, ini lah kenapa alasan Daddy bisa tetap harmonis bersama Mommy selama puluhan tahun, karena Daddy bisa menempatkan mana pekerjaan dan mana keluarga.”


Gabriel semakin tertunduk ketika mendengar ucapan sang ayah. Rasa sesal menghantam jiwanya, kala mendengar ucapan sang ayah.


“Lalu, aku harus bagaimana, Dad. Sekarang?” Jawab Gabriel. Stuard mengangkat bahunya acuh. kemudian m, bangkit dari duduknya. Lalu menepuk pundak Gabriel.


“Jadikan ini pelajaran untukmu. Jika Amelia Sekarang maafkanmu, anggap ini kesempatan terakhirmu dan jangan pernah mengulangi kesalahanmu. Setelah mengatakan itu, Stuar pun pergi meninggalkan Gabriel, untuk kembali masuk ke dalam ruangan.


Gabriel mengadahkan kepalanya ke atas. Lemudian ia menyudut sudut matanya yang kembali membasah. Sekarang, ia harus berpikir keras. Bagaimana caranya untuk kembali meyakinkan istrinya.


Dua Minggu kemudian, Hari ini, telat dua Minggu Amelia di rawat di rumah sakit, kondisinya mulai membaik dan sudah pulih seratus persen.


Selama dua Minggu ini, Gabriel scroll gengs ..