Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
240


Flashback on


"Kareen ajak aku, aku ikut denganmu!" isak anak gadis kecil itu sambil memeluk kaki sang kaka.


"Harusnya kau mati saja bersama Ibumu. Dasar bocah sialan!" teriak lelaki itu pada adiknya, yang tak lain adalah Simma.


Karen menghempaskan tangan Simma dari pahanya. Lalu mendorong tubuh Simma menjauh. "Awas saja jika kau berteriak!" setelah mengatakan itu, Kareeen pun pergi meninggalkan Simma yang meraung memanggil namanya


"Kareen!" teriak Simma. Ia menangis, ia ingin mengejar sang kaka. Tapi, kakinya masih nyeri sebab ayah tirinya baru saja menginjak pahanya, karena Simma menumpahkan kopi ke paha ayah tirinya.


Kareen membenci ibunya, karena menikah dengan pria yang salah, hingga ia harus menderita karena siksaan ayah tirinya, dan Kareen membenci Simma, karena Simma selalu menyusahkannya. Setiap Simma berbuat salah, ia pun akan terkena getahnya. tendangan, jambakan, pukulan sudah hal biasa baginya, di tambah lagi jika Simma berbuat salah, ia pun akan terkena getahnya dan hukuman yang di terimanya menjadi berkali-kali lipat.


Dan terkadang, Kareen pun ikut mencubit Simma memukul Simma jika ia benar-benar kesal pada adiknya.


Flashback off


Stuard mengelus punggung Simma saat Simma masih menangis karena menceritakan kisah masa lalunya


Rahang, Stuad mengeras saat mendengar untaian demi untaian yang menimpa istrinya. Dia sungguh ingin mengamuk, melampiaskan amarahnya, andai saja ayah tiri Simma masih hidup. Stuard sendiri yang akan memberi pelajaran dengan tangannya sendiri.


"Lalu kau ingin aku melakukan apa untuk kakakmu, hmm?" tanya Stuard. Saat Simma sudah mulai tenang.


"Jangan, Dad. Tolong jangan lakukan apa pun. Walaupun aku sakit hati dengan ucapanya..Tapi kami berdua adalah korban," jawab Simma sambil mengusap air matanya.


"Padahal aku ingin mencekiknya dengan tanganku sendiri," goda Stuard, membuat Simma langsung mencubit pipinya.


•••


9 tahun kemudian


"Daddyyyyyyyy!" teriak Gabby, bocah 8 tahun itu berteriak histeris saat, Gabriel yang tak lain adalah sang kakak menumpahkan air ke bajunya secara tak sengaja.


"Dasar cengeng," omel Gabriel. Bocah lelaki itu menarik baju sang adik yang terkena tumpahan air.


"Are you stupid, Gabriel! Bajuku bisa rusak jika kau menariknya seperti ini," gerutu Gabby. Ia menarik kembali bajunya dari tangan Gabriel. Namun, tak lama baju itu malah robek karena Gabriel malah menariknya lebih keras.


"Dadyyyyyyyyyyy!" teriaknya lagi, membuat Gabriel menutup kedua telinganya.


"Kalian kenapa, hmm?" tanya Stuard. Ia berjalan sambil membawa jus dan cemilan untuk kedua anak kembarnya.


"Dadddy lihat. Anak bodoh itu merobek pakaianku!" Huaaaaaaa, tangis Gabriela semakin menjadi-jadi, saat Stuard merangkul tubuhnya.


"Dad, kau tau, kan, dia ratu drama," cibirnya, membuat Stuard menggeleng atas ucapan anak lelakinya.


"Jadi siapa yang salah, hmm?" tanya Stuard saat bersila, sedangkan Gabby memeluk erat leher sang ayah.


"Daddy, dia menumpahkan air ke pakaianku," isak bocah kecil itu.


"Aku tak sengaja Dad, dia sendiri yang menghalangi jalanku," jawab Gabriel.


"Kalian sama-sama bersalah. Jadi kalian harus saling meminta maaf," ucap Stuard dengan lembut. Gabby pun mengangguk, ia berjalan ke dekat Gabriel. Saat Gabriel sudah mengulurkan tangannya, Gabby menariknya dan mengigitnya. Lalu secepat kilat dia melarikan diri


"Gabbyyy!" teriak Gabriel, sedangkan Stuard kembali menggeleng.


"Apa itu sakit, hmm?" tanya Stuard. Ia menghampiri Gabriel dan langsung mendudukan Gabriel di pangkuannya, lalu mengusap jari sang putra


"Jika kau sakit, kau boleh menangis," ucap Stuard saat sang putra terlihat menunduk.


"Ta-tapi, Daddy bilang lelaki tak boleh lemah," lirih Gabriel.


"Gabriel, jika kau menangis, bukan berarti kau lemah," jawab Stuard. Ia mengangkat tubuh Gabril dan hingga menghadap kedepan.


Seketika bocah kecil itu menangis dan memeluk tubuh sang ayah.


"Ayo masuk, kita harus mandi sebelum Mommy pulang," ajak Stuard setelah sang putra tenang.


•••


9 tahun, lalu. Simma melahirkan sepasang anak kembar sang begitu cantik dan tampan. Stuard memberikan nama Gabby josepin dan Gabriel Josepin.


Soal kasih sayang, tentu tak usah di ragukan lagi. Walaupun Gabby dan Gabriel bukan darah dagingnya. Tapi, Stuard menyayangi mereka melebihi apapun di dunia ini.


