Cinta Sang Pria Arogan

Cinta Sang Pria Arogan
Bab 12 Jebakan untuk Gabriel


Amelia berjalan kesana-kemari, ia menunggu kabar dari temannya yang mempunyai nomor Justin. Ia tak mungkin menanyakan nomor Justin kepada Ariana.


Ia harus secepatnya memberitahu Justin tentang apa yang akan dilakukan oleh Gabriel.


Saat Gabriel mengancam akan melakukan secara paksa kepada Ariana. Amelia tiba-tiba langsung menyetujui ucapan Gabriel.


Sebenarnya, ia tak akan membantu Gabriel. Ia justru ingin menyelamatkan Ariana dari dari Gabriel. Ariana sudah terlalu banyak menderita dan ia tak ingin kebahagiaan Ariana direbut oleh Gabriel.


Ia menjadi saksi bagaimana peliknya hidup Ariana dan ia turut bahagia ketika kemarin Ariana mengatakan bahwa ia akan menikah.


Dan sekarang, tiba-tiba Gabriel datang menyuruhnya untuk melakukan hal yang tidak masuk akal, dan tentu saja Amelia takkan mengabulkan apa yang di mau oleh Gabriel.


Tak lama, ponsel Amelia berdering. Satu pesan masuk dari temannya yang mengirimkan nomor ponsel Justin. Ia harus mengatakan ini secara sembunyi-sembunyi pada Justin dan Ariana tak boleh sampai tahu tentang ini.


Setelah temanya mengirimkan pesan yang berisi nomor Justin. Amelia langsung menelpon Justin. Awalnya, Justin tidak mengangkatnya. Karena mungkin Justin tidak mengenal nomor Amelia. Namun Amelia tidak menyerah.


Ia terpikirkan untuk mengirim pesan tentang apa yang akan dibahas olehnya dan setelah pesannya dibaca oleh Justin, Amelia langsung menelponnya.


Dengan bibir yang bergetar, Amelia, Terdengar helaan nafas dari Justin, kemudian Justin meminta Amelia untuk menemuinya besok untuk berbicara soal ini.


••••


“Gabriel kau dari mana?” tanya Simma


ketika Gabriel masuk ke dalam Mansion. Gabriel terdiam, tiba-tiba dadanya berdenyut nyeri ketika melihat sang ibu.


Ia tidak tahu siapa yang salah di sini. Tapi ia juga tak bisa menyalahkan sang ibu. Gabriel tersenyum dengan hati yang remuk redam kemudian ia memeluk Sima membuat Sima mengerutkan keningnya.


“Mom!” panggil Gabriel setelah melepaskan pelukannya dari sang ibu.


“Hmm.” jawab Simma, Ia mengelus pipi Gabriel. Entah kenapa ia merasakan rasa sesak saat melihat wajah putranya. Ia merasa akan ada sesuatu yang terjadi dengan Gabriel.


“Gabriel kau tidak akan pergi ke mana-mana kan?” tanya Simma, entah kenapa hatinya berkata bahwa Gabriel akan meninggalkan keluarganya.


Gabriel terdiam kemudian tersenyum lalu menggeleng. ”Aku tidak akan pergi kemana-mana, Mom,” jawab Gabriel lagi. Padahal dalam hati, ia mengingkari ucapannya.


“Kalau begitu aku akan kembali ke kamar selamat malam, mom,” ucap Gabriel lagi.


••••


Seminggu berlalu


Hari yang di nanti Gabriel tiba. Ia mematut diri di cermin, kemudian ia memeriksa ponselnya. membaca pesan dari anak buahnya. Anak buahnya berhasil membawa Ariana dari apartemennya.


Tak sia-sia ia menyuruh Amelia untuk menginap dan di apartemen Ariana, ia meminta Amelia untuk membius Ariana saat malam hari.


Gabriel menyuruh Amelia untuk membius Ariana ketika Ariana tertidur. Ia bisa saja menculik Ariana secara paksa. Tapi, ia ingin bermain halus. Dan saat Amelia mengatakan bahwa Ariana sudah di bius. Pada tengah malam itu juga, Gabriel memerintahkan orang-orangnya untuk membawa Ariana dan membawa ke tempat yang sudah di siapkan oleh Gabriel


Dan hari ini, ia akan pergi untuk menjemput Ariana. Ia dan Ariana akan pergi bersama-sama untuk ke pulau pribadi milik Gabriel, yang Gabriel beli beberapa hari lalu tanpa sepengatahuan siapa pun.


Scroll gengs