Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
Hukuman dari Grisya


“Aunty, ikataanya kurang kencang!” ucap Grisya. Saat ini, Gabriel hanya bisa pasrah ketika adik dan putrinya kompak mengerjainya. Sekarang, Gabriel sedang duduk di kursi dengan posisi tubuh diikat, seolah mendalami peran sebagai Grisya ketika dulu di sekap olehnya di gudang.


“Awas saja jika kau mengambil kesempatan dalam kesempitan!” bisik Gabriel ketika Gabby mengikat tubuhnya dengan sangat kencang.


Ia pikir, Gabby hanya bercanda dan berpura-pura saja mengikat tubuhnya. Tapi yang terjadi, Gabby malah mengikat tubuhnya begitu kencang, sedangkan Grisya hanya duduk di ranjang, seolah dia adalah bosnya.


Lalu setelah Gabby mengikat tubuh Gabriel, Gabby menoleh ke arah keponakannya. “Lalu setelah ini apa lagi?” tanya Gabby.


Grisya pun turun dari ranjang, kemudian menggeser kursi sebelah tubuh Gabriel.


kemudian, ia menaiki kursi tersebut. Hingga posisinya setara dengan posisi kepala sang ayah.


“Aunty, bolehkan aku menjambak rambutnya?” tanya Grisya, Gabby pun mengangguk.


“Kau boleh menjambak rambutnya dengan kencang,” jawab Gabby.


Gabriel menoleh ke arah putrinya, wajah Grisya begitu memerah, seolah menyimpan dendam padanya. Ia ingin sekali tertawa ketika melihat reaksi putrinya.


“Aaaaaaa!” teriak Gabriel Ketika sang putri menarik rambutnya dengan sangat keras. Hingga, kepala Gabriel terjatuh ke samping.


“Rasakan ini ... Rasakan ini!” ucap Grisya sambil menggeram. Gabby tertawa, Saat melihat wajah Gabriel yang pasrah ketika di jambak oleh Grisya, gadis kecil itu seolah memiliki dendam yang membara pada sang ayah.


Nafas Grisye terengah-engah setelah menjambak rambut ayahnya, tak lama Gabby datang memberikan segelas air minum untuk Grisya. “Terima kasih Aunty,” ucap Griysa. setelah meminum air itu hingga tandas.


“Lalu apalagi yang dia lakukan padamu?" tanya Gabby, seketika Gabriel melotot pada kembarannya


“ Dia menjewerku seperti ini!”


“Aaaaaaa!” Gabriel kembali berteriak ketika telinganya diputar oleh Grisya. Awalnya Gabriel pikir, tidak akan sesakit ini ketika Grisya menghukumnya. Tapi ternyata ia salah, tenaga anak kecil itu begitu kuar. Bahkan sekarang, kupingnya memerah.


Setelah puas menjewer Gabriel, Grisya turun dari kursi, kemudian ia berjalan keluar lalu pergi ke ruang bermainnya. Kemudian ia mengacak-ngacak box mainan. Lalu tak lama, ia tersenyum ketika melihat pistol air mainannya.


Ia berjalan ke arah wastafel, kemudian mengisi pistol itu dengan air, lalu kembali lagi ke kamar sang ayah.


“Memangnya dia menodongkan pistol padamu?” tanya Gabby lagi, Grisya mengangguk.


“Ya, dia menakut-nakuti dengan pistol dan akan memukul kepalaku dengan pistol,” ucap Griysa lagi. Gadis kecil itu berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi saat di gudang.


“Aunty, Ayo tembak Uncle jahat itu!” titah Grisya membuat Gabby membulatkan matanya.


“Kenapa harus Aunty yang menembaknya.”


“Aku akan di marahi kakek dan nenek jika tak sopan pada orang dewasa!" kata Grisya lagi, rupanya gadis kecil itu sedang lempar batu sembunyi tangan.


Gabby menggeleng, kemudian mengambil pistol itu dari tangan Griysa, kemudian ia menyeringai ke arah Gabriel. “Ini permintaan putrimu sendiri, Gabriel.” ucap Gabby, saat Gabriel menatapnya dengan pasrah.


••••


“Mommy, apa ini untuk Amelia?” tanya Gabriel ketika melihat paperbag yang berisi kotak makanan yang telah dibuat oleh Simma.


Setelah Grisya menghukumnya, Gabriel meminta Sia untuk membuatkan makan malam untuk Amelia karena ia tahu Amelia sedang berdinas malam.


“Ya, itu untuk Amelia. antarkan ini dan cepat kembali!” ucap Simma. Gabriel pun mengangguk,.ia mengambil paperbag itu kemudian berjalan keluar.


Setelah melewati perjalanan yang cukup jauh Akhirnya, Gabriel sampai di kantor kepolisian. Ia langsung memarkirkan mobilnya. Saat keluar, Gabriel menghentikan langkahnya ketika melihat Amelia yang sedang berjalan dengan seseorang yang sangat Gabriel kenal, dia adalah ....


•••


Cuplikan next bab


“Ayolah, Dad. pikiran bagaimana caranya!” Gabriel mendesak Stuard agar membantunya mendapatkan Amelia.


Stuard tampak.berpikit ....