Dan saat mereka lahir sampai saat ini, Stuard hanya memokuskan waktu untuk keluarganya. Bahkan sudah jarang pergi ke kantor, dan lebih menemani keluarganya.


Tak perlu di tanya lagi bagaimana cinta Stuard pada istrinya. Cintanya sedari dulu tak pernah berubah.


"Daddy!" panggil seseorang dari arah belakang membuat Stuard langsung tersenyum. Siapa lagi kalau bukan Simma.


Stuard menaruh jarinya di bibir karena takut akan membangunkan kedua anaknya. Perlahan ia pun bangkit dari ranjang dan menghampiri istrinya.


"Apa menyenangkan hmm pergi tanpa aku?" tanya Stuard, Ia merangkul bahu Simma, lalu mulai berjalan untuk pergi ke kamar mereka.


"Aku tadi sudah mengajakmu. Tapi kau tak mau," Jawab Simma sambil mencebikan bibirnya


"Aku bercanda sayang. Jika aku ikut, anak-anak akan ikut dan akan menganggu waktumu bersama Audrey dan Gia," jawab Stuard. Ia selalu memberikan waktu untuk istrinya.


"Aku tau," kekeh Simma sambil menelusupkan wajahnya pada dada Stuard


"Sayang, mandikan aku. Anggap saja sebagai hadiah karena kau pergi tanpa aku," bisik Stuard, membuat wajah Simma memerah.


"Dengan senang hati, Dad," jawab Simma. Ia menghentikan langkahnya, lalu berjinjit dan berbisik, setelah berbisik, ia menjilat leher suaminya kemudian berlari meninggalkan Stuard. Membuat Stuard menggeleng saat melihat tingkah istrinya.


••


Seorang anak kecil terduduk di taman, matanya memandang kedepan kemudian ia tersenyum saat melihat anak sebayanya bermain. Ia melihat kakinya, lalu tatapannya berubah sendu saat melihat kakinya tak sejajar alias panjang sebelah.


Tak lama, terdengar suara klakson. Anak kecil itu langsung memakai maskernya dan mengambil tongkat dari sampingnya, kemudian bangkit dan berjalan dengan terseok-seok lalu ke arah mobil. Beberapa kali ia hampir terjatuh, namun ia berusaha menyeimbangkan tubuhnya, karena ia sadar, jika ia jatuh takan ada yang menolongnya.


Dia adalah Ariana, anak dari Josh dan Briana yang terlahir dengan istimewa. Hidupnya jauh berbeda dengan Gabriel dan Gabby. Ia sama sekali tak mendapat kasih sayang dari Josh. Bahkan Josh tak memerbolehkan Ariana memanggil Mommy dan Daddy pada Josh dan Briana.


9 tahun lalu, Josh menikahi Briana. Namun, ternyata Josh tak menerima anak yang di lahirkan oleh Briana, karena Ariana terlahir tak sempurna.


Dengan pelan, Ariana membuka pintu mobil. Matanya membulat saat melihat sang ibu yang menjemputnya.


"Momm, Emm, maksudku Aunty," Ariana meralat ucapannya saat tak sengaja memanggil Briana Mommy. "Aunty, kenapa menjemputku. Uncle Josh akan memarahiku jika aunty menjemputku," ucap bocah kecil itu, membuat Briana ingin sekali menangis.


Seandainya ia bisa, ia ingin melawan Josh dan meninggalkan Josh, dan hidup hanya berdua dengan putrinya. Tapi ia tak bisa. Sang ayah tak akan tinggal diam. Karena faktanya, bukan hanya Josh yang tak menyukai Ariana. Bahkan Regard tak menyukai Ariana, Regard bahkan pernah berniat membuang Ariana ke panti asuahan dan beberapa kali mencoba melenyapkan Ariana.


Regard sudah menjadi orang penting di dunia politik. Ia tak ingin karirnya hancur karena mempunyai cucu yang cacat. Akhirnya, ia menekan Briana agar merahasiakan bahwa Ariana adalah cucunya, hingga Briana mendapat tekanan dari Josh dan juga sang ayah.


Jika ia nekad pergi dari tempat Josh, maka nyawa anaknya adalah taruhannya. Karena bisa saja sang ayah akan memisahkan dirinya dan Ariana bahkan bisa saja sang ayah mencoba membunuh Ariana seperti dulu.


"Ayo membeli cake ulang tahun, agar kita bisa merayakan ulang tahunmu nanti malam," ajak Briana sambil berusaha tersenyum. Padahal hatinya remuk redam.


Ariana menggeleng. "Tidak, Aunty. Aku ingin tidur lebih awal malam ini," lirih bocah kecil itu sambil tersenyum membuat dada Briana begitu sakit. .


Walaupun 9 tahun kemudian, tapi Simma Stuard masih tetep ada ya. Di next bab akan di jelasin secara rinci kenapa Briana ga bisa ngelawan ayahnya sama Josh. Terus di jelasin gimana hubungan Josh sama Gabby dan Juga Gabriel.


Oh iya, karena Cinta tulus setelah bercerai udah tamat di sebelah. Jadi aku bikin lagi cerita Khalisia.


Dengan judul Khalisia, my ex wife.


Taukan Khalisia, cucunya uncle Bram wkwkw. yang punya aplikasinya bisa mampir ya sebelum aku kunci, rencananya aku kunci besok sore.


Hate komen blok 😎 ini udah panjang banget, aku jadiin satu aja karena ga sempet ngedit.


Part Ariana nyesek ga? 😭😭